Jason Curtis (John Cusack) mendengar kabar soal bencana besar yang akan melanda dunia dari seorang penyiar bernama Charlie Frost (Woody Harrelson) yang percaya dengan teori konspirasi. Sementara itu, Adrian Helmsey (Chiwetel Ejiofor), seorang ilmuwan yang bekerja untuk Gedung Putih juga mendengar laporan dari rekan ilmuwan lain, bahwa kerak bumi semakin memanas dan akan terjadi di seluruh dunia. Belakangan, diketahui bahwa beberapa negara sudah menyiapkan perahu modern nan canggih untuk menyelamatkan diri dari bencana. Hanya orang-orang kaya yang mendapat tiket masuk ke perahu itu. Jason, yang berhasil mendapat peta menuju perahu itu, mengajak mantan istrinya, Kate Curtis (Amanda Peet) dan anak-anaknya untuk menyelamatkan diri dari bencana. Film ini—seperti juga film-film bertema bencana lainnya—tentang usaha manusia menyelamatkan diri dari bencana, yang dalam beberapa bagian film ini jadi mengingatkan pada kisah bahtera Nabi Nuh. Bagaimana Curtis lolos dari serentetan bencana, dan serangkaian keberuntungan yang dimilikinya, mungkin akan membuat Anda menggelengkan kepala karena heran (jika tak malah mencemooh cerita ini). Belum lagi, banyak dialog cheesy yang diharapkan memancing air mata—tipikal dialog pengumbar ungkapan sayang dan takut kehilangan ala Hollywood. Film ini memang terlihat memanfaatkan momen soal ramalan Suku Maya yang mengatakan dunia akan kiamat pada 2012—dan jadi bahan pembicaraan banyak orang di seluruh dunia. Dan seperti halnya banyak produk yang dijual dalam rangka memanfaatkan momen, isinya sering kali mengecewakan. Satu-satunya yang memuaskan dari film ini adalah spesial efeknya yang apik. Setidaknya, memberikan kita sedikit renungan, jika memang dunia hancur lebih seperti itu, sebenarnya tak ada yang bisa kita perbuat selain pasrah. Beberapa orang di film ini memilih untuk bermaafan dengan anggota keluarga. Rasanya, ini satu-satunya pesan berharga dari film ini, bahwa jika memang kiamat sudah dekat dan kita mengetahuinya, ada baiknya kita gunakan momen itu untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini mengganjal di hati kita

RSS