Senin, 18/06/2012 11:13 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_off

Live Review: Chinese Man dan Dubyouth

16 Juni 2012. Rolling Stone HQ, Jakarta.

Drum n' bass, dub, beat funk, reggae, hip-hop, jazz, apapun itu, semua orang menikmatinya hingga akhir
Oleh: Ayu Utami
Share :   
image
Chinese Man (Foto: Ayu Utami)
Pukul 20.20, Rolling Stone Café masih terlihat cukup lengang, padahal acara penutupan festival Seni dan Budaya Prancis harusnya sudah dimulai pukul 8 malam. Waktu kosong yang tadinya saya manfaatkan mengobrol dengan Jon (High Ku), salah satu DJ dari Chinese Man Records, akhirnya terhenti saat “Heavyweight Champion Sound Intro” dari Dubyouth Soundsystem dengan lantangnya mulai berkumandang.

Ternyata tidak butuh waktu lama untuk membuat area depan panggung utama Rolling Stone Café dipadati penonton. Sesaat setelah “Millenium Rude Boys” dimainkan oleh duo Heru (Poppa Tee) dan Memet (D’Metz), antusiasme penonton seketika membuncah dengan koor massal lagu “Whiskey & Wine”. Seolah terbius, entah dengan permainan apik antara reggae, dub, 2step hingga ragamuffin atau suasana konser masa kini yang biasanya dirayapi dengan layar ponsel melambai di udara, namun Dubyouth berhasil membuat para penggemar lama dan baru bersatu, berdansa seolah esok hari tak akan pernah ada.

Kemunculan penabuh drum Yoyo dan gitaris Richard (keduanya dari Shaggy Dog) turut bahu membahu membawakan “Get Crazy”. Penonton langsung menggila. Mosh pit ala trip hop-reggae melebar hingga barisan belakang, bergerak tanpa henti bahkan saat munculnya Yacko membawakan “Boyz Don’t Mess” dan “Brrap”. “Coba tangan di atas semua seperti tidak ada masalah!” ujar Heru yang menutup pertunjukan mereka dengan membawakan “Endless Night” kembali bersama Yoyo dan Richard.

Selang 15 menit, DJ kolektif asal Marseille, Prancis yang terdiri dari Zé Matéo, Sly dan High Ku muncul ke atas panggung. Tanpa basa basi, dentuman dub dari lagu “Stand” memanggil penonton yang sudah kembali dari mengatur pernafasan setelah melompat-lompat bersama Dubyouth Soundsystem. “Indi Groove” dan “Miss Chang” adalah beberapa lagu hasil remix dari piringan hitam lama yang sudah hampir dilupakan orang. “Saya mendapatkannya dari kakek nenek saya yang pernah tinggal lama di Hong Kong. Lalu kami mencoba mengubahnya jadi lebih menyenangkan,” cerita Jon.

Tak banyak yang tahu mengenai Chinese Man, yang sudah menelurkan tiga album dan belum mendapatkan libur selama tiga tahun terakhir akibat jadwal tur yang sangat padat. “Nama Chinese Man kami ambil dari salah satu adegan di film Ocean’s Eleven. Awalnya kami tidak ingin wajah kami dikenal, cukup musik kami. Makanya nama Chinese Man terdengar ‘aman’,” ujar Jon.

Kolaborasi dengan Adrien Hicks aka Taiwan MC menyempurnakan keseluruhan penampilan Chinese Man. “Racing With the Sun” dari album terbaru mereka membuat naik turunnya alur permainan terasa sempurna. Klimaks di lagu “I’ve Got That Tune” dan kehadiran Dubyouth Soundsytem ke atas panggung untuk kembali membawakan “Miss Chang” sebagai penutup konser menjadikan malam itu seperti berakhir terlalu cepat.

Naiknya seorang perempuan ke atas panggung, teriakan “It’s a f**kin’ great concert!” serta teguran kencang seorang penonton ke kuping saya yang berbunyi “Jangan kerja! Ini pesta!” seolah memantapkan bahwa pada malam itu Institut Francais Indonesia – Jakarta patut mendapatkan tepuk tangan, topi yang terangkat dan acungan jempol.
(RS/RS)

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Sabtu, 23 Mei 2015 01:12 WIB

Konser 'Back Again No Matter What' Boyzone di Jakarta: Obat Rindu Remaja 90-an

Konser 'Back Again No Matter What' Boyzone di Jakarta: Obat Rindu Remaja 90-an
17 tahun berselang sejak kedatangan pertama mereka ke Jakarta, Boyzone masih disambut meriah oleh teriakan riuh para..
 
Jumat, 22/05/2015 13:10 WIB

Sutradara Konfirmasi Film 'Mad Max' Akan Berlanjut

Sutradara asal Australia, George Miller, telah mengonfirmasikan kabar bahwa ia akan menggarap film lanjutan ...
 
 

Incoming

Jumat, 08/05/2015 21:38 WIB

Incoming: Blotymama, Pengusung Kebebasan Bermusik

Sebagai band baru dalam industri musik Tanah Air, Blotymama dapat dikatakan mengambil langkah yang cukup berani. Grup musik yang..

Music Biz

Selasa, 19/05/2015 16:04 WIB

Menjadi Situs Belanja Online, HMV Kembali Beroperasi

Pasca dinyatakan bangkrut dua tahun lalu, toko rekaman musik, HMV, pada pekan depan akan segera meluncurkan sebuah situs resmi..

Q & A

Senin, 11/05/2015 16:23 WIB

Q&A: Adam Horovitz (Beastie Boys)

Bagi beberapa kaum generasi X, mungkin rasanya agak merisaukan melihat Adam Horovitz alias Ad-Rock tampil secara meyakinkan (dan..