Rolling Stone Indonesia Forum
  Advanced Search
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
May 23, 2013, 07:29:24 AM
News: Welcome To Rolling Stone Indonesia Forum
Pages: [1] 2
Topic Tools  
Read October 12, 2009, 02:53:57 PM #0
maspoer_jogja

Musisi dan RBT

musisi  sekarang cuma sibuk bikin single hits, trus dijual via RBT
menurut gw pribadi, kondisi seperti ini mencer
minkan hilangnya idealisme mereka, karena yg menjadi ukuran kepuasan mereka hanyalah angka2
padahal sebenarnya mereka sendiri ( artis ) selalu
menjadi pihak yg dirugikan. ( ingat kasus RBT mbah Surip ? )

jujur gw lebih hormat pada para musisi yg masih setiap berkarnya lewat sebuah album full.

menurut kalian?


death rock star
 
Read October 12, 2009, 03:59:11 PM #1
admin

Re: Musisi dan RBT

Menurut gue bro itu sah sah aja asalkan jangan menyunat sisi musikalitas, heheh musisi juga butuh makan kali ya btw, but dari segi kualitas memang rada memble jadinya
 
Read October 13, 2009, 06:41:15 PM #2
adib

Re: Musisi dan RBT

musisi  sekarang cuma sibuk bikin single hits, trus dijual via RBT
menurut gw pribadi, kondisi seperti ini mencer
minkan hilangnya idealisme mereka, karena yg menjadi ukuran kepuasan mereka hanyalah angka2
padahal sebenarnya mereka sendiri ( artis ) selalu
menjadi pihak yg dirugikan. ( ingat kasus RBT mbah Surip ? )

jujur gw lebih hormat pada para musisi yg masih setiap berkarnya lewat sebuah album full.

menurut kalian?


Itu semua pilihan. Ada musisi Industri. Ada musisi idealis.
 
Read October 13, 2009, 10:50:19 PM #3
soleh

Re: Musisi dan RBT

sebetulnya nggak ada salahnya sih. cuma, kadang yang sering gua agak gemes ngedengernya, jarang sekali yang mau jujur bilang kalo mereka nyari duit, rata-rata bilangnya ingin memberi pencerahan di industri musik indonesia, ingin memberi sesuatu yang berbeda, ingin meramaikan industri musik indonesia.

jarang yang bilang, "ya pengen nyoba aja, siapa tau musik kami bisa laku dan bisa datengin banyak duit dari RBT." padahal kan, kalo begitu bisa lebih enak dengernya. :p
 
Read October 13, 2009, 11:08:31 PM #4
maspoer_jogja

Re: Musisi dan RBT

nah 'kejujuran' ketemu juga akhirnya jawabannya

jarang yg mau jujur:  musik kami adalah musik jualan, komersil, ecek-ecek, kacangan, kurang bermutu

seringnya berlindung dibalik kata2 : Biarlah kritikus, wartawan dan orang yg sok tau mengkritik, mencela, mencaci maki, mengomentari, toh yg suka musik kami jumlahnya lebih banyak, buktinya kaset dan cd ( bajakan ) kami laku bak kacang goreng, buktinya semua orang pasang RBT kami

ha ha ha welcome to the jungle..............



death rock star
 
Read October 14, 2009, 12:28:47 AM #5
admin

Re: Musisi dan RBT

nah 'kejujuran' ketemu juga akhirnya jawabannya

jarang yg mau jujur:  musik kami adalah musik jualan, komersil, ecek-ecek, kacangan, kurang bermutu

seringnya berlindung dibalik kata2 : Biarlah kritikus, wartawan dan orang yg sok tau mengkritik, mencela, mencaci maki, mengomentari, toh yg suka musik kami jumlahnya lebih banyak, buktinya kaset dan cd ( bajakan ) kami laku bak kacang goreng, buktinya semua orang pasang RBT kami

ha ha ha welcome to the jungle..............



Setujuuuuuuuuuuuuu
 
Read October 14, 2009, 03:11:34 PM #6
rickysiahaan

Re: Musisi dan RBT

sebetulnya nggak ada salahnya sih. cuma, kadang yang sering gua agak gemes ngedengernya, jarang sekali yang mau jujur bilang kalo mereka nyari duit, rata-rata bilangnya ingin memberi pencerahan di industri musik indonesia, ingin memberi sesuatu yang berbeda, ingin meramaikan industri musik indonesia.

jarang yang bilang, "ya pengen nyoba aja, siapa tau musik kami bisa laku dan bisa datengin banyak duit dari RBT." padahal kan, kalo begitu bisa lebih enak dengernya. :p

Sebagian band disini takut banget dibilang sombong kalo ngasih statement kayak gitu. takut jadi terlihat jumawa atau gimana.

nggak seru ya? hehhaha emang budayanya kayaknya. kalo diluar negeri kan enak tuh. Artis baru juga berani berpendapat, dan gak akan ada yang bilang over PD atau gimana.

ricky
 
Read October 14, 2009, 04:10:41 PM #7
admin

Re: Musisi dan RBT

sebetulnya nggak ada salahnya sih. cuma, kadang yang sering gua agak gemes ngedengernya, jarang sekali yang mau jujur bilang kalo mereka nyari duit, rata-rata bilangnya ingin memberi pencerahan di industri musik indonesia, ingin memberi sesuatu yang berbeda, ingin meramaikan industri musik indonesia.

jarang yang bilang, "ya pengen nyoba aja, siapa tau musik kami bisa laku dan bisa datengin banyak duit dari RBT." padahal kan, kalo begitu bisa lebih enak dengernya. :p

Sebagian band disini takut banget dibilang sombong kalo ngasih statement kayak gitu. takut jadi terlihat jumawa atau gimana.

nggak seru ya? hehhaha emang budayanya kayaknya. kalo diluar negeri kan enak tuh. Artis baru juga berani berpendapat, dan gak akan ada yang bilang over PD atau gimana.

ricky

you bro setuju
 
Read October 23, 2009, 11:02:22 PM #8
muhammad imam luthfi

Re: Musisi dan RBT

Menurut gue bro itu sah sah aja asalkan jangan menyunat sisi musikalitas, heheh musisi juga butuh makan kali ya btw, but dari segi kualitas memang rada memble jadinya

musisi skrg  kebanyakan jadi market oriented  Smiley
 
Read October 24, 2009, 12:23:40 PM #9
pratamaloeis

Re: Musisi dan RBT

musisi  sekarang cuma sibuk bikin single hits, trus dijual via RBT
menurut gw pribadi, kondisi seperti ini mencer
minkan hilangnya idealisme mereka, karena yg menjadi ukuran kepuasan mereka hanyalah angka2
padahal sebenarnya mereka sendiri ( artis ) selalu
menjadi pihak yg dirugikan. ( ingat kasus RBT mbah Surip ? )

jujur gw lebih hormat pada para musisi yg masih setiap berkarnya lewat sebuah album full.

menurut kalian?


gw ga sepenuhnya setuju sih kalau digenaralisasi begini. hampir semua musisi sekarang membuat rbt untuk lagu-lagunya, terlepas dari apakah lagu/album mereka berkualitas atau tidak.

tapi emang demam rbt sekarang ini memang membawa wabah penyakit baru, yakni merangsang munculnya band-band baru yang ingin sukses secara instan (kaya instan tepatnya)
 
Read October 27, 2009, 02:19:39 PM #10
mokobigbro

Re: Musisi dan RBT

Kalo boleh saya kasih opini dari pandangan seorang sound engineer.

Saya juga tidak suka RBT. Itu cuma 'rangkuman' 30 detik dari lagu yg seharusnya sangat kaya.

Qualitas suara yg cuma terdengar vocal saja (dan tidak nyaman didengar). Namun, begitulah realita pasar. Malah sekarang banyak artis tidak lagi mengeluarkan album/single secara fisik tapi malah cuma sekedar RBT.

Jerih payah membuat lagu, prepro, rekaman, mixing, mastering. Kami dari sisi engineering selalu mencoba memberikan hasil yg terbaik, tapi sering sekali sekarang mendengar dari pihak client, 'toh jadinya RBT juga. Ngapain susah2? Yg penting kan vocalnya aja terdengar enak.'

Ini motto yg saya pegang:

"If you are not proud of your own work, don't expect others to be proud of it."

 
Read October 28, 2009, 12:22:34 AM #11
admin

Re: Musisi dan RBT

Kalo boleh saya kasih opini dari pandangan seorang sound engineer.

Saya juga tidak suka RBT. Itu cuma 'rangkuman' 30 detik dari lagu yg seharusnya sangat kaya.

Qualitas suara yg cuma terdengar vocal saja (dan tidak nyaman didengar). Namun, begitulah realita pasar. Malah sekarang banyak artis tidak lagi mengeluarkan album/single secara fisik tapi malah cuma sekedar RBT.

Jerih payah membuat lagu, prepro, rekaman, mixing, mastering. Kami dari sisi engineering selalu mencoba memberikan hasil yg terbaik, tapi sering sekali sekarang mendengar dari pihak client, 'toh jadinya RBT juga. Ngapain susah2? Yg penting kan vocalnya aja terdengar enak.'

Ini motto yg saya pegang:

"If you are not proud of your own work, don't expect others to be proud of it."



Numpang pantau dulu gan
 
Read October 28, 2009, 11:06:20 AM #12
adib

Re: Musisi dan RBT

Kalo boleh saya kasih opini dari pandangan seorang sound engineer.

Saya juga tidak suka RBT. Itu cuma 'rangkuman' 30 detik dari lagu yg seharusnya sangat kaya.

Qualitas suara yg cuma terdengar vocal saja (dan tidak nyaman didengar). Namun, begitulah realita pasar. Malah sekarang banyak artis tidak lagi mengeluarkan album/single secara fisik tapi malah cuma sekedar RBT.

Jerih payah membuat lagu, prepro, rekaman, mixing, mastering. Kami dari sisi engineering selalu mencoba memberikan hasil yg terbaik, tapi sering sekali sekarang mendengar dari pihak client, 'toh jadinya RBT juga. Ngapain susah2? Yg penting kan vocalnya aja terdengar enak.'

Ini motto yg saya pegang:

"If you are not proud of your own work, don't expect others to be proud of it."



Opini bagus. Thanks brader Moko
 
Read October 28, 2009, 11:37:28 AM #13
pratamaloeis

Re: Musisi dan RBT

Kalo boleh saya kasih opini dari pandangan seorang sound engineer.

Saya juga tidak suka RBT. Itu cuma 'rangkuman' 30 detik dari lagu yg seharusnya sangat kaya.

Qualitas suara yg cuma terdengar vocal saja (dan tidak nyaman didengar). Namun, begitulah realita pasar. Malah sekarang banyak artis tidak lagi mengeluarkan album/single secara fisik tapi malah cuma sekedar RBT.

Jerih payah membuat lagu, prepro, rekaman, mixing, mastering. Kami dari sisi engineering selalu mencoba memberikan hasil yg terbaik, tapi sering sekali sekarang mendengar dari pihak client, 'toh jadinya RBT juga. Ngapain susah2? Yg penting kan vocalnya aja terdengar enak.'

Ini motto yg saya pegang:

"If you are not proud of your own work, don't expect others to be proud of it."



no offense untuk bro moko.. tapi gw pernah ketemu engineer yang justru pernah nyeletuk 'udahlah, nanti lagu kalian juga paling2 jadi rbt.' waduh..

seharusnya engineer2 lain bisa bersikap seperi bro moko. juga untuk para artis dan label.
 
Read October 28, 2009, 04:41:03 PM #14
kamal

Re: Musisi dan RBT

waduh bro bro,maaf nih nimbrung,menurut saya sih,pengaplikasian karya dari artis artis itu menjadi hak dari mereka sendiri,kalau mereka memilih RBT,ya bukan seharusnya kita persalahkan,karna sekarang pasar indonesia sedang menggemari itu,
jadi hak mereka untuk memilih jalur berkarya seperti itu,meski imbasnya sekarang,album tidak terlalu menjadi tujuan utama mereka,
sekarang kalau mau disalahkan ya teknologi pendowloadan internet yang amat merajai


My name is Kamal Nasar,FEUI
 
Pages: [1] 2
Jump to:  

© Copyright 2009 Rolling Stone Indonesia