reviews
Live
Placebo

Oleh : Ricky Siahaan

Konser memukau dengan produksi yang maksimal

 

Semua informasi yang beredar di jejaring sosial macam Twitter maupun Facebook terbukti benar. Dari mulai kargo sebesar 10 ton, dekorasi panggung, hingga titel Ph.D yang diusung oleh sound engineer Placebo. Semua menunjukkan kesaktiannya malam itu. Vokalis/gitaris Brian Molko, pemain bas Stefan Olsdal dan pemain drum pendatang baru Steve Forrest unjuk gigi di depan kisaran 2500 penonton yang histeris menyanyikan lagu-lagu mereka.

Show malam itu dibuka dengan “For What’s It Worth” yang diambil dari album terbaru mereka Battle of the Sun. Segera saja sejarah tertulis. Dalam sejarah gedung yang berdiri dan dimaksudkan untuk pertandingan tenis ini, berbagai macam konser musik telah diadakan. Dan dalam konteks konser rock, baru Placebo yang mampu mencapai kejernihan suara tingkat tinggi seperti malam itu. Kehingar-bingaran berbagai instrumen terdengar bergemuruh namun di saat yang sama sangat jelas dan nyaman di telinga.

Placebo percaya diri dengan materi album terbaru mereka, sebab dari 21 lagu yang dibawakan, 10 di antaranya datang dari album terbaru mereka macam “Ashtray Heart”, “Come Undone” maupun “Devil In The Details”. Dynamic Duo Brian Molko dan Stefan Olsdal adalah pencuri perhatian utama malam itu, terutama dengan celana mengkilat warna chrome silver Olsdal yang menyilaukan mata banyak orang. Mereka pria-pria gemulai, feminin, namun bila diperlukan, tegas dan menghentak.

Kedua pendiri band ini mengganti gitar maupun bas di nyaris setiap lagu malam itu, membuat tiap lagu memiliki nyawa berbeda dan atmosfer yang berbagai macam. Para additional player pun cukup menarik perhatian, terlebih sang wanita pemain keyboard yang cantik, seksi dan unik ketika memainkan instrumen theremin vox di berbagai lagu. Belum lagi dengan megahnya warna-warna yang terpancar dari sebuah layar LED gigantis yang menjadi latar belakang panggung, tampak konser ini telah terkonsep dengan matang, baik dan siap mengikuti berbagai mood dari lagu yang dibawakan, sehingga rollercoaster emosi yang menyenangkan terjadi ketika menonton.

Crowd yang hanya mengenal mereka berdasarkan lagu hits pun ikut terpuaskan, karena berbagai lagu macam “Every You Every Me” atau juga “Special K” dan juga “Bitter End” tak luput dari persembahan Placebo. “Taste In Men” menutup konser bersejarah malam itu. Sejarah yang membuktikan bahwa effort produksi yang besar dalam menyajikan sebuah konser telah berhasil memenuhi ekspektasi yang juga besar.

Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   

Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com