Senin, 02/07/2012 16:13 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_off icon_star_off

CD Review: Smashing Pumpkins

Oceania / EMI/Caroline

Karya terbaik Billy Corgan dalam sepuluh tahun terakhir
Oleh: Ricky Siahaan
Share :   
image
Benar. Kenangan terhadap karya-karya lama Billy Corgan seperti Gish dan Siamese Dreams memang ada aromanya di Oceania. Seperti pembuka lagu pertama “Quasar” yang benar-benar mengingatkan kita pada intro dari “Cherub Rock”. Begitu pula “Panopticon”, lagu kedua yang juga mengandalkan distorsi tebal dan fuzzy, drummer muda Mike Byrne mendentumkan drum mencoba menghidupkan nyawa Jimmy Chamberlin yang mampu bermain rock dengan skill jazz. Kini terdengar jelas, The Smashing Pumpkins ingin mencoba bermain mata dengan pengaruh art-rock ataupun prog, dan bisa dibilang berhasil. Ia berhasil menunjukkan bahwa kini The Smashing terdiri dari musisi yang lebih skillful, mampu melakukan komposisi rumit sekalipun. Bukan berlebihan juga bila album ini dinobatkan sebagai album The Smashing Pumpkins terbaik dari sisi kreativitas berkomposisi selama satu dekade terakhir. Namun kelebihan itu pula yang menjadi masalah mereka. Walau Oceania mengandung lagu-lagu distortif yang catchy dan gembira seperti “The Chimera”, atau lagu bertempo lambat dengan baluran synth mengiringi Corgan yang bernyanyi tentang kesendirian di “Oceania”, entah mengapa kini lagu yang seharusnya catchy kadang terdengar terlalu hiruk pikuk penuh perpindahan. Billy Corgan seperti terdengar kurang perhatian pada cara bernyanyinya, serta nada vokal yang ia pilih, sehingga terdengar kurang istimewa karena tidak melekat di kepala. Seolah banyak yang ingin disampaikan pada lirik hingga terdengar kurang sabar memilih notasi. Mungkin bila dulu justru depresi dengan anggota band yang lain memicu kreativitasnya, mungkin sudah saatnya Mike Byrne, Nicole Fiorentino, dan Jeff Schroeder mulai melawan dan niscaya mahakarya akan muncul lagi di masa depan.    
(RS/RS)

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Minggu, 20 April 2014 13:01 WIB

Puluhan Cover Dancer Siap Bertarung di Semifinal Korea National Festival 2014

Puluhan <i> Cover Dancer </i> Siap Bertarung di Semifinal Korea National Festival 2014
Festival Korea tahunan terbesar, Korea National Festival kembali digelar 2014 ini. Rangkaian acara yang semakin seru..
 
Kamis, 17/04/2014 23:16 WIB

Kotak Kemasan Vinil 'Spacerider' Milik Suri Mengandung Serpihan Meteorit

Untuk Indonesia, Record Store Day 2014 berpusat di Jakarta lewat gelaran dua hari—Sabtu (19/4) di .....
 

Incoming

Senin, 07/04/2014 12:41 WIB

Incoming: Matajiwa: Duo Folk Aneh Beramunisi Eksplorasi

“Itu semacam perumpamaan untuk definisi brengsek, tapi kalau brengsek kan masih bisa dipakai dalam hal yang positif. Nah,..

Music Biz

Rabu, 13/11/2013 11:48 WIB

Memangnya Ada Musik Indonesia?

“Memangnya ada musik Indonesia? Memangnya ada kebudayaan Indonesia?” ujar etnomusikolog Rizaldi Siagian ketika saya..

Q & A

Selasa, 01/04/2014 16:37 WIB

Q&A: Rick Ross

Obrolan tentang ganja, wanita, album barunya yang 'klasik' dan rencana evakuasi jika Miami tenggelam.