Rabu, 03/10/2012 11:46 WIB

Glenn Fredly Luncurkan DVD dan CD 'Live At LOKANANTA'

Proyek film musik guna mencuri perhatian masyarakat agar ikut menyelamatkan rumah musik Indonesia.
Oleh: Shindu Alpito
Share :   
image
Glenn Fredly dan The Bakuucakar (Foto: Shindu Alpito)
Jakarta - Hanya berselang sebulan setelah konser tunggalnya yang sukses gemilang serta jeda beberapa hari dari ulang tahunnya yang ke-37, Glenn Fredly, salah satu solois pop pria terbaik negeri ini yang telah berkarier 17 tahun di industri musik akhirnya merilis DVD dan CD yang berisi film dan rekaman penampilannya secara langsung bersama bandnya, The Bakuucakar di di Studio Lokananta, Solo.

DVD dan CD bertitel Live At Lokananta tersebut secara resmi diluncurkan pada Selasa siang (2/10) kemarin di Studio XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta yang ditandai dengan acara nonton bareng film tersebut bersama para undangan, keluarga, media massa dan tentunya Rame-Rame People (julukan bagi penggemar Glenn Fredly).

Sekitar 300 orang tamu undangan tampak duduk menyebar ditengah salah satu studio yang biasanya digunakan untuk pemutaran film-film Hollywood tersebut. Tampak diantara tamu undangan beberapa musisi legendaris tanah air, seperti Eros Djarot dan Setiawan Djody. Film berdurasi 1,5 jam itu sukses membuat penonton larut dalam musik dan suasana keakraban yang terpancar dalam penampilan Glenn Fredly & The Bakuucakar.

DVD Live At Lokananta sendiri berisi sebelas lagu yang diambil dari beberapa album Glenn Fredly, di antaranya, “Happy Sunday” yang berasal dari album dengan judul yang sama didaulat Glenn sebagai appetizer dalam film yang digarap oleh sutradara Patrick Effendy tersebut.

Kemudian beberapa hits secara beruntun dibawakan apik oleh Glenn dan The Bakuucakar, seperti “Cukup Sudah”, “Sedih Tak Berujung”, “Kisah Yang Salah”, “Tega”, “Habis”. Walau album tersebut berisi lagu-lagu lama dari Glenn, nuansa musik yang diusung tetap segar karena semua lagu dalam rekaman live ini hampir semuanya diaransemen ulang.

Bahkan lagu “My Everything” dari album Ost. Cinta Silver mengalami perubahan besar. Lagu yang awalnya memiliki beat cepat dengan nunansa gitar yang dominan kini menjadi lagu yang lembut dengan komposisi musik yang pas dari The Bakuucakar.

Dalam film ini juga ditampilkan sisi lain dari para musisi pendukung yang terlibat, hal itu membuat Live At Lokananta bukan hanya sebagai penanda kemapanan Glenn dalam musikalitasnya, tetapi juga menunjukan terjalinnya hubungan emosional yang kuat antara Glenn dan The Bakuucakar.

Tak jarang Glenn sendiri dan para musisi pendukungnya tersebut kerap terdengar tertawa terbahak-bahak dan saling "mencela" satu sama lain ketika film menampilkan secara bergantian wawancara diantara mereka.

Berbeda dari album-album sebelumnya, dalam Live At Lokananta, Glenn terlihat lebih eksploratif menggarap musiknya. Iringan bass yang dipegang Bonar Abraham sukses menjaga ritme lagu-lagu Glenn, pun juga dengan drummer Rayendra Sunito yang dalam film itu terlihat kalem memainkan instrumennya, memberikan ketukan-ketukan nan pasti.

Kolaborasi yang apik juga ditunjukan duo kibordis The Bakuucakar, Harry Anggoman dan Kenna Lango, mereka sukses mengisi ruang melodi dalam lagu-lagu Glenn. Permainan gitar yang khas juga ditunjukan Andre Dinuth dalam album live ini.

Beberapa wawancara yang ditampilkan sebagai jeda lagu dalam film tersebut berhasil membuat penonton tertawa, terutama saat para personel ditanya pendapatnya tentang gitaris dan saksofonis mereka, Andre dan Nicky.

Pemilihan Lokananta yang terletak di Solo, Jawa Tengah sebagai tempat rekaman album live ini memang bukan tanpa alasan. Lokananta adalah sebuah perusahaan rekaman dan studio legendaris yang paling megah pada jamannya namun kini terbengkalai dan nyaris bangkrut.

Padahal hampir semua musisi legendaris negeri ini sekelas Ismail Marzuki, Bubi Chen, Jack Lesmana, Waldjinah, Gesang, Bing Slamet, Idris Sardi pernah merekam karya-karya masterpiece mereka di sana.

Perusahaan yang kini berada di bawah Percetakan Negara tersebut sudah berdiri selama hampir 56 tahun dan merupakan salah satu label rekaman pertama di Indonesia. Di tempat itulah fondasi awal industri musik negeri ini dibangun.

Koleksi rekaman yang ada di Lokananta sedikitnya terdapat 40.000 piringan hitam musik tradisional dari Sabang sampai Merauke, 5.000 master rekaman musik tradisional, pop, keroncong, jazz dari dekade 50an - 80an hingga master rekaman pidato Proklamasi Bung Karno bahkan hingga piringan hitam pidato-pidato dari para pemimpin dunia saat itu, Nehru, Nikita Khruschev hingga Soekarno sendiri. Sayangnya, semua dokumen berharga itu kini disimpan dalam kondisi yang kurang layak akibat minimnya dana yang dimiliki oleh Lokananta.

Ironisnya, masyarakat sekitar Lokananta pun sekarang lebih mengenal studio bersejarah itu hanya sebagai tempat bermain sepak bola. Bangunan yang luas itu kini lebih dikenal sebagai museum dan halaman belakangnya dimanfaatkan sebagai tempat bermain futsal oleh warga sekitar.

Andi, seorang karyawan yang bekerja di Lokananta dalam jumpa pers kemarin bahkan mengatakan bahwa ia dan karyawan lain di Lokananta tak jarang harus mencari uang untuk membiayai perawatan di studio bersejarah tersebut. Minim sekali perhatian dari pemerintah atas aset bangsa bersejarah tersebut.

Glenn Fredly merasa upaya penyelamatan Lokananta adalah tugas bersama yang harus dilakukan, karena disitulah letak “rumah” musik Indonesia. Glenn juga mengajak beberapa pihak untuk turut membenahi “rumah” yang terlupakan itu.

"Walau harus dibungkus dalam kemasan lagu-lagu galau namun semoga masyarakat dapat menangkap pesan untuk bersama-sama kita menyelamatkan Lokananta dari kehancuran," pungkas Glenn Fredly seraya sedikit bercanda.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Jumat, 25 Juli 2014 19:13 WIB

Nicki Minaj Pamer Bokong di Sampul Lagu Baru

Nicki Minaj Pamer Bokong di Sampul Lagu Baru
Kata seksi sepertinya memang tak bisa dihilangkan dari Nicki Minaj. Nicki kerap tampil superseksi untuk keperluan video..
 
Jumat, 25/07/2014 22:08 WIB

Gitar Hingga Sedan Milik Elvis Presley Akan Dilelang

Sebuah gitar Martin D-28, sedan Cadillac Seville 1976 serta naskah pribadi film pertama Elvis Presley, Love .....
 
 

Incoming

Rabu, 16/07/2014 19:30 WIB

Incoming: RABU: Duo Folk Mistik Pengantar Nuansa Bergidik

Orang-orang menyebut musik mereka mistis dan misterius. Ditambah dengan menggunakan foto taburan kembang ziarah sebagai sampul..

Music Biz

Rabu, 18/06/2014 19:59 WIB

YouTube Akan Hapus Video-video Musik Label Independen?

Situs berbagi video, YouTube dikabarkan akan menghapus video-video musisi yang berasal dari label independen menyusul sengketa..

Q & A

Senin, 21/07/2014 18:10 WIB

Exclusive Q&A: Anton Newcombe (The Brian Jonestown Massacre)

“Keep music evil,” itulah semboyan yang lantang diserukan oleh Anton Newcombe selaku aktor intelektual grup..