Rabu, 12/09/2012 19:36 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_off icon_star_off icon_star_off

Movie Review: 'Rayya, Cahaya di Atas Cahaya'

Titi Sjuman, Tio Pakusadewo, Alex Abbad, Verdi Solaiman, Richard Oh, Christine Hakim. Sutradara: Viva Westi

Kehadiran aktor watak dan pemandangan alam tak lantas membuat film ini istimewa.
Oleh: Reno Nismara
Share :   
image
Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya (Foto: Dok. MAM Production)
Memang menyejukkan membaca karya-karya syair dari Emha Ainun Najib, tokoh intelektual tanah air yang mengusung nafas Islami. Pesan-pesan terpuji yang dibalut dengan metafora menenteramkan kerap kali ditunjuk sebagai identitas tulisan pria yang akrab dipanggil Cak Nun ini.

Namun apa jadinya jika ia menulis naskah road movie yang kemudian disutradarai oleh Viva Westi? Patut digarisbawahi bahwa Viva adalah sineas dengan resume yang melingkupi berbagai genre film, mulai dari dokumenter dengan Serambi, horor lewat Suster N dan Pocong Keliling, hingga drama yang mengambil isyu etnis Tionghoa melalui May.

Hasilnya adalah Rayya, Cahaya di Atas Cahaya yang berkisah tentang artis ternama nan penuh talenta bernama Rayya (Titi Sjuman). Saking cerdasnya, Rayya seringkali merasa tidak bahagia dengan semua keberhasilan dan gemerlap kehidupan bergelimang harta yang penuh kepalsuan. Apalagi ditambah dengan percintaannya yang kandas, diputuskan oleh pacarnya yang menjadi suami perempuan lain.

Pada saat bersamaan, Rayya sedang dalam pembuatan buku biografinya. Ia pun menjalankan road trip bersama seorang fotografer muda bernama Kemal (Alex Abbad). Merasa tak cocok, Rayya memecatnya tak peduli sudah berapa jauh jarak perjalanan yang mereka berdua tempuh. Di sinilah muncul Arya (Tio Pakusadewo), fotografer senior pengguna kamera analog yang memiliki masalahnya sendiri.

Sebagai seorang penyair andal, ada kemungkinan Cak Nun secara otomatis menulis naskah Rayya, Cahaya di Atas Cahaya dengan begitu puitis. Sayangnya, langkah tersebut tidak cocok untuk diterapkan pada film ini; segalanya jadi terasa terlalu bombastis dan tidak meyakinkan. Sulit untuk membayangkan orang-orang berbicara seperti pada film ini dalam kehidupan nyata.

Akting Titi Sjuman pun seringkali terasa terlalu meledak-ledak dan berlebihan. Merupakan hal langka untuk melihatnya berbicara sebagai Rayya dengan suara rendah. Memang, Rayya digambarkan sebagai seorang perempuan yang tidak bahagia dan serba kritis, namun melihatnya protes setiap ada kesempatan merupakan pengalaman yang melelahkan.

Di sinilah kehebatan Tio Pakusadewo diuji, menjadi netralisir akting Titi Sjuman yang terlalu meluap-luap. Tio tampil lebih tenang, baris demi baris dialog puitis ia lontarkan dengan natural. Namun sayang, pada dasarnya gaya bicara yang tersebar pada Rayya, Cahaya di Atas Cahaya memang terlalu puitis untuk sebuah film yang memiliki setting urban, sehingga memberikan efek dibuat-buat.

Pameran pemandangan alam yang disusuri oleh kru film dengan perjalanan darat dan laut, dari Jakarta, Ambarawa, Bondowoso, Tuban, hingga Bali, tidak mampu menyelamatkan film ini dari keterpurukan; membuatnya hanya menjadi seperti unsur penambah agar tercipta aura road movie yang didamba, dan terus menjadi dambaan belaka sampai gulungan kredit penutup.
(RS/RS)

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Kamis, 28 Mei 2015 10:14 WIB

'Nawaitu', Lagu Terry Untuk Mereka yang Berpuasa

'Nawaitu', Lagu Terry Untuk Mereka yang Berpuasa
Penyanyi Terryana Fatiah atau dikenal dengan nama panggung Terry baru saja merilis single terbarunya. Tidak lagi dengan..
 
Selasa, 26/05/2015 21:05 WIB

Lorde Memecat Manajer Pertamanya?

Diva muda Lorde belum lama ini telah memutuskan hubungan kerja dengan sang manajer yang pertama kali ...
 
 

Incoming

Jumat, 08/05/2015 21:38 WIB

Incoming: Blotymama, Pengusung Kebebasan Bermusik

Sebagai band baru dalam industri musik Tanah Air, Blotymama dapat dikatakan mengambil langkah yang cukup berani. Grup musik yang..

Music Biz

Selasa, 19/05/2015 16:04 WIB

Menjadi Situs Belanja Online, HMV Kembali Beroperasi

Pasca dinyatakan bangkrut dua tahun lalu, toko rekaman musik, HMV, pada pekan depan akan segera meluncurkan sebuah situs resmi..

Q & A

Senin, 11/05/2015 16:23 WIB

Q&A: Adam Horovitz (Beastie Boys)

Bagi beberapa kaum generasi X, mungkin rasanya agak merisaukan melihat Adam Horovitz alias Ad-Rock tampil secara meyakinkan (dan..