Senin, 02/07/2012 12:43 WIB

Q n A: Roger Waters

Oleh: Austin Scaggs
Share :   
image
Roger Waters (Foto: Facebook Page)
Jakarta - Sejak 2010, Roger Waters telah mengadakan hampir 200 konser di seluruh dunia bersama The Wall Live, penghormatan solonya untuk album klasik Pink Floyd dari 1979 itu. “Saat menciptakan The Wall, saya membayangkan itu cerita saya dan ayah saya,” kata bassist Pink Floyd itu. Ayahnya, seorang pilot Perang Dunia II, tertembak jatuh saat Waters berusia lima bulan. Kini, dia menganggap tembok raksasa yang dibangun dan dirobohkan di atas panggung setiap malam sebagai metafora yang lebih luas untuk kejamnya perang. “Kisah itu jauh lebih penting dibanding kisah saya,” kata Waters, 68 tahun, yang membawa The Wall Live ke arena dan stadion di A.S. pada musim semi dan musim panas. “Jadi jauh lebih menyentuh dibanding yang saya bayangkan 30 tahun lalu.”

Secara fisik, di manakah Anda saat batu-batu itu jatuh setiap malam?
Saya masih di atas panggung, berteriak, “Tear down the wall!” Ada hitung mundur di earpiece saya; berawal dari lima, dan saya punya tiga detik untuk menyingkir. Pada detik kedua, batu pertama jatuh ke panggung, kemudian saya melalui terowongan ke belakang panggung. Saya melepas sepatu bot dan kembali memakai sepatu tenis, mengambil terompet, minum segelas air, dan bersiap kembali ke depan untuk menyanyikan “Outside the Wall”.

Apakah Anda sudah bicara dengan David Gilmour sejak dia ikut main di “Comfortably Numb” di London pada tahun lalu?
Rasanya belum. Saya terus bergerak, dan dia menjalani hidup yang lebih tenang di pedalaman Inggris selatan. Pada malam itu, saya berterima kasih padanya, tentu saja, dan kami berbicara, tapi tidak panjang lebar.

Anda cukup sibuk belakangan ini. Apakah permainan golf Anda menderita?
Sangat! Saya punya handicap 14.9.

Apa album kesukaan Anda dalam 10 tahun terakhir?
Dirt Farmer oleh Levon Helm. Oh, saya sungguh merindukannya. Pria yang hebat.

Levon, Rick Danko dan Garth Hudson membantu Anda membawakan The Wall di tahun 1990. Bagaimana itu bisa terjadi?
Saya mengundang mereka! Saya mencintai musik mereka, dan mereka semua sungguh luar biasa. Levon mendatangi saya setelah konser. Dia menggaruk jenggotnya dan berkata, “Roger, saya suka gayamu. Saya mau memberimu topi saya.” Dia melepas topi bisbol Arkansas Razorbacks dan memberinya ke saya. Itu adalah topi memancing saya sejak itu, dan salah satu benda milik saya yang paling berharga.

Anda mengaku ke Howard Stern kalau sudah dua kali mengkonsumsi LSD: sekali di sebuah pulau Yunani, Anda tidak menyebut yang satu lagi. Itu di mana?
Dalam klub di pusat New York. Itu sekitar tahun 1968. Sebelum efeknya terasa, saya berhasil kembali ke motel Howard Johnson. Saat keadaan menjadi kacau, saya tak sanggup duduk di kamar oranye dan hijau itu. Saya berjalan ke tengah-tengah Eighth Avenue dan terjebak, menatap lampu lalu lintas. Saya menginap di toko serba ada sepanjang sisa malam. Saya tak pernah mengkonsumsinya lagi.

Apakah Anda sudah memikirkan apa yang akan terjadi setelah tur ini?
Di putaran terakhir, saya mulai menulis lagu baru yang mungkin menjadi kunci bagi setidaknya satu album lagi. Judulnya “If I Had Been God”. Saya rasa sudah siap untuk nekat – di usia ini, saya lebih peduli akan kebenaran dan tidak terlalu memikirkan akan ditembak. Kini saya mengkhawatirkan grup-grup religius ekstremis dari semua agama.

Menurut Anda, apakah agama Mitt Romney akan membuatnya kehilangan pemilih?
Sisi sinis dalam diri saya senang bahwa di antah berantah sana, ada orang-orang yang mempertimbangkan untuk menjadikan seseorang yang memakai celana dalam ajaib sebagai pemimpin bangsa ini. Saya suka itu! Orang waras tak bisa memahami bahwa ini bisa mendekati apa yang dianggap wajar. Dan mengikat anjing pada atap mobil...

Ya Tuhan!
Andai Tuhan itu ada.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Kamis, 24 April 2014 21:38 WIB

Phil Perry dan Lee Ritenour Tampil di Economics Jazz 2014

Phil Perry dan Lee Ritenour Tampil di Economics Jazz 2014
Festival tahunan Economics Jazz kembali digelar tahun ini. Mereka pun punya tamu spesial untuk edisi Economics Jazz..
 
Kamis, 24/04/2014 17:32 WIB

Itano Tomomi Akan Rilis Album Perdana 2 Juli Mendatang

Itano Tomomi, mantan anggota AKB48, akan merilis album perdana pada bulan Juli mendatang...
 
 

Incoming

Senin, 07/04/2014 12:41 WIB

Incoming: Matajiwa: Duo Folk Aneh Beramunisi Eksplorasi

“Itu semacam perumpamaan untuk definisi brengsek, tapi kalau brengsek kan masih bisa dipakai dalam hal yang positif. Nah,..

Music Biz

Rabu, 13/11/2013 11:48 WIB

Memangnya Ada Musik Indonesia?

“Memangnya ada musik Indonesia? Memangnya ada kebudayaan Indonesia?” ujar etnomusikolog Rizaldi Siagian ketika saya..

Q & A

Selasa, 01/04/2014 16:37 WIB

Q&A: Rick Ross

Obrolan tentang ganja, wanita, album barunya yang 'klasik' dan rencana evakuasi jika Miami tenggelam.