Cover Story
Selasa, 23 Februari 2010 11:54 WIB     
Pikiran Kotor dan Hati Sepi John Mayer
Oleh : Erik Hedegaard
Bookmark and Share

John Mayer merasa bersalah saat pergi ke klub dan penjaga berbadan besar memaksa seseorang berdiri dari meja dan membawa botol Grey Goose mereka ke tempat lain agar sang rock star kurus dengan rambut aneh yang berdiri bisa duduk. Dia juga kurang senang ketika dia harus buang air kecil dan antriannya panjang, sehingga pria besar yang menjaga kamar mandi memaksa seseorang menahan kencing agar Tn. My Body Is a Wonderland bisa menyelak dan buang air duluan. Itu memalukan.

Tapi apa yang lebih buruk lagi, menurutnya? Di saat dia melihat seorang cewek, dan mendekatinya. Dia sedikit mabuk. Mereka masuk ke kamar. Hal-hal menyenangkan mulai terjadi.

Lalu tiba-tiba sang cewek berdiri dan berjalan keluar. Menurut Mayer, itu sudah terjadi beberapa kali, jadi dia tahu apa yang ada di pikiran cewek itu: “Tunggu sampai teman-teman tahu saya menolak John Mayer!” Deritanya tak berakhir di sana. Cewek yang diidamkannya, yang membuatnya merasakan adanya ikatan, yang membangkitkan harapannya, walau hanya untuk sesaat, menolehnya. “Hei,” kata cewek itu, “sebelum saya pergi, boleh minta tanda tangan?”

Beberapa waktu setelah episode menyedihkan yang terakhir, ia menenggak beberapa koktail Old Fashioned di sebuah bar berisi orang-orang rupawan di Los Angeles. Tampil elegan dengan jaket kulit hitam, sepatu kets Jepang yang langka dan jam Rolex klasik berharga sangat mahal, dia berkoar-koar dengan gaya khasnya, mengucapkan hal-hal seperti “Blowing me off is the new sucking me off!” dan “This is the death of rock & roll!” Kalau kita berkata bahwa dia melebih-lebihkan keadaan, dia merasa keberatan dan menyandarkan tubuh jangkungnya ke depan. “Tidak, dan setelah itu terjadi 8-9 kali, lebih baik saya pulang dan membuka RedTube, selamat malam. Saya serius.”

Dia pun tampak serius. Jadi mungkin memang begitu situasinya, terlepas dari siapa dirinya. Memang, banyak orang tak menyukainya dan musiknya: terlalu pop, terlalu sensitif, kepalanya terlalu besar, dia terlalu sering memakai kata "meta". Tapi permainan gitarnya, terutama yang berbau blues, tak dapat diragukan kehebatannya, dan Eric Clapton termasuk pengagumnya.

Sejak 2001, dia telah merilis empat album studio – mulai dari Room for Squares – yang semuanya sukses besar, dengan lagu-lagu hit seperti “Your Body Is a Wonderland”, “Daughters” dan “Waiting on the World to Change”. Walau album terbarunya, Battle Studies, tak sebaik yang sebelumnya, Continuum (sebuah penilaian yang bahkan disepakati Mayer sendiri: “Saya tahu bahwa seharusnya saya berkata bahwa album yang terbaru adalah yang terbaik. Bullshit. Yang terbaik adalah Continuum. Dan dengan mengatakan itu, menurut saya kita lebih diuntungkan daripada dirugikan”), album itu langsung menduduki puncak chart. Malah, dari segi komersial, Mayer tak pernah dekat dengan kegagalan. Dia seorang anak emas (dengan label, Columbia, yang cukup cerdas dalam mengikatnya dengan kontrak besar selama 10 tahun di tahun 2008).

Sementara itu, dia telah menjadi semacam sosok tetap yang tak terelakkan di dunia budaya pop, dengan semua positif dan negatifnya. Dia sangat populer di Twitter, di mana dia diakui sebagai pakar ocehan konyol yang telah mengumpulkan lebih dari 2.919.691 penggemar yang setia menyimak semua ucapannya seperti “Mulut saya adalah Don King-nya penis saya” dan “Saya kira harus kentut, tapi ternyata itu hanya berak.” Dia selalu muncul dalam berita gosip, seringkali dalam kaitan dengan para selebriti yang pernah dipacarinya: Jennifer Aniston, menyusul Minka Kelly, Jessica Simpson, dan sebagainya. Dan tiap kali bertemu dengan paparazzi, dia tak bisa menahan godaan, dia harus berbuat iseng; beberapa hari yang lalu, dia dan Samantha Ronson, sahabatnya sekaligus lesbi tenar, berlagak melakukan oral seks di depan kamera. Sangat seru.

Tapi pada malam ini dia duduk dengan jaket kulit yang dibalut ketat dan matanya yang besar dan sendu terlihat lebih sedih dari biasanya. Dia sempat berdiri untuk menyalakan pemanas teras. Itu membuatnya frustrasi. Dia memencetnya, tak berhasil, duduk, berdiri, mencoba lagi, gagal, meminta orang lain untuk melakukannya, melihat beberapa cewek di meja yang berdekatan, tak menyapa mereka (“Kalau sudah tiba waktunya, mulut saya akan mulai sendiri”), kembali minum. Tak lama kemudian, dia mulai membahas aspek kehidupannya yang membuatnya terobsesi dan sengsara.

Dia terus memikirkannya. Dia terus membicarakannya tanpa henti. Dia menginginkan pacar, seorang pasangan hidup sejati. Dia sudah lama tak memiliki seseorang seperti itu. Dan itu tak kunjung terwujud.

“Saat ini saya hanya ingin meniduri cewek-cewek yang sudah saya tiduri, karena saya tak bisa membayangkan harus menjelaskan diri kepada seseorang yang tak percaya bahwa saya akan tertarik pada mereka, dan mereka berkata, ‘Tapi kamu John Mayer!’ Jadi saya akan melangkah mundur demi melangkah maju. Saya terlalu takut untuk berkenalan dengan cewek baru.”
Dia meletakkan minumannya.

“Bagaimana menurut Anda?” katanya. “Apakah saya harus bertemu dengan seseorang yang saya kagumi lebih dari saya kagum terhadap diri sendiri? Tapi bukannya yang juga penting adalah vagina yang indah? Bukankah kita membicarakan gabungan antara beberapa hal yang berbeda di sini? Misalnya, mereka harus bisa mengimbangi kita secara intelektual. Tapi bukannya mereka juga harus punya vagina yang dapat membuat kita betah selama, misalnya, akhir pekan? Bukannya itu juga harus ada? The Joshua Tree of vaginas?”

Maka pencariannya terus berlanjut. Ia tahu perempuan itu ada di luar sana. Ia takkan berhenti sampai menemukannya, dan vagina Joshua Tree miliknya.

Lebih lanjut baca Rolling Stone Indonesia edisi 59.

Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
28-04-2010 22:00:34 WIB
By : rere
john mayer is john mayer
begitulah ajaibny john mayer....great mucisian but still ordinary person......:)
ADVERTISEMENT
berita sebelumnya
Selasa, 31 Agustus 2010 08:19 WIB
Selasa, 27 Juli 2010 14:20 WIB
Jumat, 25 Juni 2010 17:43 WIB
Senin, 31 Mei 2010 10:13 WIB
Rabu, 28 April 2010 09:53 WIB
Jumat, 26 Maret 2010 11:03 WIB
Selasa, 26 Januari 2010 10:43 WIB
Selasa, 29 Desember 2009 08:31 WIB
Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com