Rolling Stone Indonesia Forum
  Advanced Search
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
May 21, 2013, 08:10:03 PM
News: Welcome To Rolling Stone Indonesia Forum
Pages: [1]
Topic Tools  
Read July 18, 2010, 02:42:20 PM #0
Flash Gordon

Sisi Lain Musik Indonesia Dalam Buku 'Mengejar Anggun C. Sasmi'



"Pertama kali bertemu Harrys (Penulis buku 'Mengejar Anggun'), yang saya ingat dia anaknya sopan dan tidak banyak omong. Saat foto bareng, dia mengajak saya berpose a la penari Tango. Buat saya buku ini adalah 'bingkisan' yang bermakna". Demikian sedikit cuplikan Kata Pengantar yang ditulis sendiri oleh Anggun khusus untuk buku ini.

Buku 'Mengejar Anggun' bukan biograpi penyanyi Anggun C. Sasmi, tetapi merupakan cerita dan kisah tentang pengalaman penulis mengidolakan seorang Anggun. Kronologi kisah yang masih tetap diingat sejak penulis masih berusia sembilan tahun hingga lebih dari sepuluh tahun kemudian dan menjadi sebuah cerita yang membuat perjalanan hidup penulis lebih berwarna. Bahwa mengidolakan seseorang itu bukan hanya sekedar mengagumi, tetapi juga mengambil inspirasi positif yang mungkin bisa berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Mengapa judulnya MENGEJAR ANGGUN?
Karena proses pertemuan penulis dengan Anggun lebih mirip adegan kejar-kejaran di film action. Penulis tidak pernah bertemu Anggun dengan gampang, tetapi harus melalui perjalanan yang konyol, lucu dan seru. Penulis merasa seperti sedang mengejar Anggun, meski sebenarnya Anggun tidak berusaha berlari menjauh dan untungnya penulis juga tidak mengejar Anggun sambil menggonggong  Grin.

Melalui buku ini penulis memberi kesan bahwa buat penulis, Anggun bukan hanya sekedar penyanyi berpenampilan OK dan bersuara indah, tetapi juga sosok kebanggaan dan sumber inspirasi. Anggun bukan satu-satunya selebriti yang penulis kagumi, tetapi hanya Anggun satu-satunya idola penulis yang bisa membuat penulis terkesan dengan bakat dan sikapnya serta member pengaruh positif dalam hidup penulis...salah satunya dengan 'lahir'nya buku ini.

Jalan ceritanya dikisahkan dalam gaya bahasa yang ringan dan segar, mulai dari masa kecil penulis curi-curi pandang saat Anggun muncul di layar TVRI, bolak-balik lewat di halaman hotel tempat Anggun menginap (berharap Anggun akan muncul di jendela hotel), pertemuan pertama sepuluh tahun kemudian, sampai apa yg penulis perbincangkan dengan Anggun lewat telepon antara Jakarta dan Canada.

Penulis sudah mengidolakan Anggun sejak penulis masih duduk dibangku SD, sejak Anggun masih penyanyi Rock Indonesia sampai menjadi penyanyi internasional. Dan rasa kagum itu masih bertahan hingga sekarang.
Penulis banyak belajar dari Anggun, mulai dari keramahan, prestasi, kerja keras, cara berpikir, cara Anggun memperlakukan orang lain dan lain-lain.

Sama seperti apa yang penulis alami dengan Anggun, melalui buku ini juga penulis berharap fans (khususnya yang masih berusia muda) dari figur publik lain-nya juga bisa menyerap hal-hal positif dari sosok selebiriti yang mereka idolakan itu untuk diaplikasikan dalam hidup mereka. Jadi bukan hanya sekedar mengagumi tanpa makna, karena bukan tidak mungkin sosok idola kita adalah salah satu media pembelajaran yang cukup efektif. Makanya sangat penting bagi kita untuk mengidolakan selebriti yang punya kwalitas dalam bakat maupun kepribadian.
 
Pages: [1]
Jump to:  

© Copyright 2009 Rolling Stone Indonesia