Sabtu, 04/08/2012 12:04 WIB
Def Leppard Garap Ulang Hits Mereka
Perseteruan dengan pihak label rekaman menjadi pemicu
Def Leppard (Foto: Def Leppard Facebook Page)
Kepada The Hollywood Reporter, Elliott mengatakan, “Ini mengenai prinsip. Bohong jika saya mengatakan ini bukan tentang uang, karena masalah yang kami dapatkan adalah (label rekaman yang lama) ingin membayar kami (dengan tidak sesuai), kami pikir ini seperti murahan.”
“Fakta yang kami tahu: Musisi selalu menjadi corong dari label rekaman. Alasan kami keras dalam hal ini karena dua tahun yang lalu kami membuat kontrak dengan seseorang di Universal yang cukup memahami keinginan kami, dia penggemar kami, pengusaha yang pintar dan orang yang adil, kami berjabat tangan tanda sepakat. Lima belas hari kemudian seorang pimpinan di perusahaan tersebut menolak kontrak yang telah kami buat. Bagi orang Inggris, ketika Anda berjabat tangan itu adalah perjanjian yang mengikat, tapi Universal mengingkari itu. Jadi kami berkata, 'Kami akan mengatakan 'tidak' pada apapun yang Anda minta,'” tambah Elliott.
Elliot mengatakan bahwa Def Leppard dalam posisi yang unik, karena mereka adalah salah satu band yang memiliki hak veto. “ (Universal) tidak dapat merilis lagi lagu kami, kami juga tidak akan memberi izin memasukkan lagu kami ke dalam kompilasi kecuali jika kami menginginkan, dan mereka tidak akan pernah mendapat lisensi. Mereka tidak akan bisa melakukan apapun tanpa izin kami karena seperti itu kontrak kami.”
Dilansir dari Blabbermouth, Elliott menjelaskan inti argumen bandnya, “Dalan bentuk digital, kami ingin mendapat hal yang serupa saat kami menjual CD, dan mereka mencoba memberikan kami nilai yang bahkan jauh dari serupa. Mereka secara ilegal memasang lagu-lagu kami untuk beberapa waktu, mereka membayar kami tanpa ada negosiasi sebelumnya, jadi kami akan menindak kasus ini melalui pengacara kami.”
“Ketika anda melakukan rekaman sendiri, Anda akan mendapat bagian 85% dan 15% untuk iTunes atau situs lain tempat Anda menjual lagu tersebut. Ini lebih adil. Tapi mereka menawarkan hal yang berlawanan, kami hanya mendapat seperempat bagian dari penjualan CD. Sehingga kami berpikir jika mereka tidak bisa membayar kami sesuai penjualan digital, kami akan turun tangan, merekam ulang lagu kami dan itu cara yang sopan membayar diri kami sendiri. Tapi kami tidak perang melawan karya-karya kami sendiri. Jika kami memposisikan rekaman ulang untuk melawan aslinya, tidak ada yang membeli, jadi kami membuat rekaman semirip mungkin dengan yang asli. Memalsukan apa yang kami lakukan pada tahun '83, ' 81. '87,” jelas Joe Elliott panjang lebar.
Def Leppard merupakan salah satu band yang sukses secara komersial pada awal '80-an dan '90-an. Mereka telah menghasilkan 12 album selama 35 tahun karier mereka bermusik.
(RS/RS)
Hasil Rating Pembaca:







Sending your message




