reviews
CDs
Tegan and Sara

Oleh : Wening Gitomartoyo

Album keenam kembar unik

 

Merilis album pertama di tahun 2000, si kembar Tegan dan Sara Quin sah menjadi bangsawan indie ketika The White Stripes membawakan ulang “Walking with A Ghost”, lagu dari album keempat mereka So Jealous (2004). Kemampuan bernyanyi dengan suara yang unik, memainkan instrumen, sekaligus menulis semua lagu menjadikan mereka semacam cult di dunia indie rock, ditambah dengan enigma seksualitas mereka yang kabur. Tapi pada akhirnya materi juga yang menentukan. Dan Sainthood punya bobot untuk menampar semua pendapat irrelevan yang ada tentang Tegan and Sara. Lagu-lagu terkuat di album ini, “Arrow”, “Hell”, dan “Don’t Rush”, menunjukkan musikalitas mereka yang dibungkus dalam suasana post-punk. “Red Belt” berdurasi singkat namun memiliki ritme penuh hook di berbagai sudut, ditambah harmoni dua vokal yang berkelindan manis. Duo penutup “Sentimental Tune” dan “Someday” menunjukkan semangat indie rock yang tak luntur: ketukan kecepatan tinggi, vokal elastis, dan petikan gitar yang menjadi dinding lagu. Satu-satunya kekurangan adalah beberapa lagu yang dapat dengan mudah terpeleset menjadi emo-pop akibat melodi dan lirik yang klise. Namun vokal dan kemahiran Tegan and Sara jugalah yang akhirnya menyelamatkan mereka.

Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   

Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com