Hot News
Senin, 01 Februari 2010 17:29 WIB     
Meski Turun Hujan Konser LangitMusik Tetap Berjalan
Oleh : Soleh Solihun
Foto : Soleh Solihun
Bookmark and Share

 

Konser berjudul “New Day For Indonesian Music” yang digelar Telkomsel didatangi 5500 anak muda.  

Lapangan Parkir Sudirman Central Business District , Jakarta, Sabtu, 30 Januari 2010, pukul setengah tujuh sore mendadak diguyur hujan. Untungnya, penyelenggara konser LangitMusik hari itu mendirikan tenda-tenda untuk mengantisipasi segala macam cuaca. Area konser itu dibagi menjadi tiga. Satu area bertenda  dan tertutup untuk kantin, satu area bertenda dan tertutup untuk panggung yang bernama Zona Langit Musik 1 serta satu area bertenda semi terbuka untuk panggung yang bernama Zona Langit Musik 2. Area tengah antara ketiga tenda itu, diisi oleh permainan trampolin yang bisa dinikmati penonton. Permainan lain yang tersedia di booth pengisi acara juga membuat konser itu seperti mini festival musik, dengan area yang tak terlalu luas sehingga membuat penonton bisa pergi dari satu panggung ke panggung berikutnya dengan mudah tanpa lelah. 

Konser hari itu digelar seiringan dengan peluncuran layanan musik digital LangitMusik. Menurut siaran persnya, konser itu merupakan wujud apresiasi Telkomsel bagi industri musik, khususnya musisi dalam negeri, sekaligus upaya melindungi karya musik anak bangsa dari pembajakan. Itu sebabnya, di panggung, MC dan pengisi acara beberapa kali mengingatkan para penonton untuk tidak membeli CD bajakan. 

Ada 16 nama yang tampil di konser itu: RAN, Pee Wee Gaskins, Maliq & D’Essentials, Bottlesmoker, Mike’s Apartment, The Trees & The Wild, The Banery, Sore, Efek Rumah Kaca, The Upstairs, Endah N Rhesa, Rocket Rockers, Agrikulture, EGRV, Duo Percussions, Glorious Dancere, DJ Cream dan DJ Yasmin. 

“Melalui pertunjukkan musik ini, kami ingin LangitMusik dilihat sebagai sebuah sarana baru dalam dunia musik tanah air yang menyediakan layanan musik digital yang dapat dinikmati para penggemar musik langsung dari ponsel. Dengan menyediakan fasilitas untuk melakukan pembelian lagu digital secara resmi, kami mengajak masyarakat untuk turut membantu pemerintah dalam upaya memerangi pembajakan musik. Kami berharap layanan LangitMusik dapat memacu penikmat musik lebih mencintai karya asli anak bangsa sehingga akan memacu serta memotivasi para musisi untuk menghasilkan lebih banyak karya musik yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Krishnawan Pribadi, VP Digital Music & Content Management Telkomsel seperti dikutip siaran persnya.   

LangitMusik adalah layanan toko musik digital bagi pelanggan Telkomsel yang ingin menikmati musik full track secara mudah. Pelanggan tinggal mengunduh musik digital langsung di ponsel, di mana proses pengunduhan konten dapat dilakukan melalui akses internet dengan memanfaatkan jaringan 3G/3.5G. Telkomsel bekerjasama dengan 48 mitra yang terdiri dari perusahaan rekaman dan content provider, dalam menyediakan lebih dari 10 ribu lagu dalam negeri dari berbagai aliran musik. Dan konser siang itu, salah satu ajang mereka mengampanyekan layanan LangitMusik. 

Berbeda dengan konser lainnya, para penonton konser LangitMusik tidak membeli tiket dengan cara konvensional. Kira-kira 5500 anak muda yang datang itu, merupakan penggemar musik yang tergabung dalam keanggotaan “2010 New Day” di situs jejaring sosial Facebook dan Twitter. Mereka mendaftar dan diberi ID sebagai tanda masuk. Itu sebabnya, jika di konser lain, para pemegang ID adalah pers serta event organizer, ID menggantung di dada para penonton konser LangitMusik. Dan mungkin karena tersaring lewat dunia maya pula, sebagian besar penonton yang datang ke sana, adalah anak muda berpenampilan menarik. 

The Banery menjadi penampil pertama ketika hujan turun. Cuaca ini malah membuat penonton terpusat di depan panggung. Hanya sebagian kecil yang berteduh di depan booth pengisi acara. Band yang ingin mendekatkan imejnya dengan dasi kupu-kupu itu membuat para penonton bergoyang dan bernyanyi. Sepertinya sebagian besar yang menonton mereka, hapal lagu-lagu yang dibawakan The Banery. Setelah The Banery, Efek Rumah Kaca menenangkan penonton dengan lagu-lagunya. Dan ketika lagu “Hujan Jangan Marah” dibawakan, sedikit demi sedikit hujan tak terlalu deras, meskipun jika berdiri lama-lama di bawah hujan, Anda akan basah kuyup pula. Setelah Efek Rumah Kaca, menyusul The Upstairs, Endah N Rhesa, Rocket Rockers dan Agrikulture yang menutup penampilan di Zona Langit Musik 2. Sementara itu, para penonton di Zona Langit Musik 1 semakin malam,  dihibur oleh musik-musik urban yang dipimpin oleh DJ serta ditutup oleh duta musisi Urban dari Jakarta, RAN. 

 

Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
22-02-2010 22:38:44 WIB
By : online
membaca seluruh blog, cukup bagus
ADVERTISEMENT
Mailling List

Join Our Millist by Subscribe Now!


Powered by yahoo.com