Senin, 02/07/2012 14:31 WIB
Makassar Rock Trip

Pantai Losari, Makassar (Foto: Novia Fabiola Panggeso)
PANTAI LOSARI
Landmark dari Kota Makassar. pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar ini memang menjadi lokasi wisata yang sangat dibanggakan oleh warga setempat. Di sini, Anda bisa menyaksikan salah satu pemandangan matahari tenggelam yang terindah di bumi nusantara. Sudah sering pula beberapa fotografer andal Indonesia melakukan perjalanan ke Makassar dan menjadikan tempat ini sebagai objek untuk mengejar foto matahari tenggelam yang indah. Sebelum direklamasi seperti sekarang, dahulu di pantai ini adalah tempat jualan seafood di malam hari. Jejeran warung seafood yang hampir sepanjang satu kilometer di zaman dulu membuat pantai ini mendapat julukan pantai dengan deretan warung terpanjang di dunia. Namun maraknya para penjaja seafood membuat Pantai Losari kotor akibat limbah makanan. Oleh sebab itu, pada awal tahun 2000-an pemerintah merelokasi para penjaja seafood dan merevitalisasi pantai sehingga menjadi ruang publik yang nyaman dan bersih seperti sekarang. Yang menjadi nilai tambah dari pantai ini adalah posisinya yang benar-benar berada di pusat kota Makassar sehingga untuk menikmati keindahan pantai yang tersohor dengan matahari tenggelamnya ini sangat mudah.
The Youth Cultural Capital
CHAMBERS
Chambers, yang mulai beroperasi bulan september 2003, merupakan sebuah distro terbesar dan paling laku di Makassar. Namun di luar bisnis yang berkembang, sebenarnya Chambers lebih dari sekedar sebuah distro yang menjual produk clothing dari merek lokal. Chambers adalah sebuah pusat perkembangan budaya anak muda di Makassar. Hardinansyah atau Ardy, pemilik dari distro ini adalah seorang entrepreneur yang memiliki hasrat besar terhadap segala hal yang berhubungan dengan budaya anak muda. Ia mengaku memulai Chambers bukan karena sebuah visi bisnis, “Dulu awalnya ini bermula untuk konsumsi pribadi. Koleksi kaset band lokal dari Jakarta dan Bandung, kemudian merek baju lokal. Tapi kemudian teman-teman di sini melihat dan ingin ikut memesan,” ujar Ardy. Ia mengaku bahwa berjualan juga pada awalnya dilakukan dari kamar di rumahnya. Pada saat permintaan mulai semakin besar, baru ia merasa ada kebutuhan untuk mendirikan sebuah toko. Dan ketika Chambers berdiri, toko ini harus berjalan pelan-pelan untuk menyusupkan cinta di pengunjungnya. Animo berkembang setelah ia berhasil menularkan pengetahuan akan produk-produknya. Promosi yang dilakukan termasuk mendatangkan band-band indie dari pulau Jawa. Cinta itu akhirnya bisa ditransfer kepada pemuda dan pemudi Makassar, dan Chambers akhirnya menjadi besar. Bahkan kini selain distro, badan usaha ini mulai menggeliat di bidang-bidang lain. Rock in Celebes, event rock terbesar di Indonesia Timur, adalah salah satu kegiatannya.
Selanjutnya baca edisi 87
(RS/RS)
Hasil Rating Pembaca:







Sending your message



