Hot News
Rabu, 03 Februari 2010 14:04 WIB     
Publik Bandung Histeris Menyambut [Merchandise] Saosin
Oleh : Rangga Hafid Firdaus
Foto : Rangga Hafid Firdaus
Bookmark and Share

 

 

Dalam konsernya, band emo itu memberi pesan untuk optimistis mengejar mimpi.

 

 

Untuk ketiga kalinya band emo asal Newport Beach USA Saosin menggelar konser di Indonesia. Konser yang bertajuk L.A Lights Concerts SAOSIN Live In Concerts kali ini diadakan di The Venue Concerts Hall, Bandung pada 31 Januari 2010 lalu. Band yang terdiri dari Cove Reber (vokal), Chris Sorenson (bass), Alex Rodriguez (drum), Beau Burchell (gitar), dan Justin Shekoski (gitar) sebelumnya pernah menggelar konser yang pertama di Jakarta pada tahun 2007 dan kedua kalinya di Bali pada tahun 2008 lalu.

Adrie Subono dari Java Musikindo, promotor konser tersebut, mengatakan bahwa pihaknya merasa tidak aneh dengan tingkat apresiasi publik Kota Bandung. ”Kami sudah tahu, penikmat musik kota ini begitu apresiatif terhadap musik. Oleh karena itu, mereka datang ke sini benar-benar untuk menikmati suguhan musik,” ujarnya.

Kiprah bermusik Saosin dimulai dari tahun 2003 dengan mengeluarkan EP pertama mereka Translatting The Name. EP pertama mereka ini mendapat sambuatan yang luar biasa, lagu-lagu mereka diunduh lebih dari lima juta kali melaluli situs Myspace. Akhirnya pada tahun 2005 mereka meluncurkan album perdana mereka, Saosin dengan diproduseri Howard Benson--produser band Chemical Romance. Mengusung musik emo, penjualan album perdana tersebut, di Amerika mencapai angka 36 ribu kopi di pekan pertamanya. Saosin terus melakukan tur. Mereka baru saja menyelesaikan ”Taste of Chaos 2007”, bersama The Used dan 30 Seconds To Mars. 

Sebelum konser dimulai penonton dapat menyambangi stand makanan dan merchandise yang berada di luar Hall sambil menunggu aksi sang idola mereka. Akhirnya pada pukul setengah lima sore tanpa basa-basi Saosin membukan konser dengan membawakan lagu “Secrets” dan dilanjutkan dengan “Sleepers”.

Jump! Jump! jump!  Bandung  is a beautiful city. We love to come here and meet you all,”  ujar Cove Reber seraya mengajak penonton untuk lebih agresif dalam menikmati konser.

Aksi panggung Saosin yang enerjik nampaknya belum mampu membuat penonton ikut agresif menikmati konser. Akhirnya Cove nenawarkan tembang apa yang diinginkan penonton. Tawaran itu disambut teriakan penonton yang meminta lagu “Seven Years”. Rupanya tawaran tersebut berhasil meraih apresiasi penonton. Singalong dan teriakan penonton tercipta pada saat lagu itu dimainkan. Sebelum mengakhiri konsernya di Bandung, para personil Saosin membagi-bagikan merchandise ekslusif untuk para penggemar setianya. Drum stick yang digunakan sang drummer dan handuk tangan yang penuh peluh keringat dilemparkan kepada penonton.

Acara bagi-bagi ini kontan mendapat sambutan meriah dari penonton yang jumlahnya mencapai 500-an penonton. Mereka  berteriak histeris dan berebutan untuk  mendapatkan merchandise yang tak dijual itu. Sebelum melantunkan lagu terakhir sang vokalis Cove Reber sempat menyampaikan pesan "Whoever has a dream, I want you guys to live it, pursue it and work hard on it. It will come true," kata Cove. Dua lagu pamungkas dari Saosin, “Fireflies” dan “They Perched” menjadi encore dari penampilan sore itu.

 

Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
24-04-2010 23:26:25 WIB
By : anggana
loyality
mau apapun keadaanya,ketika saya disana,saya menikmatinya...
09-02-2010 22:28:32 WIB
By : Nanan
been there
agree with Yeay...konser the S.I.G.I.T. lebih rame penontonnya dari konser saosin kemaren. Gw juga setuju dengan duno.Gw rasa penonton kemaren kurang mengapresiasi mereka (Saosin).Buktinya pas beau minta penonton buat bikin circle movement yg ada malah penonton pada diem di tempat.Dan saat chris ngasih addition song sblm lagu terakhir,penonton terkesan acuh.sedih gw liatnya..
04-02-2010 13:24:25 WIB
By : Hardy
:P
Asik! Gw suka komennya Duno hehehe... :P Lebih representatif!
03-02-2010 17:30:24 WIB
By : Yeay
Hmm..
Kalo kata Om Adrie, yang dateng 2500an, tapi yang saya liat ngga smp 2500an deh, masih ramean waktu The SIGIT launching album.
03-02-2010 14:38:14 WIB
By : duno
plis cek
konsernya adem sekali.tidak seheboh judul tulisan ini.kenapa ketika penonton diam,selalu diasumsikan bahwa mereka benar2 apresiatif? saya sedang tidak mengajari menulis. tapi jika review konser kerap melebih2kan,malah nggak bikin kapok promotor untuk mendatangkan band yang notabene cuma cari duit...nggak ngasih sesuatu.
ADVERTISEMENT
Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com