Hot News
Rabu, 10 Maret 2010 19:54 WIB     
Souleh and Soulehah Tampil Fantastis di Rolling Stone Release Party
Gugun Blues Shelter sukses menyengat, Pas menggeber "Yesterday"
Oleh : Reno Nismara
Foto : Drigo L. Tobing
Bookmark and Share

“Lagu ini didedikasikan kepada orang-orang yang telah menyita waktu kami dalam bermusik,” begitu kata Gugun, frontman Gugun Blues Shelter sebelum membawakan lagu terbaru dengan sentuhan stoner rock berjudul “White Dog” sebagai penutup penampilan mereka di Rolling Stone Release Party Edisi Maret 2010 pada Selasa (9/3) malam.

Intro dengan rif stoner rock yang berat dan epic pun menggaung ke seluruh penjuru ruangan. Penggalan lirik yang ofensif berbunyi “talking like a white dog” terdengar berkali-kali di lagu ini. Lagu “White Dog” ini seperti sebuah ode fuck you dari Gugun Blues Shelter yang dialamatkan ke sebuah label rekaman berlogo anjing putih yang memang menyita waktu Gugun (vokalis/gitaris), Jon Armstrong (bass), dan Bowie (drum) dalam bermusik.

Trio blues rock ini seharusnya tampil pada Rolling Stone Release Party bulan lalu, namun karena insiden mati listrik yang melanda sepanjang Jalan Ampera, penampilan mereka akhirnya tertunda satu bulan lamanya. Seperti biasa, band yang baru saja merilis album ke empat (album ketiga sementara di skip - Red) ini bermain sangat atraktif. Mereka seperti ingin membayar hutang kepada para penonton yang kecewa atas ditundanya penampilan mereka sebulan lalu. Beberapa lagu yang mereka bawakan semalam diambil dari album self-titled terbaru mereka, yang rilis saat konflik antara Gugun Blues Shelter dengan label lamanya. Selain atraktif, kata lain yang tepat untuk mendeskripsikan penampilan mereka adalah orgasmik.

Rolling Stone Release Party yang kini dipersembahkan oleh LangitMusik bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret. Para penonton yang hadir seperti merayakannya dengan menyaksikan band-band lokal berkualitas persembahan majalah Rolling Stone Indonesia. Seperti biasa, editor Rolling Stone Soleh Solihun bertindak sebagai Master of Ceremony untuk acara ini. Selain Gugun Blues Shelter yang tampil di urutan keempat, penampil-penampil acara ini adalah Elda and the Triggers, sang pengusung rock n’ roll ringan dari Bogor, pemilik suara angelic Bonita, Souleh and Soulehah yang soulful, dan terakhir Pas, band asal Bandung yang merupakan salah satu pionir gerakan musik independen di Indonesia.

Elda and the Triggers adalah pembuka acara bulanan ini. Band asal Bogor yang baru merilis album debut bertitel Moments ini membawakan 6 buah lagu dari album tersebut. Mungkin semacam promosi agar dapat menarik penonton untuk membeli album tersebut. Musik rock n’ roll ringan yang mengingatkan kita dengan Oppie Andaresta terdengar di lagu-lagu Elda and the Triggers. Lagu-lagu berjudul “Apa Maunya”, “Selamat Pagi”, “Lebih Satu Jam”, “Kasmaran Dengan Mantan”, “Penebar Pesona”, dan “Dunia Gemerlap” dibawakan oleh band ini. Bisa terlihat dari judul-judul lagu bahwa departemen lirik bukanlah kekuatan terbesar Elda and the Triggers, namun keberanian band ini dalam membawakan musik rock n’ roll di tengah hingar bingarnya cengkok Melayu patut diacungi jempol. Mungkin, dari bantuan lirik lah Elda and the Triggers ingin mencoba untuk menembus pasar yang lebih luas.

Biduan bersuara indah, Bonita, mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan aksi Elda and The Triggers di Rolling Stone Release Party kali ini. Sebuah estetika etnik mendampingi penampilan Bonita. Adik kandung musisi Anda Perdana ini mengenakan kain batik panjang yang dilapisi dengan sebuah cardigan berwarna hitam. Setelah lebih dari tujuh tahun mengasingkan diri di industri musik Indonesia dan lebih banyak bermain reguler di kafe, Bonita membuka penampilannya dengan membawakan lagu sendiri. Sebuah lagu beraura karnaval yang psikadelik berjudul “Komidi Putar” seolah menjadi tanda bahwa Bonita telah kembali.

Lagu ini sukses menggoyangkan kepala para penonton yang hadir. Setelah lagu bernada ceria, Bonita melanjutkan penampilannya dengan sebuah lagu yang mempunyai lirik cenderung curhat. Lagu yang berjudul “4 PM” ini memiliki lirik yang naratif dan cenderung galau. Bonita pun menyanyikannya dengan penjiwaan yang sangat precise. Bulu roma pun berdiri karena suara dan penjiwaannya itu. Bonita juga sempat membawakan beberapa lagu orang lain, seperti “Bimbi” dari Titiek Puspa dan “Hard to Handle” dari Otis Redding sebagai lagu penutup. Walaupun membawakan beberapa lagu orang lain, tidak berarti bulu roma bisa jatuh sebegitu mudahnya, terimakasih kepada suara dan penjiwaan Bonita yang memang kelewat fantastis.

Souleh and Soulehah berada di urutan ketiga pengisi acara Rolling Stone Release Party Edisi Maret ini. Seperti penampilan Gugun Blues Shelter, Souleh and Soulehah pun memberikan aksi panggung yang orgasmik. Supergrup penuh skill yang beranggotakan Indra Aziz (vokal/saxofon), Nikita Dompas (gitar), JMono (bass), dan Rayendra Sunito (drums) ini selalu tampil dengan membawakan lagu orang lain.

Namun, bukan berarti mereka asal menyalin begitu saja. Dengan berani, mereka membawa unsur free jazz ke dalam lagu-lagu artis lain yang mereka cover; lengkap dengan solo gitar nyentrik dari Nikita Dompas, drums yang didominasi beat patah dari Rayendra Suyitno, bassline funky dari JMono, dan tentu saja suara dan tiupan saxofon yang soulful dari Indra Aziz. Inilah yang menjadi warna tersendiri dari penampilan mereka. Lagu “Break On Through (To the Other Side)” dari The Doors mengawali penampilan mereka.

“Funky Motion” dari Roy Ayers, “Touch Me” kembali dari The Doors, “Wonderwall” dari Oasis merupakan lagu wajib setiap cover band, dan “Peace Frog” lagi-lagi dari The Doors berturut-turut mereka bawakan untuk menghibur para penonton. Terbukti, penonton memang sangat terhibur. Mereka ikut bernyanyi bersama Indra Aziz di sepanjang set Souleh and Soulehah. Selain itu, bukti terhiburnya para penonton juga bisa dilihat ketika mereka berteriak, “Lagi! Lagi! We want more!” kepada Souleh and Soulehah. Band ini pun kembali ke panggung untuk memainkan sebuah lagu legendaris Swami, “Bento.” Alhasil, suara penonton semakin lantang terdengar. Encore yang sempurna bagi sebuah band yang jarang melakukan konser.

Setelah aksi Souleh and Soulehah dan Gugun Blues shelter yang luar biasa, kini giliran Pas untuk tampil dan menutup acara Rolling Stone Release Party Edisi Maret ini. Pasers (julukan bagi fans Pas - Red) yang terlihat tidak sabar sepanjang acara kini berkumpul di depan panggung untuk menikmati aksi idola mereka. Bahkan, sesekali seorang Paser sampai naik ke panggung untuk mengambil alih microphone untuk bernyanyi bersama Yukie, vokalis.

Pada kesempatan kali ini, Pas membawakan lagu-lagu andalan mereka. Sebuah cover “Yesterday” dari The Beatles, “Kesepian Kita” yang dinyanyikan bersama Elda dari Elda and the Triggers, “Impresi”, “Jengah”, dan “Bocah” yang banyak diminta oleh para penonton. Distorsi-distorsi mudah dicerna ala nu metal yang memang menjadi andalan Pas membahana dengan sekuat tenaga. Sebuah penutupan yang pas dari Pas untuk acara Rolling Stone Release Party kali ini.

Selamat Hari Musik Nasional!

Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
ADVERTISEMENT
Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com