Hot News
Senin, 01 Maret 2010 12:17 WIB     
FFWD Event Menggelar Coup De Neuf Pertama di Tahun 2010
Oleh : Soleh Solihun
Foto : Dimas Wisnuwardono
Bookmark and Share

Tahun ini, diutamakan band-band yang relatif belum terlalu populer bagi banyak orang. 

Drummer Daud Sarassin meminum air mineral yang disediakan tak jauh di sebelahnya. Lantas dia berdiri sambil menahan air itu di mulutnya. Sementara itu di depannya, sang adik, gitaris Ibrahim Saladdin alias Bram sedang sedikit menyesuaikan tune gitarnya. Ketika intro gitar dimainkan, Daud kembali duduk dan mengajar drum set-nya dengan penuh tenaga seraya menyemburkan air minum yang sejak tadi ditahan di mulutnya. Sabtu, 27 Februari pukul delapan malam, Daud dan Bram, dua kakak beradik yang tergabung ke dalam rock n’ roll band bernama The Experience Brothers membuat aula CCF [Center Culturel Francais atau Pusat Kebudayaan Perancis] Bandung menjadi sedikit bergairah dengan musik mereka yang terpengaruh banyak oleh Jimi Hendrix. Kira-kira dua ratus orang memenuhi aula CCF, atau kira-kira setengah dari kapasitas gedung terisi. Hari itu, Coup De Neuf [artinya yang baru] kembali digelar oleh FFWD Event—sebuah divisi event dari FFWD Records. Event pengganti Les Voila yang sudah punya reputasi bagus itu, masuk event ke-enam sejak pertama kali digelar.

“Konsepnya sekarang, mau nampilin band-band baru,” kata Helvi Sjarifuddin dari FFWD Records soal event ini. Ukuran barunya, mungkin dari jumlah album yang baru dirilis, karena para penampil malam itu, baru rilis satu album. Selain The Experience Brothers, ada Leach Me Lemonade, Bite, Lipstik Lipsing, serta The Trees and The Wild. Rencananya, Coup de Neuf tahun ini akan digelar di Surabaya dan Jogja juga, selain di Bandung. Tujuannya, untuk mengangkat nama-nama lokal yang belum diperhatikan banyak orang.  “Makanya, sekarang yang maen rata-rata yang belum punya massa banyak. Kalau mereka nggak dikasih kesempatan, kapan orang bakal tahu mereka?” kata Helvi. 

Dan The Experience Brothers salah satunya—sebelumnya mereka memakai nama The Experience dalam format trio dan sempat merilis album perdana Summer of Love, tapi ketika gitaris Moch. M. Abdusallam alias Abes mengundurkan diri, dua kakak beradik itu menambah kata Brothers di belakang nama The Experience. 

Mundur ke belakang, beberapa menit sebelum Daud menyemburkan air mineral. Cheerleaders dari SMA 20 Bandung menari dengan wajah berseri-seri dalam formasi yang ditata rapi. Para remaja putri itu memakai kaos putih bertuliskan The Experience Brothers. Pemandangan cheerleaders menari dengan sentuhan  lampu sorot berwarna kuning sekilas mengingatkan pada video klip “Smells Like Teen Spirit” dari Nirvana.

Setelah The Experience Brothers, giliran Lipstik Lipsing yang datang dari Semarang naik ke panggung. Para pemuda yang tak banyak bergerak dan lebih banyak memainkan instrumen sambil memandang sepatunya itu sedikit menurunkan tempo setelah sebelumnya dihajar oleh The Experience Brothers. Sebagai penutup, The Trees and The Wild tampil. Sehari sebelumnya, mereka tampil bertiga tanpa additional players di sebuah cafe di daerah Jatinangor dalam keadaan mati lampu dan hanya ditemani cahaya lilin. 

Ketika The Trees and The Wild tampil, aula CCF menjadi lebih padat. Pendingin ruangan yang sebelumnya masih terasa sepoi-sepoi kini sudah tak berkutik ketika makin banyak orang berdatangan. Kini, ruangan itu hampir sepenuhnya terisi oleh orang—kira-kira lebih dari tiga ratus orang memenuhi ruangan. Para personel The Trees and The Wild beberapa kali terlihat menyeka keringat dari kulit mereka. Kabar yang mengatakan Bandung dingin di malam hari, tak berlaku di ruangan itu. Sejak kedatangan kembali vokalis/gitaris Remedy Waloni ke Indonesia, frekuensi permintaan panggung untuk The Trees and The Wild meningkat drastis. Nama mereka sering terlihat di beberapa event. Dan gadis-gadis mulai menjerit setiap kali mereka tampil. Seperti juga malam itu di aula CCF. 

Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
05-03-2010 10:34:55 WIB
By : Ahmad Z Ihsan
Ajang Pembibitan Band Indie
Acara ini yang dulu dinamai les voila, memang sudah sangat mahsyur di negeri bandung. Tapi sayangnya band-band yang tampil seolah-olah mereka membuat siklus tahunan. Mungkin untuk yang sekarang siklus-siklus itu sudah ditiadakan lantaran ada ajang pembibitan band-band baru di negara ini... MAJU terus lah..
ADVERTISEMENT
Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com