reviews
Movie
Rumah Dara
Shareefa Daanish, Ario Bayu, Julie Estelle, Imelda Therinne, Sigi Wimala. Sutradara: The Mo Brothers
Oleh : Soleh Solihun

Jangan memberi tumpangan untuk orang asing

 

 

Adjie (Ario Bayu) baru saja mengunjungi adiknya, Ladya (Julie Estelle) dari Bandung, bersama Astrid (Sigi Wimala), istrinya yang sedang hamil tua, bersama teman-temannya ketika mereka tiba-tiba hampir menabrak Maya (Imelda Therinne) yang mengatakan baru saja dirampok dan butuh tumpangan. Meskipun awalnya Adjie enggan memberi tumpangan, tapi karena teman-teman seperjalanannya merasa iba, akhirnya rombongan itu memutuskan untuk mengantar Maya ke rumahnya (digambarkan di film berada di daerah sekitar Purwakarta).

Mereka disambut Dara (Shareefa Daanish), alias ibu kandung Maya, dan memaksa rombongan untuk makan malam di rumahnya. Persoalan dimulai setelah mereka menyelesaikan makan malamnya—menunya adalah steak yang menurut mereka sangat lezat dan berbeda rasanya. Semua yang dibutuhkan untuk film slasher ada di sini: pembunuh yang mengejar-ngejar mangsanya. Sekelompok anak muda yang terjebak dalam usaha menyelamatkan diri.

Salah satu kesulitan utama membuat film ber genre seperti ini adalah menciptakan suasana tegang dan menakutkan, dan melihat hasilnya, The Mo Brothers telah melakukan pekerjaan yang baik. Khususnya dalam mencari dan mengarahkan para pemainnya untuk meyakinkan penonton bahwa mereka sedang disakiti. Jika dibanding film Air Terjun Pengantin (2009) karya Rizal Mantovani yang aktingnya sangat buruk sehingga kita malah tertawa ketika melihat adegan orang kesakitan karena dipotong jarinya, di film ini tak ada yang cukup menggelikan untuk bisa memancing reaksi tertawa.

Kalaupun tertawa, itu karena bagian ketika karakter yang diperankan Aming muncul di ujung cerita (sehingga membuat film ini terasa lebih dinamis). Yang paling menonjol dari film ini tentu saja akting Daanish yang memikat (dengan syarat nada suaranya yang agak mengganggu dikesampingkan). Meskipun secara peran tak ada satu karakter yang lebih menonjol, Daanish benar-benar mencuri perhatian. Dan melalui film ini, The Mo Brothers membuktikan bahwa genre horor tak hanya berhenti di cerita hantu.


Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com