Senin, 14/05/2012 11:54 WIB

Incoming: VNS (Voiceless N Soulastic)

Merilis album 'Yang Pertama' lewat label rekaman Nagaswara.
Oleh: Reno Nismara
Share :   
image
VNS (Foto: Bayu Adhitya)
Jakarta - Dengan menjamurnya grup musik pembawa bendera jazz pop di Indonesia yang seakan tidak ada habisnya, bukan hal aneh jika sejumlah penikmat musik di sini melayangkan pikiran memohon kepada dewa musik agar persediaan band dari ranah tersebut cepat habis tersebar.

Tidak sedikit pula yang dengan seenak udel menunjuk sebuah band pop dengan sedikit sentuhan jazz sebagai band jazz pop tanpa menyimak nuansa aliran musik lain yang menyeruak. Salah satu korbannya adalah satu pemudi dan empat pemuda asal Jakarta yang menamakan diri mereka VNS, singkatan dari Voiceless N Soulastic.

Ketika nama ‘jazz pop’ disebutkan di hadapan mereka, drummer Edgar Rompas, yang masih duduk di bangku kuliah, langsung keberatan. “Orang-orang sering menganggap kami jazz, jazz, jazz, tapi itu salah. Kami adalah band pop,” ujarnya menampik saat diwawancara Rolling Stone.

Vokalis Widya Ayu Permatasari, lebih akrab dipanggil Uap, lalu menambahkan, “Malah sebetulnya, sepuluh lagu yang ada di album kami, Yang Pertama, semuanya berbeda.”

Menurut kibordis Jeremia Yordan, yang lalu disetujui oleh rekan bandnya, hal tersebut disebabkan oleh adanya dua orang yang menjabat sebagai music director pada Yang Pertama, yaitu penyanyi dan pencipta lagu ternama, Tompi, serta Alvin Lubis yang juga merupakan keyboardist untuk Erwin Gutawa Production.

Pengaruh musikal yang berbeda-beda dari setiap personel pun mereka rasa turut membantu ragam nuansa yang dimiliki VNS; sebagai contoh Yordan adalah penikmat musik gereja, bassist Tegar Maulana merupakan penggemar berat jazz, sementara gitaris Raka Hartawan mengaku sebagai penyuka musik metal.

“Benang merahnya tetap pop; secara nggak langsung komersial namun tetap menggarap lagu yang menurut kami enak,” ringkas Edgar.

Layaknya anak muda lain, VNS pun sempat menjunjung tinggi idealisme dalam bermusik, namun setelah lama terbentuk, lama-kelamaan mereka paham jalan tengah apa yang harus mereka susuri demi kemajuan band. Mereka menemukan gaya mengaransemen lagu yang memuaskan kelimanya sekaligus.

VNS sendiri pertama kali terbentuk pada 12 Januari 2008 silam saat Uap masih mengemban pendidikan di SMP Negeri 19 Jakarta, kini ia merupakan murid homeschool kelas 3 SMA.

Awalnya, VNS merupakan trio akustik yang semuanya adalah penyanyi perempuan dengan Uap merangkap sebagai gitaris. Jejaring sosial pun mereka manfaatkan demi mencari nama. Tak disangka, respon yang diterima melebihi ekspektasi; Uap bersama Kiana dan Dio diundang untuk tampil di sejumlah pentas musik.

“Dari sana saya mulai berpikir, kenapa tidak lebih serius lagi? Kenapa hanya akustik? Saya ingat kalau punya teman drummer namanya Edgar, lalu ada anak baru di SMP Negeri 19 bernama Raka yang katanya bisa main gitar. Kebetulan mereka berdua setuju untuk bergabung,” kenang Uap. Seiring berjalannya waktu, Kiana dan Dio memutuskan untuk keluar karena merasa belum siap untuk serius bermusik.

Tegar dan Yordan kemudian bergabung setelah manajer Bayu Pamungkas, kakak sepupu dari gitaris VNS yang lalu menyatakan keluar, memberi usul untuk mencantumkan mereka berdua sebagai personel VNS.

Ketika ditanya soal kelebihan VNS jika dibandingkan dengan band lain yang tergolong memiliki warna musik yang sama, Edgar menunjuk lirik sebagai kekuatan utama.

“Lirik kami lebih dalam dan mudah meresap. Mungkin banyak band yang menulis lirik dalam namun berat, tetapi lirik-lirik lagu VNS itu dalam dan mudah dicerna. Target pasar kami adalah anak muda, jadi lirik seperti itu adalah yang paling pas,” kata Uap selaku mayoritas penulis lirik.

Walau begitu, musik tetap merupakan elemen yang dikedepankan oleh VNS. “Musik adalah hal yang kami usung, tapi lirik menjadi nilai lebih VNS,” jelas Edgar.

Berbicara soal Yang Pertama, album tersebut mulai digarap pada Januari 2011 dengan lagu “Cinta Cinta Cinta” sebagai single penggoda. Pada Maret 2011, sembilan lagu lain yang kemudian mengisi album perdana VNS direkam hanya dalam jangka waktu kurang lebih tiga puluh hari. November 2011, album perdana VNS pun dilempar ke pasaran dengan bendera Nagaswara Records.

Tawaran panggung tentu saja makin marak, namun tentu saja dari segala kesuksesan masih ada poin negatif yang menyelip. Bagi VNS, poin tersebut adalah berkurangnya waktu berkumpul dengan teman mereka masing-masing. “Nggak sedikit yang bilang, ‘Yah, kenapa sih sekarang jadi susah ketemu elo? Kalau tiap minggu manggung, kapan bisa jalan sama-sama lagi?’,” ujar Uap menceritakan. Edgar pun senada bercerita: “Sama sih, teman-teman sering bilang, ‘Wah, artis elo!’ Padahal sih nggak juga.”

Tetapi bukan berarti mereka tidak menikmati setiap detik karier bermusik mereka yang masih hijau ini. Menanggapi cerita Edgar, Yordan dengan ringan melontarkan gurauan, “Aneh tuh teman elo. Masa artis? Sudah jelas masih promo!” Gelak tawa menyusul dari keempat rekannya, tawa yang juga memancarkan kepercayaan diri bahwa VNS akan terus melaju, tanpa peduli dianggap artis atau tidak.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Selasa, 21 Oktober 2014 21:35 WIB

Siti Nurhaliza Dedikasikan 'Fragmen' untuk Suami dan Korban Pesawat MH-17

Siti Nurhaliza Dedikasikan 'Fragmen' untuk Suami dan Korban Pesawat MH-17
Album ke-15 Dato' Siti Nurhaliza bertajuk 'Fragmen' mengandung sembilan buah lagu penuh cinta. Penyanyi cantik asal..
 
Selasa, 21/10/2014 22:21 WIB

Nomor Hits Utada Hikaru Akan Direkam Ulang Banyak Musisi

Untuk merayakan ulang tahun ke-15 sejak merilis debut solo pada 1999 lalu, sebuah album cover bertajuk Utada .....
 

Incoming

Rabu, 03/09/2014 11:55 WIB

Incoming: Gilbert Pohan: Penyanyi, Pencipta Lagu, Pendatang Baru, Pekerja Keras

Gilbert Pohan, penyanyi dan pencipta lagu pendatang baru yang berada di bawah naungan Musik Bagus Indonesia selaku platform..

Music Biz

Kamis, 14/08/2014 19:30 WIB

Jumat Akan Jadi Hari Rilis Musik Global

Setidaknya mulai setahun dari sekarang – sekitar Juli tahun depan – sebuah peraturan yang mengatur hari perilisan..

Q & A

Rabu, 01/10/2014 18:32 WIB

Q&A: Jack Antonoff (fun.,Bleachers)

"Saya sedang mencerna kenyataan bahwa saya yang membuat album ini,” kata Jack Antonoff. “Pada awalnya, ini terasa..