Kamis, 05/07/2012 19:18 WIB

Bassist White Shoes and the Couples Company Rilis Ulang Album C'mon Lennon dalam Piringan Hitam

Dicetak sebanyak 300 keping.
Oleh: Reno Nismara
Share :   
image
Ricky Surya Virgana (paling kanan), bassist White Shoes and the Couples Company (Foto: Facebook Page)
Jakarta - Tujuh tahun lalu, sebuah lagu anthemic berjudul “Aku Cinta J.A.K.A.R.T.A.” wara-wiri di televisi, radio, dan bahkan stadion sepak bola tempat penggemar Persija melantukan lagu tersebut secara kolosal. Grup musik pencipta lagu tersebut bernama C’mon Lennon, yang selama berdiri hanya pernah merilis satu album penuh.

Lagu-lagu lain dari sekstet tersebut pun tak kalah menarik, baik dari aransemen maupun lirik, seperti “Sudahkah Kamu Minum Obat,” “Gadis Bertangan Satu,” “Detektif Flamboyan,” dan juga “Adiksi” yang kental dengan unsur musik shoegaze. Semuanya tercantum pada album berisi dua belas lagu dengan tajuk Ketika La La La.

Salah satu manusia yang jatuh hati dengan album tersebut adalah Ricky Surya Virgana, bassist White Shoes and the Couples Company. Tidak tanggung-tanggung, Ricky menunjuk Ketika La La La sebagai rilisan pertama label rekaman bentukannya, Kaimana Records, yang berkonsentrasi pada reissue dalam format piringan hitam.

“Gue suka banget Ketika La La La dan menurut gue album tersebut harus diapresiasi lebih,” jawab Ricky ketika ditanya Rolling Stone soal alasannya memilih album C’mon Lennon itu sebagai rilisan perdana.

Pengerjaan rilis ulang ini diawali dengan permintaan tolong terhadap Uri, gitaris Ghaust, dan Sayiba, vokalis sekaligus gitaris Kelelawar Malam, dari Grieve Records yang diakui Ricky memiliki lebih banyak pengalaman untuk urusan perilisan piringan hitam.

“Orang yang mastering pun gue dapat dari Uri dan Sayiba, setelah itu test pressing-nya dikirim ke Jakarta. Kalau cocok langsung oke, namun jika kami belum puas mereka bersedia mastering dan kirim ke Jakarta lagi. Pressing-nya sendiri dilakukan di Amerika Serikat, tentunya setelah mendapat izin dari band dan Sinjitos Records selaku pemilik hak master album tersebut,” terang Ricky panjang lebar soal langkah-langkah yang ia lakukan demi merilis ulang Ketika La La La.

Ricky lalu mengakui bahwa sejak awal Ketika La La La milik C’mon Lennon adalah prioritas utama album yang ingin ia rilis ulang tanpa ada nominee lainnya. Walau begitu, ia sudah memiliki tiga target untuk perilisan berikutnya, yaitu album dari Bandempo, Be Quite, dan juga album Indahnya Sepi kepunyaan Candra Darusman.

Seperti diungkapkan Ricky, Kaimana Records memiliki konsep merilis ulang album-album kesukaannya secara pribadi ke dalam format piringan hitam. “Nggak perlu ada biaya promo dan semua gue jalankan atas dasar suka saja,” imbuh Ricky lagi.

Mengenai keberadaan pesta peluncuran dan kemungkinan reuninya C’mon Lennon karena perilisan ini, Ricky menjawab, “(Pesta peluncuran) ada, tapi kecil-kecilan saja. Soal reuni sepertinya nggak, karena gue pribadi lebih menyukai band yang betul-betul bubar saat memutuskan bubar, jadi yang tersisa hanya karya-karyanya. Kasihan juga kalau mereka disuruh main, nanti nggak cool lagi. Kalau dua puluh tahun lagi mau reuni ya silakan, terserah bandnya.”

Versi piringan hitam dari album Ketika La La La ini hanya dicetak terbatas sebanyak 300 kopi dan rencananya akan dijual secara online dan juga titip fisik di Ruru Shop, Grieve Records, High Fidelity, dan lainnya.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_off
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Senin, 28 Juli 2014 14:35 WIB

Trik Pongki Barata untuk Memperbaiki Musik Indonesia

Trik Pongki Barata untuk Memperbaiki Musik Indonesia
Idul Fitri bukan cuma soal kembali suci tapi juga memperbaiki 'kerusakan' di tahun sebelumnya. Termasuk di antaranya..
 
Jumat, 25/07/2014 22:08 WIB

Gitar Hingga Sedan Milik Elvis Presley Akan Dilelang

Sebuah gitar Martin D-28, sedan Cadillac Seville 1976 serta naskah pribadi film pertama Elvis Presley, Love .....
 
 

Incoming

Rabu, 16/07/2014 19:30 WIB

Incoming: RABU: Duo Folk Mistik Pengantar Nuansa Bergidik

Orang-orang menyebut musik mereka mistis dan misterius. Ditambah dengan menggunakan foto taburan kembang ziarah sebagai sampul..

Music Biz

Rabu, 18/06/2014 19:59 WIB

YouTube Akan Hapus Video-video Musik Label Independen?

Situs berbagi video, YouTube dikabarkan akan menghapus video-video musisi yang berasal dari label independen menyusul sengketa..

Q & A

Senin, 21/07/2014 18:10 WIB

Exclusive Q&A: Anton Newcombe (The Brian Jonestown Massacre)

“Keep music evil,” itulah semboyan yang lantang diserukan oleh Anton Newcombe selaku aktor intelektual grup..