Jumat, 27/01/2012 14:35 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_half

Live Review: Katy Perry

Sentul International Convention Centre, 20 Januari 2012

Konser Musik paling diantisipasi di awal tahun, sukses total!
Oleh: Ricky Siahaan
Share :   
image
Konser Katy Perry di SICC (Foto: Dok. Istimewa)
Wara wiri berita dan tingginya ekspektasi terhadap konser Katy Perry, ratu pop dunia, terbayar lunas. Ribuan penonton yang memenuhi SICC mendapatkan ganjaran setimpal untuk apa yang mereka bayarkan, yakni sebuah pertunjukan spektakuler dengan produksi superserius lengkap dengan visual tematik tur California Dreams yang terkenal itu. Dengan warna biru dan merah muda, tiga layar besar di atas panggung menunjukkan jalan cerita yang merupakan benang merah semua lagu yang dibawakan Perry malam itu. Dibuka dengan “Teenage Dream” dan kemudian berlanjut ke “Hummingbird” dan juga “Waking Up In Vegas”, dibawakan dengan konsep yang memberikan kesan kepada penonton bahwa mereka sedang menyaksikan sebuah teater musikal. Perbedaannya adalah lagu yang dibawakan merupakan deretan hits pop yang saat ini tengah berjaya di dunia musik. Di lagu keempat, sudah bisa ditebak bahwa selama set penonton akan total dimanja dengan gimmick di tiap lagunya, dan benar saja. “Ur So Gay” menampilkan dua orang pantomim yang menari bersama Perry.

Spektakuler mungkin merupakan kata yang paling tepat menggambarkan suasana konser Katy Perry malam itu, baik dari sisi kostum, gimmick, tarian para penari, begitu pula suara Perry yang demikian prima walau selama set sepanjang satu setengah jam ia sibuk menari dengan koreografi yang menawan. Dan salah satu yang paling juara adalah begitu kerasnya suara para penonton mengikuti tiap lagu yang dinyanyikan dari awal show hingga berakhir. Rolling Stone menyaksikan kepiawaian Perry dalam menghadirkan hiburan ‘semua umur’ yang mampu mencapai semua penggemarnya. Seperti dunia fantasi yang menjadi benang merah cerita dari pertunjukannya, dijamin mampu membuat ABG memperdalam cintanya kepada Perry. Sang ibu dan ayah yang menemani pasti juga akan terhibur oleh betapa andalnya Katy Perry menyelipkan humor dewasa pada pertunjukannya. Seperti adegan ketika ia mabuk setelah memakan sepotong brownie, atau saat lagu “Peacock” ia bernyanyi: “I want to see your peacock...cock...cock..cock,” sambil melakukan ge-rakan memaju-mundurkan mikrofon di depan bibir, dijamin bisa membuat mata para ayah membelalak (belum lagi mendengar unsur kesengajaan kata ‘peacock’, sangat mampu diplesetkan ke kata ‘big cock’).

Kenakalan-kenakalan ini yang membuat konser Perry begitu nyaman diikuti, dan dinikmati. Emosi penonton diaduk dan histeria menggila saat ia memanggil penggemar pria bernama Adry yang kemudian diciumnya, dan Adry yang membalas dengan mencium Perry di atas panggung, sebelum lagu “I Kissed A Girl” digelontorkan. Tembang “Fireworks” megah dengan nyala kembang api yang meletup-letup. Sampai ke encore “California Girls” membuat seisi gedung berdansa resah. Tirai penutup panggung pun pada akhirnya turun, menandakan berakhirnya salah satu konser musik pop terbaik yang pernah diadakan di Indonesia.
(RS/RS)

Share:

Komentar terkini (1 Komentar)
rudi peacock...cock...,hahaha
1 

Kirim komentar anda:

Beri komentar sebagai Guest:

logo_detikhot 
 
Rabu, 22 Februari 2012 18:07 WIB

Motorhead Larang Penggemar Beli Boxset Terbaru

http://images.detik.com/content/2012/02/22/1093/Lemmy-Kilmister.jpg
Lemmy Kilmister, frontman grup pionir heavy metal asal Inggris, Motorhead, mengungkapkan..
 

Incoming

Jumat, 27 Januari 2012 11:09 WIB

Incoming: Stereocase, Kisah Klasik

Baru merilis album perdana dengan bantuan produser Joseph Saryuf

Music Biz

Minggu, 01 Januari 2012 08:30 WIB

Music Biz: Music Apartheid

Ringback tone (RBT) yang menjadi penyelamat sebagian pihak di industri musik Indonesia mulai mengalami penurunan drastis! Kasus..

Q & A

Jumat, 27 Januari 2012 09:57 WIB

Q n A: Flea

Tentang masuk Rock and Roll Hall of Fame, mengumpulkan buku langka dan bermain funk selama tiga dekade.