Senin, 02/04/2012 11:23 WIB

Rock n Roll: Suntikan Segar The Vaccines

Oleh: Hasief Ardiasyah
Share :   
image
The Vaccines (Foto: Hasief Ardiasyah)
Jakarta - Wawancara dengan separuh anggota The Vaccines berjalan lancar sejauh itu. Gitaris Freddie Cowan semangat menceritakan bagaimana hari pertama mereka di Singapura dihabiskan di taman hiburan Universal Studios, sedangkan bassist Arni Arnason memamerkan foto The Vaccines saat bermain sepak bola bersama Cage the Elephant dan Foster the People ketika band-band itu ikut rangkaian tur festival Big Day Out di Australia beberapa hari sebelumnya.

Tapi saat beralih ke topik media musik yang menggembar-gemborkan terpuruknya musik rock & roll, dengan menyebut The Vaccines sebagai band yang gagal membangkitkan kembali popularitas genre tersebut, Cowan naik pitam. “Lihat festival mana saja, dan bagaimana orang-orang datang ke festival setiap tahun untuk menonton band bergitar. Ada ratusan ribu orang! Rock & roll akan selalu penting,” kata Cowan, mewakili bandnya yang sedang berada di Singapura pada Februari lalu sebagai band pembuka konser Kasabian yang diselenggarakan LAMC Productions.

Lucunya, asal mula The Vaccines bukan sebagai grup rock & roll. Sebelum terbentuk di tahun 2010, keempat anggotanya sudah malang melintang dengan berbagai proyek. Vokalis-gitaris Justin Young sempat menjadi musisi folk di bawah nama Jay Jay Pistolet dan berkecimpung di kancah yang menelurkan Mumford & Sons dan Laura Marling, tapi tak mencapai kesuksesan serupa dengan rekan-rekannya itu. “Saya rasa cukup sederhana alasan kenapa dia tak mencapai sukses seperti rekan-rekannya di kancah itu, karena memang kurang bagus,” kata Arnason dengan lugas. “Kalau kita cukup bagus, kita akan mendapat kesempatan.”

Akhirnya Young membentuk The Vaccines bersama Cowan, Arnason dan drummer Pete Robertson, tapi mereka butuh waktu untuk menemukan identitas. “Kami berawal sebagai band yang sangat esoteris, eksperimental, menonjolkan noise. Lebih seperti Sonic Youth,” kata Cowan. Terobosan baru didapat saat The Vaccines menciptakan “If You Wanna”, yang memadukan energi tanpa basa-basi ala Ramones dengan kebisingan The Jesus and Mary Chain dan manisnya grup pop ’50-an dan ’60-an. “Itu butuh 10 menit untuk ditulis. Kami tertawa, kami merasa itu lelucon karena begitu berbeda dari apa yang kami buat sebelumnya. Dan kami memutuskan bahwa itu terasa lebih pas,” kata Cowan. Arnason menambahkan, “ ‘If You Wanna’ adalah penentu jalan, lagu pertama yang terbentuk sebagai lagu pop. Itu juga demo pertama yang kami rekam, lagu pertama yang diputar di radio, lagu pertama yang muncul di Internet.”

Dengan kesederhanaan dan kekuatan “If You Wanna”, “Post Break-Up Sex” dan lagu-lagu lain di album debut What Did You Expect From the Vaccines?, wajar jika band tersebut menjadi topik hangat di media musik seluruh dunia. The Vaccines tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan bekerja keras dengan tampil sebanyak mungkin di seluruh dunia, serta mempersiapkan materi baru setiap ada waktu kosong dalam jadwal tur. Saat tampil selama 40 menit pada malam itu di Fort Canning Park, The Vaccines membawakan tak kurang dari 13 lagu, termasuk dua lagu baru – “Teenage Icon” dan “No Hope” – yang mungkin akan masuk ke album kedua yang sedang direkam dengan produser Ethan Johns. “Dia belum pernah membuat album yang jelek,” kata Cowan tentang Johns, yang sebelumnya menangani album-album oleh Kings of Leon, Paolo Nutini dan Ryan Adams. “Dia tidak selalu membuat album yang meledak, tapi kami tidak peduli. Kami hanya merasa dia membuat album bagus.” Arnason menambahkan, “Dia akan membuat kami bekerja sangat keras, dan itu sangat penting. Terlalu cepat puas adalah musuh terbesar dalam studio, dan dia akan benar-benar memacu kami dan itu akan menarik.”
“Kami akan melakukan ini, terlepas dari apakah orang-orang ingin mendengarnya atau tidak, dan kami ingin melakukannya dengan benar,” kata Cowan.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Senin, 30 Maret 2015 21:11 WIB

Manggung di Jamaika, Ras Muhamad Tampil di 'Tanah Leluhur' Musik Reggae

Manggung di Jamaika, Ras Muhamad Tampil di 'Tanah Leluhur' Musik Reggae
Jamaika disebut menjadi 'tanah leluhur' untuk musik reggae. Tak heran, musisi reggae dari segala penjuru dunia pun..
 
Senin, 30/03/2015 20:48 WIB

Noel Gallagher: 'Solo Karir Menghabiskan Banyak Uang'

Sejak bandnya resmi bubar pada 2009 lalu, vokalis dan gitaris Noel Gallagher kemudian merekam album dan ...
 
 

Incoming

Kamis, 05/03/2015 13:32 WIB

Incoming: Gerram, Amarah dari Selatan Sumatera

Darah sedang mengalir dua kali lebih cepat.
Untuk pertama kalinya sejak resmi dibentuk empat tahun silam, Gerram sedang..

Music Biz

Jumat, 27/03/2015 17:59 WIB

Bersaing dengan Spotify, Apple Akan Luncurkan Layanan Streaming Musik

Apple dan Beats akan terjun pula ke dalam kancah persaingan melawan Spotify dengan mengembangkan aplikasi layanan streaming..

Q & A

Kamis, 26/03/2015 19:28 WIB

Abdee Negara: 'Slank Sebenarnya Nggak Tahu Sakit Saya'

Setelah divonis mengalami gagal ginjal sejak 4,5 tahun lalu, gitaris Slank, Abdee Negara akhirnya secara terbuka mengungkapkan..