Senin, 02/04/2012 14:34 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_half icon_star_off

The Rain

Jingga Senja Dan Deru Hujan / Nagaswara

Satu lagi album pop rock berkualitas dari band yang masih kuat bertahan
Oleh: Hasief Ardiasyah
Share :   
image
Mempertahankan eksistensi sebuah band selama bertahun-tahun adalah hal yang sulit, digambarkan dengan kocak sekaligus memilukan oleh Indra Prasta dan Aang Anggoro dalam Komik Cihuy Anak Band. Jingga Senja Dan Deru Hujan adalah album kelima The Rain, band yang mereka bentuk 10 tahun lalu di Yogyakarta dan kini bermukim di Jakarta, dan sekaligus menjawab pertanyaan kenapa mereka masih ada, walau tak pernah menjadi band yang merajai tangga penjualan kaset, CD atau pun RBT. Albumnya dibuka dengan raungan gitar bising oleh Iwan Tanda, dentuman bas Ipul Bahri dan hentakan double pedal oleh Aang pada lagu instrumental “Banzai!”, sebelum bersambung ke “Kini Dan Nanti” di mana Indra mengimbau “Semua yang pernah kau beri pasti terbalaskan nanti, hanya waktu akan membuktikan kini atau nanti”. Ini merupakan lagu paling bising yang pernah mereka buat, sekalian pengecoh karena jika Anda pernah mendengar karya-karya The Rain sebelumnya, Anda bisa membayangkan sisa album ini seperti apa: musik dengan pengaruh kuat alternative rock ’90-an seperti Oasis dan Gin Blossoms, yang diselingi lagu klasik Is Haryanto “Sepanjang Jalan Kenangan” versi mereka. Masih ada lagu-lagu manis seputar cinta yang dikejar dan ditinggalkan, dan pada “Bermain Dengan Hatimu” dan “Perempuan Hujan” Indra masih menjadi ahli dalam bernyanyi dengan melankolis tanpa membuat pendengar ingin mencekiknya. Mereka tidak membuat lagu dengan makna ganda sok nakal, atau tren sesaat lainnya. Mereka hanya membuat musik yang mungkin takkan mengubah dunia, tapi bisa jadi dapat mengubah hari seseorang menjadi lebih cerah. Itulah yang membuat The Rain tetap bertahan: mereka tetap percaya dengan apa yang mereka lakukan, dan dunia musik Indonesia adalah tempat yang lebih baik karena mereka masih ada di dalamnya.                         
(RS/RS)

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Rabu, 26 Nopember 2014 23:45 WIB

Suara Nasionalisme di Konser 'Satu Indonesia: Salute to Guruh Soekarno Putra'

Suara Nasionalisme di Konser 'Satu Indonesia: Salute to Guruh Soekarno Putra'
Penonton bersorak-sorak meminta layar hitam yang menutupi panggung diturunkan. Itulah pemandangan pertama ketika ribuan..
 
Rabu, 26/11/2014 22:32 WIB

Kim Soo Hyun Meraup Rp 900 Miliar Hanya di Tiongkok

Aktor terkenal Korea Selatan, Kim Soo Hyun dalam kurun waktu kurang dari satu tahun berhasil mengumpulkan ...
 
 

Incoming

Rabu, 05/11/2014 21:26 WIB

Incoming: Aljabar, Unjuk Gigi Unit Hip Hop Jazz Semarang

Kancah hiphop Semarang barangkali terbilang miskin rilisan, begitu pula jazz. Kehadiran Aljabar berada pada dua kanal yang..

Music Biz

Senin, 24/11/2014 19:58 WIB

CEO Mundur, Masa Depan Vevo Terancam

Vevo dikabarkan tengah bermasalah. Rencana mereka untuk menjual perusahaan dengan harga 1 miliar AS gagal walaupun Yahoo,..

Q & A

Selasa, 18/11/2014 18:12 WIB

Q&A: Tonstartssbandht

Album Smiley Smile dari The Beach Boys boleh saja disambut dengan kebingungan publik saat pertama kali dirilis pada September..