Rabu, 04/07/2012 16:01 WIB

Musik di Era Digital

Oleh: Robin Malau
Share :   
image
(Foto: Ludmila Gaffar)
Jakarta - Tujuannya adalah untuk berbagi gambaran tentang era digital yang sedang terjadi saat ini, apa hubungan dan pengaruhnya terhadap industri musik, terutama industri rekaman, dan alternatif apa yang bisa dilakukan.

Agar relevan, seharusnya saya memberikan kasus sukses di Indonesia. Sayangnya, saya kesulitan. Mengapa? Saya tidak bisa berpura-pura bilang bahwa di Indonesia musik di era digital sudah sukses dan berjalan dengan baik. Sebaliknya, menurut saya kita belum melakukan apa-apa. Mudah-mudahan saya salah.

Dua Fakta
Saya ingin mulai dengan berbagi dua fakta. Fakta pertama adalah sekarang kita sedang berada di sebuah era yang bernama era digital. Tak ada tempat untuk bersembunyi. Meskipun Anda mencoba bersembunyi di hutan yang terpencil, tak ada sinyal ponsel, tak ada listrik, untuk bermain gitar senar nylon, anda tetap sedang bermain musik… di era digital.

Fakta kedua adalah musik = komersial. Musik dan komersial bisa berada dalam satu kata, dalam hampir semua konteks. Tanpa sisi komersial, musik tidak akan bertahan, bahkan mungkin tidak ada. Pertanyaannya adalah jika musik dan sisi komersial saling bergantung dan mengisi, lalu mengapa sering ada konflik antara musik sebagai seni dan sisi komersialnya? Jawabannya adalah musik tidak pernah konflik dengan sisi komersial. Justru saling membantu. Yang konflik itu orang-orangnya, pelakunya, stakeholder-nya.
Sekarang yang sedang kita hadapi adalah musik komersial di era digital. Seperti musisi tidak usah takut akan ‘bisnis’ atau ‘komersial’, musisi juga jangan takut akan ‘era digital’. Justru ini adalah era yang paling menyenangkan untuk musik komersial. Mengapa?


Lima Era Media
Sedikit mundur ke belakang untuk menyamakan persepsi, sebenarnya kita sudah meng-alami beberapa kali perubahan era media. Menurut teori, kita sedang berada di era kelima. Sebagai manusia, kita pun berubah karena perubahan media. Media adalah ciptaan kita sendiri, seperti kutipan dari Marshall McLuhan: “We shape our tools and thereafter our tools shape us”.

Berikut sekilas era-era tersebut:
1. Era Lisan
Di era ini, seluruh bentuk komunikasi dilakukan secara lisan.
2. Era tulisan.
Di sini orang sudah mengerti dokumentasi dalam bentuk tulisan. Untuk memperbanyak buku, orang menyadur buku menggunakan tulisan tangan. Di era ini pula Perpustakaan Alexandria dibakar, dan manusia kehilangan sebagian besar sejarah kuno.
3. Era Cetak.
Di era ini, musik pertama kalinya menjadi industri, yaitu industri sheet music. Orang bisa beli buku berisi not balok agar mereka bisa memainkan musik (cover song) di rumah.
4. Era Elektronik.
Di era ini, industri musik berubah total. Industri rekaman dan broadcasting menggantikan industri sheet music untuk menjadi primadona di industri musik.
5. Era Digital.
Zaman sekarang. Orang bisa mendengar dan berbagi musik tanpa terbatas oleh media dan wilayah. Exciting time.


Selanjutnya baca edisi 87

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Jumat, 25 Juli 2014 19:13 WIB

Nicki Minaj Pamer Bokong di Sampul Lagu Baru

Nicki Minaj Pamer Bokong di Sampul Lagu Baru
Kata seksi sepertinya memang tak bisa dihilangkan dari Nicki Minaj. Nicki kerap tampil superseksi untuk keperluan video..
 
Jumat, 25/07/2014 17:52 WIB

Manic Street Preachers: 'Futurology Mirip Album Pertama Kami'

Unit rock alternatif Inggris Raya, Manic Street Preachers baru saja merilis album Futurology pada 7 Juli .....
 
 

Incoming

Rabu, 16/07/2014 19:30 WIB

Incoming: RABU: Duo Folk Mistik Pengantar Nuansa Bergidik

Orang-orang menyebut musik mereka mistis dan misterius. Ditambah dengan menggunakan foto taburan kembang ziarah sebagai sampul..

Music Biz

Rabu, 18/06/2014 19:59 WIB

YouTube Akan Hapus Video-video Musik Label Independen?

Situs berbagi video, YouTube dikabarkan akan menghapus video-video musisi yang berasal dari label independen menyusul sengketa..

Q & A

Senin, 21/07/2014 18:10 WIB

Exclusive Q&A: Anton Newcombe (The Brian Jonestown Massacre)

“Keep music evil,” itulah semboyan yang lantang diserukan oleh Anton Newcombe selaku aktor intelektual grup..