Jumat, 22/07/2011 10:12 WIB

Yockie Suryo Prayogo: Efek Rumah Kaca dan Sore Disingkirkan Industri

Menurutnya itu karena mereka peduli pada hal lain selain ekonomi.
Oleh: Rama Wirawan
Share :   
image
Yockie Suryo Prayogo (Foto; Rama Wirawan)
Jakarta - Musisi, pengarah musik, pencipta dan penggubah lagu legendaris yang dikenal luas sebagai mantan pemain keyboard band rock God Bless, Yockie Suryo Prayogo, melihat bahwa budaya pop dewasa ini merupakan sebuah kemunduran jika dibandingkan dengan era ‘70an atau ‘80an. Hal itu ia ungkapkan saat berbicara pada jumpa pers Yockie Suryo Prayogo Reunion: Because of Love yang berlangsung Kamis [21/7] siang di Hotel Sultan, Jakarta.

Pandangan tersebut didasari pada pemikirannya bahwa pop seharusnya mempunyai muatan yang bermanfaat bagi peradaban dan kebudayaan. Sedangkan saat ini, menurut Yockie, pop sedang ditunggangi oleh kepentingan ekonomi dan politik yang membuat aspek kulturalnya diabaikan.

Selain itu, Yockie melihat musisi-musisi era sekarang yang berupaya untuk tetap memberikan perhatian pada aspek selain ekonomi disingkirkan oleh industri. “Banyak anak-anak muda yang seperti saya maksudkan tadi. Ada Efek Rumah Kaca, ada Sore, ada macam-macam. Cuman peranan mereka disingkirkan. Dianggapnya, ‘Ngerusuhin aja nih. Bikin pusing aja!’” kata Yockie.

Menurut Yockie, kultur pop seyogyanya tidak lepas dari kebudayaan secara utuh. Sedangkan ia melihat banyak band-band baru bermunculan yang hanya memikirkan aspek ekonomi saja. “Anak muda sekarang tahunya main musik pokoknya harus ada duit, terkenal, jadi selebritis. Selesai sampai di situ. Dia tidak bersentuhan dengan aspek-aspek lainnya. Dia tidak bersentuhan dengan Nazaruddin, Lapindo. Urusannya cuma ‘aku cinta padamu’, ‘aku ingin kamu’, ‘sayangilah aku’, ‘cintailah aku’, urusannya cuma sebatas itu aja,” ucap Yockie saat berbincang-bincang dengan Rolling Stone.

“Tidak harus berpolitik. Cuman peka terhadap lingkungan, apa yang terjadi di lingkungan. Efek Rumah Kaca dianggap sama industri kan, ‘Ah ini bukan pasar ini. Orang-orang nyentrik.’ Kasarnya kan begitu. Sama kayak saya jaman dulu juga sempat digituin,” imbuh pria berusia 57 tahun yang telah menciptakan banyak lagu untuk penyanyi seperti Vina Panduwinata, Fariz RM Nicky Astria, Chrisye dan lain-lain itu.

“Karena itulah dulu saya bikin Musik Saya Adalah Saya [album Yockie tahun 1979],” imbuhnya lagi. “Itu juga kondisinya kayak begitu dulu. Saya dianggap nyeleneh. Saya bikin sendiri aja. Makanya saya katakan, ‘Gua nggak mau diatur sama industri.’”

Yockie kemudian mengatakan, berkesenian adalah bagian interaksi dengan kondisi sosial masyarakat. Dan karenanya bermusik baginya merupakan pengabdian terhadap kehidupan yang dibingkai dalam sebuah karya seni. Untuk itu Yockie berpikir bahwa dalam menciptakan musik, idealnya seorang musisi tidak boleh lepas dari realitasnya. “Lepas dari realitas inilah yang dipelihara sama industri sekarang, ‘Udah, segini aja lo.’ Malah dieksploitasi habis-habisan,” tandasnya.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Minggu, 20 April 2014 13:01 WIB

Puluhan Cover Dancer Siap Bertarung di Semifinal Korea National Festival 2014

Puluhan <i> Cover Dancer </i> Siap Bertarung di Semifinal Korea National Festival 2014
Festival Korea tahunan terbesar, Korea National Festival kembali digelar 2014 ini. Rangkaian acara yang semakin seru..
 
Kamis, 17/04/2014 23:16 WIB

Kotak Kemasan Vinil 'Spacerider' Milik Suri Mengandung Serpihan Meteorit

Untuk Indonesia, Record Store Day 2014 berpusat di Jakarta lewat gelaran dua hari—Sabtu (19/4) di .....
 

Incoming

Senin, 07/04/2014 12:41 WIB

Incoming: Matajiwa: Duo Folk Aneh Beramunisi Eksplorasi

“Itu semacam perumpamaan untuk definisi brengsek, tapi kalau brengsek kan masih bisa dipakai dalam hal yang positif. Nah,..

Music Biz

Rabu, 13/11/2013 11:48 WIB

Memangnya Ada Musik Indonesia?

“Memangnya ada musik Indonesia? Memangnya ada kebudayaan Indonesia?” ujar etnomusikolog Rizaldi Siagian ketika saya..

Q & A

Selasa, 01/04/2014 16:37 WIB

Q&A: Rick Ross

Obrolan tentang ganja, wanita, album barunya yang 'klasik' dan rencana evakuasi jika Miami tenggelam.