Senin, 23/05/2011 10:22 WIB

Rolling Stone Editors' Choice 2011: Tommy Pratama

Oleh: rollingstone
Share :   
image
Tommy Pratama (Foto: Ardianto)
Jakarta - Sudah dua bulan berlalu sejak promotor tommy pratama dari Original Productions sukses menampilkan raksasa heavy metal legendaris dunia asal Inggris, Iron Maiden, berkonser di Indonesia namun ia mengaku masih serasa bermimpi. Ia bahkan berkali-kali berkata masih tidak percaya akhirnya dapat mengundang salah satu band terbesar di dunia favoritnya, yang telah menjadi obsesi selama lima tahun terakhir ini, untuk tampil, tak hanya sekali, namun dua kali, di Jakarta dan Bali yang sekaligus merupakan tanah airnya tercinta. “Saya merasa bersyukur kepada Allah dan dan berterima kasih untuk semua kelancaran ini. Sampai sekarang saya masih merasa ini seperti mimpi, dan ada hal-hal yang saya yakini adalah pertolongan dari Tuhan. Ini semua terjadi bukan karena saya, tetapi karena doa dan dukungan dari semuanya. Itu yang saya rasakan,” ujar Tommy merendah saat ditemui Rolling Stone di suatu sore akhir pekan di kantor Original Productions yang terletak di bilangan Radio Dalam, Jakarta.

Perjuangan Tommy Pratama untuk meyakinkan Iron Maiden untuk konser di Indonesia memang sama sekali tidak mudah dan tidak instan. Band yang berpengaruh besar bagi banyak band besar di dunia termasuk Metallica ini selain bayarannya mahal, terkenal sangat selektif dan punya technical riders rumit. Untuk mewujudkan obsesinya tersebut Tommy bahkan hingga terbang ke Inggris guna bertemu langsung Iron Maiden beserta manajemen mereka. Tujuannya cuma satu, meyakinkan Iron Maiden bahwa mereka harus berkonser di Indonesia!

Di dalam negeri sendiri, hambatan bukan tidak ada. Ketika kabar bahwa Iron Maiden akan tampil di Indonesia terkuak resmi sekitar bulan November tahun lalu, banyak pihak yang meragukan dirinya dan menganggap Tommy hanya membual belaka. Bahkan hingga sehari menjelang konser Iron Maiden digelar, komentar sinis pun tak juga surut. Ini dilatarbelakangi ketidakpercayaan banyak orang akibat beberapa konser yang sempat dijanjikan Original Productions batal menjadi kenyataan, misalnya Dream Theater dan Whitesnake.

Baru ketika pesawat resmi kenegaraan Iron Maiden, Ed Force One dengan pilot vokalis Bruce Dickinson, benar-benar mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 16 Februari silam, semua pihak yang menganggap remeh perjuangan Tommy langsung bungkam seribu bahasa.

Semua pihak tercengang dan semua media massa di Indonesia spontan mendadak metal. Semua orang bahkan ibu-ibu sekalipun fasih berbicara tentang Iron Maiden dan pesawat terbang mereka hari itu. Sebuah tabloid yang sehari-hari mengulas gosip selebriti dan resep masak paling mutakhir bahkan merasa perlu memberitakan Iron Maiden sebanyak dua halaman penuh. Semua orang seperti terjangkit wabah Iron Maiden.

Kedatangan Iron Maiden beserta Flight 666 di Bandara Soekarno-Hatta dan konferensi pers mereka menerima liputan yang luar biasa besar dari hampir semua stasiun televisi nasional serta media cetak nasional terkemuka hingga berbagai stasiun radio ternama.
Tak pernah ada sebelumnya di Indonesia artis internasional yang membuat heboh mulai dari kedatangan hingga kepulangannya seperti yang terjadi dengan Iron Maiden.

Ratusan Troopers (penggemar setia Iron Maiden) yang menyambut dengan gegap gempita kedatangan mereka di bandara hingga kabar tentang banyaknya penggemar yang ditangkap polisi bandara Ngurah Rai Bali akibat nekat menerobos penjagaan hanya untuk berpose bersama pesawat tersebut adalah beberapa buktinya.

Mereka membawa pesawat terbang yang diterbangkan oleh vokalisnya sendiri dan membawa serta pula puluhan kru dan lebih dari 10 ton logistik manggung mereka di dalam pesawat tersebut. Tercatat memang hanya Iron Maiden satu-satunya di dunia yang dapat melakukan tur konser seperti ini.

Konser Iron Maiden sendiri di Jakarta dan Bali tercatat sebagai konser musik cadas terbesar dan termegah dalam 18 tahun terakhir di tanah air. Di tahun 1993, konser Metallica yang walau sukses namun menuai kerusuhan besar kerap menjadi momok yang menghantui benak pikiran banyak pihak saat konser musik keras seperti ini digelar kembali.

Tak heran jika selama puluhan tahun pemerintah pun sempat melarang digelarnya konser-konser musik bertegangan tinggi di seluruh Indonesia. Semua catatan hitam tersebut tentu menjadi beban tambahan yang mesti dipikul sang promotor.
”Ini merupakan pertunjukan terbesar bagi Original Production selama 20 tahun kami berada di bisnis ini. Apalagi outdoor show dan produksi yang sangat rumit.

Alhamdulillah, tidak ada kerusuhan atau hujan. Dan yang penting, seperti Bruce Dickinson bilang, ’Tidak ada masalah dengan perbedaan agama dan perbedaan warna kulit di konser Iron Maiden.’ Kata-kata Bruce itu bagi saya sangat mengharukan. Karena itu adalah misi kami juga, bahwa musik rock adalah musik perdamaian dan musik bagi semua orang,” ujar Tommy mantap.

Alhasil, konser Iron Maiden pada 17 Februari silam di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta dihadiri lebih dari 20.000 penonton dari berbagai macam usia dan latar belakang. Belakangan bahkan terkuak pula fakta ada seorang penonton yang tidak mampu membeli tiket sehari sebelumnya terpaksa menyusup dan menginap di bawah panggung ditemani ular dan nyamuk hanya untuk menyaksikan band idolanya tampil untuk pertama kalinya di Indonesia.

Sementara konser kedua di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali tak kurang dihadiri sekitar 7.000 penonton yang kebanyakan berasal dari turis-turis luar negeri. Yang terjauh dan sempat terdeteksi adalah beberapa penggemar asal Gottenburg, Swedia, yang terbang khusus ke Indonesia untuk menyaksikan dua konser Iron Maiden di sini. Ribuan lainnya ada yang datang dari Malaysia, Singapura, Australia, Jepang hingga India.

Selanjutnya baca edisi 73

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:   icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (1 Komentar)
cukuptulus tokoh yang diangkat menarik dan pantas. sayang,tulisannya..aduh tulisannya...mengecewakan....l ebar.
1 

Kirim komentar anda:

Beri komentar sebagai Guest:

logo_detikhot 
Kamis, 17 Mei 2012 19:03 WIB

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah
Konser penyanyi Lady Gaga yang terancam batal tak hanya mengecewakan para penggemarnya yang memiliki sebutan Little Monster. Artis Marissa Nasution bahkan bisa marah jika memikirkannya.
 
Rabu, 16 Mei 2012 17:46 WIB

/rif Jadi Raja Sehari di Cikapundung

http://images.detik.com/content/2012/05/16/1093/rif-21.jpg
Salah satu momen khusus di konser ulang tahun /rif ke-18 adalah ketika drummer Magi mencium bibir sang..
 
 

Incoming

Senin, 14 Mei 2012 11:54 WIB

Incoming: VNS (Voiceless N Soulastic)

Dengan menjamurnya grup musik pembawa bendera jazz pop di Indonesia yang seakan tidak ada habisnya, bukan hal aneh jika sejumlah..

Music Biz

Selasa, 28 Februari 2012 14:10 WIB

Music Biz: Akhirnya, Ledakan Konser di Indonesia

Kerusuhan di luar stadion saat konser Metallica digelar oleh promotor AIRO pada 10 April 1993 silam yang membumihanguskan kawasan..

Q & A

Rabu, 02 Mei 2012 09:22 WIB

Q n A: Judika

Tentang single terbaru dan rencana album perdana Mahadewa