Hot News
Rabu, 03 Februari 2010 15:50 WIB     
Lagu Dipakai Tanpa Ijin, GIGI Menuntut Multivision
Oleh : Soleh Solihun
Foto : Drigo L. Tobing
Bookmark and Share

Permintaan maaf sudah dilontarkan, tapi jalur hukum tetap dijalankan. 

Bassis Thomas Ramdan kaget, ketika suatu hari anaknya mengatakan lagu GIGI yang berjudul “Ya Ya Ya” dari album GIGI [2009] masuk dalam film Toilet 105. Lantas, vokalis Armand Maulana juga mendapat kabar dari keponakannya soal lagu GIGI yang dipakai di film horor itu. Dan ternyata tiga perempat lagu itu diputar di adegan pembuka film. Setelah pihak manajemen memeriksa ulang, ternyata Pos Entertainment memang tak pernah mengadakan perjanjian kerjasama dengan rumah produksi Multivision Pictures. 

“Yang herannya itu, kan sebuah film yang diproduksi PH besar, dan laku, udah lama lah Multivision. Masa, persoalan yang mendasar banget kayak dilewatin begitu aja? Kalau gua bilang sih sesuatu yang sangat bodoh. Udah gitu, jaman sekarang. Mending kalau misalnya lagu GIGI yang udah lama bukan lagu jagoan—tapi bukan berarti ini membenarkan perbuatan mereka. Ini mah lagu yang baru, anak-anak yang sekarang juga pasti bakal tahu lagu itu. Kalau menurut kami, ini udah bener-bener pelecehan. Kan mereka tuh ada kantor ada lawyer, masa selupa itu,” kata Armand ketika dihubungi lewat telepon, Rabu [3/2] sore. 

Pengacara yang ditunjuk GIGI, kata Armand, telah mendatangi pengacara Multivision. Mereka meminta maaf, dan Armand mengatakan mereka memaafkan. Tapi, yang Multivision lakukan telah melanggar hukum. Sekarang, GIGI telah menyerahkan urusan itu kepada pengacara mereka. Makanya, secara hukum seperti tercantum dalam Pasal 72 ayat 1 dan 2 UU No 19 Tahun 1992 tentang pelanggaran hak cipta, hukumannya penjara tujuh tahun dan denda Rp 5 Milyar untuk ayat 1 jika mempergunakan tanpa ijin dan ayat 2 jika mempergunakan tanpa ijin lalu diedarkan serta diperbanyak tuntutannya ditambah tiga tahun kurungan dan denda Rp 500 juta.

“Tadi gua lihat di infotainment, dia bilang ini hanyalah kesalahan administrasi yang kecil. Terus kemaren kan ada wartawan infotainment, bilang udah nanya ke mereka, bahwa mereka udah minta ijin ke Sony. Wah, itu udah absurd dan bohong banget. Dia make lagu “Ya Ya Ya”, kecuali kalau dia beli CD bajakan, kalau dia menggunakan CD asli kan ada keterangan Pos Records dan Universal. Kayaknya udah ngeles kali ya. Jadi udah absurd. Sekarang apalagi, jaman gini kan misalnya nggak tahu Dani Pette sebagai manajer, tinggal cari situs GIGI, jadi menurut gue, ya ini mah pelecehan,” kata Armand. 

"Kita mengaku ada kesalahan. Kita juga sudah ketemu sama pihak GIGI," ungkap Humas Multivision, Aris Muda, di Jakarta, Senin (1/2) seperti dikutip Artis.Inilah.com. Situs itu juga memberitakan, bahwa tak hanya mengaku bersalah, Multivision juga dengan besar hati menyampaikan permintaan maafnya. Tak hanya melalui lisan, permohonan maaf sudah disampaikan langsung saat pertemuan kuasa hukum Gigi, Mada R. Mardanus dengan Multivision digelar di Wisma Bakrie 2, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/2) sore. Aris mengatakan, kesalahan itu karena GIGI pindah perusahaan rekaman.

Menurut Dhani Pette, Manajer GIGI, pihak Multivision sebenarnya hari ini meminta bertemu, tapi karena dia dan Armand sedang ada di Yogyakarta, pertemuan itu tak bisa dilakukan. Intinya, Dhani menyerahkan penyelesaian kasus ini ke pengacara yang sudah mereka tunjuk, karena Dhani merasa dia buta hukum. Sebelumnya, Pos Entertainment sempat didatangi wartawan senior yang ingin jadi mediator untuk mendamaikan, tapi Dhani tak menerima tawaran itu. Pertama, dia tak mau plin plan menarik tuntutannya apalagi setelah menunjuk pengacara. Kedua, Multivision telah melanggar hak cipta. Bahkan, setelah ditanya langsung, Dhani mengatakan mereka tak bisa menjawab dengan jelas, telah menghubungi siapa untuk meminta ijin. Dhani tak mau berkomentar soal kualitas film itu. Yang jelas, jika memang GIGI ditawari untuk menggarap soundtrack film Toilet 105, kemungkinan mereka tak akan menerimanya karena ada adegan yang tak sesuai dengan lagu itu. 

“Kalau mau dituntut lebih jauh, itu banyak. Lagu itu mau dipakai buat jingle karena perkara seperti itu, jadi bisa dipersulit. Belum lagi, ada fans GIGI yang kecewa, itu kan termasuk kerugian moral. Jadi ya, tuntutan kita bisa lebih besar dan lebih kecil,” kata Dhani dihubungi di hari yang sama. 

Film Toilet 105 bercerita soal toilet di SMU Bina Persana yang terlihat baik-baik saja: terang, bersih, wangi dan jadi tempat favorit semua penghuninya, yang termasuk mahluk halus yang menggemari anak-anak nakal di sana: Okta [Ricky Harun], Ical [Lionil Tikoalu] dan Rio [Rizky Putra]. Seisi sekolah dihebohkan dengan penampakkan potongan-potongan tubuh yang mengerikan. 

“Ini sih lebih kepada gua ini konsisten. Gue sangat menghargai, gue berharap orang sangat menghargai kondisi musik Indonesia, bukan malah yang sudah kacau, dikacaukan lagi. Mumpung ketahuan ini yang membajak siapa. Kalau pembajakan album kan nggak ngerti [siapa pelakunya], tapi kalau film ini kan sudah tahu: Multivision. Dan begonya lagi, dia [melakukan itu padahal] udah tahu perusahaan itu lebih besar dari GIGI, film itu banyak yang nonton, film itu satu juta orang, karena dia pasarnya di kota kelas dua. Itu kan massanya banyak,” kata Dhani.   

Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
17-02-2010 09:34:15 WIB
By : Hendi Renaldy
Hehehe
Ya ela coba aja kaga ketauan sama keponakannya om Armand Maulana .. kaga ada berita kaya gn neh... ada etiketnya kle..(Multivision) " Citak we kang Armand ... "
10-02-2010 08:58:06 WIB
By : Nick
kasus berat
sekarang ini, maling kaos bekas aja masuk bui. lhaaaa ini...... g' maen-maen beli!
08-02-2010 17:23:01 WIB
By : Nano
Hak Kekayaan Intelektual > HaKI
Persoalan HaKI ini memang tdk bs di anggap enteng, dan menurut sy tdk bs dinilai dgn uang. Oleh karena itu yg dilakukan oleh management gigi sudah benar, harapan kedepanpun utk mendewasakan industri musik tanah air agar "mereka" tdk lagi menyepelekan para pekerja seni musik Indonesia.
06-02-2010 13:26:06 WIB
By : wawan
setuju
sikap yg di ambil oleh GiGi + menejemen sangatlah benar ... dan sangat memberi contoh yg baik buat musisi ato band2 baru ... agar karya mereka lebih dihargai oleh pihak2 yg selama ini kurang bertanggung jawab dan hanya mengambil keuntungan saja ... contohnya banyak band2 baru yg bangga lagunya dipake di sinetron2 / film secara gratis ... dan parahnya tak seijin si pemilik lkarya tsb ... salut buat GiGi & PoS management ... Peace, Love , & Respect
04-02-2010 17:04:41 WIB
By : mika
pongah
ngarang lagunya mati matian cr inspirasi.....mereka cuman perlu beberapa detik untuk pakai di film...
04-02-2010 15:15:06 WIB
By : daeng rocha mangara
kriminal
usut sampai tuntas itu uda tindakan kriminal yg harus dibasmi dr muka bumi. ewako GIGI....
04-02-2010 13:50:53 WIB
By : Hardy
wow!
Soleh, interpiuw lu ma farah quinn cuma basa-basi doang...biar deket ya?! Tp gw ada kesamaan sm dia, sama2 lg dengerin hot chips.:) Knp ga tanya ukuran bra-nya berapa??? Anjrits, itu gede banget! Gw nonton acara masaknya, malah liatin itunya... damn! Sori nih, komennya di sini. abis di video ga ad sesi komennya! Ha! :D Pasti belilah edisi RS yg ada foto2 "tukang susu"-nya!!!
04-02-2010 12:58:07 WIB
By : freddy
ganyang pembajak
usut tuntas, jatuhi hukuman yg pantas biar kapok bajak2 karya org laen sak enak udele
ADVERTISEMENT
Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com