Rabu, 02/05/2012 10:12 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_half icon_star_off

CD Review: Duck Dive

Interpolarity / Hobo Cult Records

Rilisan label independen Amerika Serikat berisi tiga lagu panjang dari ahli synthesizer Indonesia
Oleh: Reno Nismara
Share :   
image
Duck Dive adalah Muhammad Fahri, akrab dipanggil Gonzo oleh teman-temannya, pemuda kelahiran 27 tahun silam yang memiliki ketertarikan akan laut, angkasa, serta nada-nada beraura new age. Tak heran, hal-hal tersebut silau terpancar pada Interpolarity via tiga lagu instrumental berdurasi panjang yang kaya akan berlapis-lapis ragam bunyi synthesizer analog serta bantuan sample suara gemericik air dan suasana hutan, termasuk di dalamnya jangkrik yang halus berbisik. Saking banyaknya bebunyian yang dilontarkan, tak jarang “Spiral Movement Attunement”, “A Flashback in Curved Space”, dan “Critical Regeneration” terdengar seperti jam session yang dilakukan oleh lebih dari tiga maestro synthesizer sekaligus. Sebagai contoh, lagu kedua pada album ini, “A Flashback in Curved Space”, yang dapat dipastikan merupakan homage untuk “A Rainbow in Curved Air” milik legenda musik minimalis bernama Terry Riley,  selaku lagu terpendek dengan durasi nyaris sembilan menit, diawali intro berupa satu jenis suara synthesizer saja, namun berangsur tambah hingga sepasang telinga Anda padat akan aliran nada futuristik yang giat berkumandang melalui ketelitian Gonzo dalam menyulam berbagai jenis suara menjadi suatu kesatuan. Lewat Interpolarity, yang hanya dirilis dalam format kaset oleh label rekaman independen Amerika Serikat, Hobo Cult Records, Gonzo seperti memposisikan dirinya sebagai pengemudi alat transportasi serba bisa bernama Duck Dive yang membawa pende-ngarnya menyelam bertualang ke kerajaan laut yang tenteram, dan kemudian terbang mengarungi kosmik luas yang mengkilap indah.
(RS/RS)

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Minggu, 26 Oktober 2014 01:11 WIB

Berdendang Bareng Angsa dan Serigala di Akhir Soundsfair 2014 Hari Kedua

 Berdendang Bareng Angsa dan Serigala di Akhir Soundsfair 2014 Hari Kedua
Setelah serangakaian musisi telah tampil, mulai dari Ipang, Cody Simpson hingga Tulus. Tiba saat dipenghujung hari..
 
Jumat, 24/10/2014 18:18 WIB

Tiket Konser 2PM di Jakarta Resmi Dijual Mulai Besok

2PM akan kembali menggelar konser di Jakarta pada 5 Desember mendatang di Istora Senayan Jakarta. Ini .....
 

Incoming

Rabu, 03/09/2014 11:55 WIB

Incoming: Gilbert Pohan: Penyanyi, Pencipta Lagu, Pendatang Baru, Pekerja Keras

Gilbert Pohan, penyanyi dan pencipta lagu pendatang baru yang berada di bawah naungan Musik Bagus Indonesia selaku platform..

Music Biz

Kamis, 14/08/2014 19:30 WIB

Jumat Akan Jadi Hari Rilis Musik Global

Setidaknya mulai setahun dari sekarang – sekitar Juli tahun depan – sebuah peraturan yang mengatur hari perilisan..

Q & A

Rabu, 01/10/2014 18:32 WIB

Q&A: Jack Antonoff (fun.,Bleachers)

"Saya sedang mencerna kenyataan bahwa saya yang membuat album ini,” kata Jack Antonoff. “Pada awalnya, ini terasa..