Selasa, 04/09/2012 13:24 WIB

Serbuan Inggris Teranyar: Boy Bands

Oleh: Andy Greene
Share :   
image
One Direction (Foto: Facebook Page)
Jakarta - Pada 12 Maret lalu, tampak pemandangan yang sudah luntur dari musik dunia sejak lebih dari sepuluh tahun lalu, saat Backstreet Boys dan 'N Sync merajai tangga-tangga lagu: Jeritan remaja-remaja putri seolah meruntuhkan studio saat rekaman acara Today berlangsung di Rockefeller Center, New York. Semua demi melihat sekelebat saja One Direction, boy band asal Irlandia dan Inggris yang sudah beberapa saat ini menggempur tangga-tangga lagu.

One Direction tidak datang sendirian. Boy band lain, The Wanted, dengan single “Glad You Came” yang mendarat di nomor tiga mengalahkan single “What Makes You Beautiful” di nomor sembilan.

Selama beberapa bulan terakhir, One Direction dan The Wanted menjelajahi Amerika, menimbulkan demam ala Beatlemania di mana saja mereka mampir. Saat One Direction mengadakan konser televisi di Kanada, ribuan penggemarnya menyelimuti jalan. “Tujuh orang harus diangkut karena kena hypothermia, mereka berkemah malam-malam dengan suhu dingin yang ekstrim,” kata Niall Horan dari One Direction.

One Direction dimulai saat kelima-limanya, yang aslinya merupakan penyanyi solo, sudah hampir ditendang dari acara X Factor versi Inggris. “Saya punya firasat jangan sampai kehilangan mereka,” ujar pembuat acara itu, Simon Cowell. “Saat mereka datang ke rumah saya di Spanyol, saya langsung tahu mereka akan jadi fenomena sepersekian detik begitu mereka menyanyi.”

Cowell membentuk para remaja itu menjadi One Direction dan mengontraknya untuk rekaman. Dalam waktu beberapa bulan setelahnya, mereka selalu disambut dengan jeritan penggemar. Di bulan Maret, album mereka, Up All Night, masuk jadi nomor satu di Amerika, menyingkirkan album Bruce Springsteen dari puncak. Belum pernah ada grup Inggris langsung masuk di nomor satu dengan album perdananya -- termasuk The Beatles.

Pada tanggal 1 Agustus 2012, Syco dan Sony Music memberi penghargaan sertifikat multiplatinum kepada One Direction untuk total penjualan 12 juta kopi album dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Angka penjualan ini meliputi delapan juta untuk single, tiga juta untuk album, dan satu juta untuk DVD.  Angka-angka itu paling tidak bisa memberi gambaran kasar tentang betapa perkasanya anak-anak muda tersebut saat ini.

Di Indonesia sendiri, One Direction yang akhir Juli lalu berusia dua tahun telah mendapat sertifikat tiga kali platinum untuk penjualan CD dan DVD-nya, sah menjadi album internasional terlaris secara nasional saat ini. 

Tak seperti gelombang boy band sebelumnya, yang mengadakan konser di pusat perbelanjaan dan sekolah, One Direction meledak berkat strategi agresif dengan media sosial, yaitu kontes “Bring 1D to US”. Penggemar bersaing untuk mendatangkan One Direction ke kota mereka dengan melakukan tantangan-tantangan di Twitter dan YouTube yang mengharuskan mereka merekrut teman-temannya.

Kedua grup ini juga menghancurkan tradisi tari dan kostum yang ditata ala boy band ’90-an. “Kami semua memainkan alat musik, kami tidak menari, dan kami tidak berpakaian seperti sebagaimana boy band seharusnya -- saya sekarang memakai jeans hitam dan sepatu Converse,” kata Tom Parker dari The Wanted. “Kami tidak bisa menari, jadi kami tidak menari,” tambah Horan dari One Direction.

Momentum tibanya serangan dari Inggris ini seperti sempurna. Bintang-bintang lainnya yang digilai remaja, dari The Jonas Brothers sampai Miley Cyrus, tak tampil sebaik dulu lagi, dan Justin Bieber merayakan ulang tahun ke-18 dengan arahan musik yang bergeser ke R&B ala Justin Timberlake. Kondisi ini menimbulkan lubang besar di radio, yang biasanya diisi oleh artis remaja dengan lagu pop yang santun. “One Direction punya media sosial, penjualan single yang masif dan konser-konser yang sold out,” kata wakil presiden bagian program KISS FM, John Ivey.

Cowell yakin bahwa fenomena ini malah akan jadi lebih besar lagi tahun depan. “Kebanyakan hal di musik akan membentuk lingkaran,” katanya. “Begitu kita pikir ini sudah titik akhir dan kita harus menghabiskan miliaran poundsterling untuk pemasaran, kita menemukan hal hebat yang bernama ‘kekuatan penggemar’. Mengagumkan, dan gratis. Saya suka ini.”

One Direction bahkan sampai harus menolak undangan dari keluarga Obama untuk mengunjungi White House. “Kami bertemu dengan Michelle Obama di Nickelodeon Kids’ Choice Awards,” kata Styles. “Mereka mengundang kami untuk acara Paskah, tapi kami tak bisa datang karena ada tur Australia. Seberapa seringnya kita menolak undangan dari White House?”    

 

Laporan tambahan oleh Wening Gitomartoyo

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Jumat, 27 Maret 2015 10:30 WIB

GoGoJiLL Sempat Tak Percaya Diproduseri Steve Lillywhite

GoGoJiLL Sempat Tak Percaya Diproduseri Steve Lillywhite
Steve Lillywhite adalah produser untuk sederet nama ternama dunia. Banyak musisi besar seperti 30 Seconds To Mars, The..
 
Kamis, 26/03/2015 20:38 WIB

Album Terbaru EXO Akan Dirilis dengan 20 Sampul Album Berbeda

Mendekati jadwal perilisan album terbaru EXO yang bertajuk EXODUS, SM Entertainment merilis informasi detail ...
 
 

Incoming

Kamis, 05/03/2015 13:32 WIB

Incoming: Gerram, Amarah dari Selatan Sumatera

Darah sedang mengalir dua kali lebih cepat.
Untuk pertama kalinya sejak resmi dibentuk empat tahun silam, Gerram sedang..

Music Biz

Selasa, 17/03/2015 20:48 WIB

Kabar dari SXSW 2015: Film Dokumenter Steve Jobs Tayang Perdana di South By Southwest

Cerita tentang Steve Jobs memang selalu menarik untuk diikuti. Kalau pada 2013 kita sempat menonton film dengan judul Jobs..

Q & A

Kamis, 26/03/2015 19:28 WIB

Abdee Negara: 'Slank Sebenarnya Nggak Tahu Sakit Saya'

Setelah divonis mengalami gagal ginjal sejak 4,5 tahun lalu, gitaris Slank, Abdee Negara akhirnya secara terbuka mengungkapkan..