Aneka Kejutan Spontan Naif

Sejumlah lagu langka dibawakan Naif sesuai permintaan penonton dalam Together Whatever Sessions

Oleh
Naif dalam Together Whatever Sessions di The Dutch, Jakarta, 22 September 2017 Together Whatever

Dalam setiap pertunjukan Naif, setidaknya dalam lima tahun terakhir ini, vokalis David Bayu memberi tahu penonton bahwa mereka bermain tanpa memakai setlist atau repertoar, sehingga penonton dipersilakan meminta lagu untuk dimainkan. Ini sebuah gimmick menarik yang dapat meningkatkan keterlibatan penonton dalam pertunjukan musik, ketimbang hanya menikmati lagu-lagu yang sudah ditentukan oleh band sebelum naik ke panggung.

Bukan berarti Naif pasti akan membawakan lagu yang diminta karena satu dan lain hal. Salah satunya adalah band yang berdiri sejak 1995 ini sudah punya puluhan lagu dari enam album. Tak mudah untuk mengingat lagu sebanyak itu dan memainkannya dengan baik, apalagi lagu yang jarang dibawakan atau bahkan belum pernah dibawakan. Alhasil yang lebih sering terjadi adalah Naif akan mengabulkan permintaan untuk lagu-lagu andalan yang hampir pasti akan dibawakan, seperti "Piknik "72", "Jikalau", dan "Posessif".

Namun sejak David, gitaris Fajar Endra Taruna (Jarwo), bassist Mohammad Amil Hussein (Emil), dan drummer Franki Indrasmoro Sumbodo (Pepeng) naik ke panggung kecil The Dutch untuk Together Whatever Sessions pada 22 September lalu, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya. Dibantu additional keyboardist Krisna Prameswara, mereka mengawali pertunjukan dengan "Kuda Besi", lagu dari album Televisi yang tak selalu dibawakan. Sepertinya jarak yang sangat dekat antara panggung dan penonton yang memadati gastropub elegan tersebut membuat berbagai permintaan lebih mudah terdengar. Sehingga di sela-sela lagu-lagu yang lebih sering dibawakan seperti "Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia" dan "Senang Bersamamu", muncul dua lagu lagi dari Televisi, yakni "Itulah Cinta" dan "Nyali". (Lucunya, "Dimana Aku Disini" dan "Televisi", dua single dari album kelima Naif tersebut, malah tidak dibawakan.)

Setelah membuat seisi The Dutch–termasuk para pramusaji dan bartender–ikut bernyanyi pada "Karena Kamu Cuma Satu", Naif kembali memberi kejutan dengan memainkan "Selalu", lagu dari album Jangan Terlalu Naif yang terakhir kali dibawakan dua tahun lalu di acara peluncuran piringan hitam tiga album awal Naif. Seolah-olah belum cukup mendengar satu lagu dari album yang dikeluarkan Naif di tahun 2000 itu, menyusullah "Johan & Enny" yang juga tak selalu dibawakan. "Posessif" juga berasal dari album yang sama, dan hampir selalu dibawakan di pertunjukan Naif. Hampir selalu juga penonton tertipu oleh jeda di bait pertama "Posessif" sehingga terlalu cepat untuk menyanyikan chorus "Mengapa aku begini…". David pun harus memberi tahu, "Belum, belum, belum," lalu mengajak semua penonton menyanyikan dulu "Bila kumati, kau juga mati" sebagaimana mestinya.

Sebelum membawakan tiga lagu terakhir, yakni "Air & Api", "Aku Rela", dan "Mobil Balap", David memberi tahu penonton bahwa pada 22 Oktober mendatang Naif akan merayakan ulang tahunnya yang ke-22, sekaligus melepas albumnya yang ketujuh. Itu berarti akan segera ada sekumpulan lagu lagi untuk dijadikan bahan permintaan dalam waktu dekat. Namun untuk memperbesar kemungkinan permintaan dikabulkan dan sebanyak 15 lagu dibawakan, mungkin harus menunggu momen Naif bermain lagi dalam suasana akrab seperti di Together Whatever Sessions.

Untuk informasi berbagai acara musik seru di lokasi intim lainnya, silakan cek togetherwhatever.id.

Setlist:

Kuda Besi

Piknik "72

Jikalau

Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia

Senang Bersamamu

Itulah Cinta

Nyali

Karena Kamu Cuma Satu

Selalu

Johan & Enny

Benci Untuk Mencinta

Posessif

Air & Api

Aku Rela

Mobil Balap

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. Inilah Para Pemenang AMI Awards 2017
  3. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  4. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  5. Eddie Van Halen: 'Ibu Saya Orang Indonesia, Rangkasbitung'

Add a Comment