Jumat, 27/01/2012 11:09 WIB

Incoming: Stereocase, Kisah Klasik

Oleh: Reno Nismara
Share :   
image
Stereocase (Foto: Bayu Adhitya)
Jakarta - Perkenalkan, empat musisi muda Fadli Rezasyah, Rifqi Fuad, Richard Emanuel, dan Doni Garna, tergabung dalam sebuah aliansi asal Jakarta bernama Stereocase yang meleburkan unsur pop, funk, sampai rock demi menggapai warna musik tersendiri dan sekaligus menggaet pendengar dalam jumlah banyak.

“Terus terang tujuan kami dalam bermusik adalah menggabungkan idealisme dengan nilai penjualan album yang setara dengan band mainstream. Kami ingin musik yang kami ciptakan dengan jujur didengar orang banyak,” jawab Fadli, vokalis dan penulis lirik Stereocase, soal tantangan dalam menggarap album penuh perdana bandnya, Bicara.
Memang, sepuluh lagu yang tersebar pada album itu terdengar berupaya membaurkan secara seksama tumpukan sound rumit dengan kerenyahan nada pop yang mudah dicerna telinga.

Sejarah pertemuan kuartet ini klasik. Fadli bersama adiknya, drummer Rifqi Fuad, akrab dipanggil Iqif, memiliki niatan untuk membentuk sebuah band serius tanpa melibatkan teman sepermainan mereka demi mendapatkan hasil maksimal. Wajar saja, darah musik mengalir deras di dalam tubuh mereka. Ayah kakak beradik tersebut sempat tercatat sebagai musisi pendukung Giant Step dan Farid Hardja, sementara paman mereka adalah Sammy Zakaria, drummer band rock progresif Indonesia berpengaruh, Shark Move.

Mereka berdua rutin melakukan jamming dengan orang baru sampai tahun 2008, ketika Iqif, yang saat itu sedang mengemban pendidikan kuliah, mengajak teman barunya di kampus, gitaris Richard Emanuel. Tak lama setelah itu, sebuah forum komunitas di Internet membawa mereka bertiga untuk berkenalan dengan penggemar The Police, bassist Doni Garna.

Hanya butuh satu kali latihan bagi empat pemuda tersebut untuk mendapatkan reaksi kimia yang kemudian menjadi penentu terjalinnya kerja sama antara mereka berempat. Bahkan, sebuah lagu berjudul “Wake Me” langsung tercipta pada hari itu, yang sayangnya tidak dimasukkan ke album Bicara. “Suatu saat mungkin akan kami cantumkan ke dalam album Stereocase,” ujar Fadli dengan senyum mengambang di wajahnya.

Petualangan panggung Stereocase pun dimulai setelah itu. Penampilan demi penampilan mereka lalui tanpa pandang bulu hingga sebutan “band fleksibel” mereka sematkan sendiri untuk Stereocase. Mulai dari tampil reguler di kafe berkat tawaran teman, dipekerjakan untuk gathering perusahaan, acara pernikahan, meramaikan pesta ulang tahun, pentas seni sekolah menengah atas, hingga tampil di festival musik rock terbesar Asia Tenggara, Java Rockin’land telah mereka lahap demi menelan pengalaman dengan tampil di beragam jenis acara tersebut.

Petualangan itu terbukti membuahkan hasil. Mereka diganjar penghargaan Best Newcomer Award pada Indonesia Cutting Edge Music Awards (ICEMA) 2010 berkat lagu “Just Called Life”, lagu dengan aura Incubus kental, pembuka untuk album Bicara.
Seperti yang sudah dapat diprediksi, tawaran dari label rekaman pun berdatangan hingga akhirnya seorang teman menawarkan Stereocase untuk bergabung di bawah naungan label rekaman NuBuzz. Soal ini, Fadli menerangkan: “Ada seorang teman yang sangat tertarik untuk mengajak kami bergabung di NuBuzz. Mereka membebaskan kami untuk berkarya, tidak ada batasan. Kenapa tidak dijalankan? Kebebasan itulah yang membuat Stereocase mencapai kesepakatan dengan NuBuzz.”

Namun, fakta bahwa Stereocase dapat tampil reguler di kafe berkat tawaran seorang teman dan dikontrak NuBuzz lagi-lagi karena teman membuat mereka seakan hanya mengandalkan luasnya area networking yang mereka miliki, walau Fadli tidak setuju. “Networking itu sangat penting. Tapi di luar itu, kondisi di dalam bandnya sendiri lebih berpengaruh. Percuma punya link luas kalau kami main tidak becus. Internalnya sendiri harus kuat. Setelah produknya sendiri sudah benar, networking menjadi faktor penting selanjutnya. Kami bisa mendapatkan kesempatan-kesempatan baru karenanya,” terang Fadli diplomatis.

Untuk penggarapan album Bicara, Stereocase mendapat bantuan dari Joseph Saryuf yang belakangan ini sedang laku keras sebagai produser. Iyub, panggilan Joseph Saryuf, dipilih setelah mereka jatuh hati mendengarkan produksi album Rise and Start Again milik Bayu Risa yang kebetulan digarap otak Santamonica tersebut. “Dari awal kami merasa bahwa Iyub sangat cocok dengan tujuan utama Stereocase, yaitu meleburkan pop, funk, sampai rock. Kami yakin ia dapat melengkapi hal-hal yang dibutuhkan Stereocase. Kebetulan kami merekam lagu ‘Just Called Life’ di Sinjitos (studio musik milik Iyub), jadi sudah saling kenal sebelum penggarapan album Bicara,” kata Fadli.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:   icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_off icon_star_off

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Kirim komentar anda:

Beri komentar sebagai Guest:

logo_detikhot 
Kamis, 17 Mei 2012 19:03 WIB

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah
Konser penyanyi Lady Gaga yang terancam batal tak hanya mengecewakan para penggemarnya yang memiliki sebutan Little Monster. Artis Marissa Nasution bahkan bisa marah jika memikirkannya.
 
Rabu, 16 Mei 2012 17:46 WIB

/rif Jadi Raja Sehari di Cikapundung

http://images.detik.com/content/2012/05/16/1093/rif-21.jpg
Salah satu momen khusus di konser ulang tahun /rif ke-18 adalah ketika drummer Magi mencium bibir sang..
 
 

Incoming

Senin, 14 Mei 2012 11:54 WIB

Incoming: VNS (Voiceless N Soulastic)

Dengan menjamurnya grup musik pembawa bendera jazz pop di Indonesia yang seakan tidak ada habisnya, bukan hal aneh jika sejumlah..

Music Biz

Selasa, 28 Februari 2012 14:10 WIB

Music Biz: Akhirnya, Ledakan Konser di Indonesia

Kerusuhan di luar stadion saat konser Metallica digelar oleh promotor AIRO pada 10 April 1993 silam yang membumihanguskan kawasan..

Q & A

Rabu, 02 Mei 2012 09:22 WIB

Q n A: Judika

Tentang single terbaru dan rencana album perdana Mahadewa