Rolling Stone Indonesia Forum
  Advanced Search
Welcome, Guest. Please login or register.

Login with username, password and session length
May 23, 2013, 04:05:53 AM
News: Welcome To Rolling Stone Indonesia Forum
Pages: 1 [2]
Topic Tools  
Read October 27, 2009, 02:58:01 PM #15
wage

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

Gua cinta TV lokal, band-band indie dan so called indie masih punya program tersendiri.Tapi ya itu,kemasannya tidak terlalu mantap juga monoton.Sayang sekali kalau potensi ini nggak dilirik.GUa malah kangen ama acara macam Akustik-An (ANTV),yang main band-band pilihan. Gile..dulu lebih variatif..sampe acara Planet Remaja aja asyik punya.sekarang....Luna Maya dan Sandra Dewi terlalu sering ditonton lama-lama bosen juga....terlalu manis dan mudah dilepehkan.
 
Read October 28, 2009, 12:22:05 AM #16
admin

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

Dear All,

Menarik sekali bahasan ini ya? Semua media arus utama (baca: TV) memang menjadikan rating sebagai raja. Siapa penguasa rating? AC Nielsen. Institusi ini yang menjadi "Tuhan" dari segenap tayangan yang ada di TV. Acara sekeren apapun di TV kalau rating jelek tetap saja akan di drop. Industrinya sedang mengarah pada "Semua Jenis Musik Bisa Diterima di TV". Itupun ternyata tidak melibatkan seniman dangdut dan seniman tradisi.

Musik yang sempat merajia di TV itu hampir 3 tahun ini pamornya hilang. Tidak ada musisi dangdut yang tertampung. Suka miris menyimak nasib mereka. Regulasi yang terjadi saat ini juga kerap membuat sebuah pertunjukan musik gratis. Ini bahaya. Orang tidak akan peduli pada harga sebuah musik. Mereka terbiasa datang ke mall dan melihat acara gratisan. Kasihan band yang menggantungkan hidup dari show. Juga para EO, baik di kota atau daerah. Pertunjukan walau semurah apapun harus dipatok harga. Ini untuk membuat mereka sadar untuk mencoba menghargai membeli CD asli. Belum lagi banyak band baru yang lagi naik daun mematok harga murah untuk show mereka. Tentu ini membuat persaingan yang tak sehat. Band lama yang sudha punya patokan harga akan dipaksa mengikut harga band baru. Alasan yang mengundang: "Band yang RBT lagi top saja murah. kok ini band yang udah nggak ngetop harga mahal!"

Ini tentu saja bukan tugas enteng. Hanya DPR atau SK Presiden yang bisa mengatur regulasi seperti ini. Kemarin RUU Film bisa dibuat. Seharusnya peraturan untuk musik juga bisa dibuat. Bagaimana regulasi pertunjukan, penampilan di TV, dan sebagainya. Akan mencoba membawa hal ini ke pemerintah. Di edisi Oktober dan November Mentri Perdagangan Mari Elka Pangestu menulis di Rolling Stone Indonesia tentang CETAK BIRU INDUSTRI MUSIK NASIONAL. Tahun 2009 - 2014 beliau terpilih kembali. Semoga ada angin baik dari semua keruwetan ini.

Selamat Berdiskusi,



Adib Hidayat

Wakakka sesepuh sudah mulai bersabda nih
 
Read October 29, 2009, 09:53:18 PM #17
maspoer_jogja

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???


wah kalo begitu sebaiknya kita tunggu aja terbitnya SK yang berisi : " Setiap pengelola stasiun tivi nasional WAJIB menayangkan minimal 1 acara musik BERKUALITAS, 1 kali dalam setiap minggunya "

kelamaan deh kayaknya... Huh Huh Huh


death rock star
 
Read October 30, 2009, 12:02:02 AM #18
pratamaloeis

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???


wah kalo begitu sebaiknya kita tunggu aja terbitnya SK yang berisi : " Setiap pengelola stasiun tivi nasional WAJIB menayangkan minimal 1 acara musik BERKUALITAS, 1 kali dalam setiap minggunya "

kelamaan deh kayaknya... Huh Huh Huh
haha impian yang sulit diwujudkan itu. kecuali kalau kita bisa menuntut presiden periode berikutnya untuk membuat pos mentri musik Grin
 
Read October 30, 2009, 02:40:18 PM #19
admin

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

Dear All,

Menarik sekali bahasan ini ya? Semua media arus utama (baca: TV) memang menjadikan rating sebagai raja. Siapa penguasa rating? AC Nielsen. Institusi ini yang menjadi "Tuhan" dari segenap tayangan yang ada di TV. Acara sekeren apapun di TV kalau rating jelek tetap saja akan di drop. Industrinya sedang mengarah pada "Semua Jenis Musik Bisa Diterima di TV". Itupun ternyata tidak melibatkan seniman dangdut dan seniman tradisi.

Musik yang sempat merajia di TV itu hampir 3 tahun ini pamornya hilang. Tidak ada musisi dangdut yang tertampung. Suka miris menyimak nasib mereka. Regulasi yang terjadi saat ini juga kerap membuat sebuah pertunjukan musik gratis. Ini bahaya. Orang tidak akan peduli pada harga sebuah musik. Mereka terbiasa datang ke mall dan melihat acara gratisan. Kasihan band yang menggantungkan hidup dari show. Juga para EO, baik di kota atau daerah. Pertunjukan walau semurah apapun harus dipatok harga. Ini untuk membuat mereka sadar untuk mencoba menghargai membeli CD asli. Belum lagi banyak band baru yang lagi naik daun mematok harga murah untuk show mereka. Tentu ini membuat persaingan yang tak sehat. Band lama yang sudha punya patokan harga akan dipaksa mengikut harga band baru. Alasan yang mengundang: "Band yang RBT lagi top saja murah. kok ini band yang udah nggak ngetop harga mahal!"

Ini tentu saja bukan tugas enteng. Hanya DPR atau SK Presiden yang bisa mengatur regulasi seperti ini. Kemarin RUU Film bisa dibuat. Seharusnya peraturan untuk musik juga bisa dibuat. Bagaimana regulasi pertunjukan, penampilan di TV, dan sebagainya. Akan mencoba membawa hal ini ke pemerintah. Di edisi Oktober dan November Mentri Perdagangan Mari Elka Pangestu menulis di Rolling Stone Indonesia tentang CETAK BIRU INDUSTRI MUSIK NASIONAL. Tahun 2009 - 2014 beliau terpilih kembali. Semoga ada angin baik dari semua keruwetan ini.

Selamat Berdiskusi,



Adib Hidayat

Bro RSI ditantang tuh bikin acara music yang ada bobotnya hehehe, biar keren
 
Read November 07, 2009, 12:01:02 AM #20
babintang

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

semua acara musik kaya gitu punya point plus-minus sndiri. ya inbox dengan ivan gunawan yg gayanya makin nyeremin aka "belok" hahaha. blm lagi lagu-lagunya huihhh gen fm abess. dasyat dgn hostnya yg sibuk gosip sm ngobrol sendiri dibanding bawain acaranya. ya derings betterlah ada video jadul ala mereka gitu hehe.
jadi kangen masa jaya mtv di antv ahahaha. waktu gue sd tuhhh
 
Read November 07, 2009, 10:26:19 AM #21
diantakkunjungpadam

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

Dear All,

Menarik sekali bahasan ini ya? Semua media arus utama (baca: TV) memang menjadikan rating sebagai raja. Siapa penguasa rating? AC Nielsen. Institusi ini yang menjadi "Tuhan" dari segenap tayangan yang ada di TV. Acara sekeren apapun di TV kalau rating jelek tetap saja akan di drop. Industrinya sedang mengarah pada "Semua Jenis Musik Bisa Diterima di TV". Itupun ternyata tidak melibatkan seniman dangdut dan seniman tradisi.

Musik yang sempat merajia di TV itu hampir 3 tahun ini pamornya hilang. Tidak ada musisi dangdut yang tertampung. Suka miris menyimak nasib mereka. Regulasi yang terjadi saat ini juga kerap membuat sebuah pertunjukan musik gratis. Ini bahaya. Orang tidak akan peduli pada harga sebuah musik. Mereka terbiasa datang ke mall dan melihat acara gratisan. Kasihan band yang menggantungkan hidup dari show. Juga para EO, baik di kota atau daerah. Pertunjukan walau semurah apapun harus dipatok harga. Ini untuk membuat mereka sadar untuk mencoba menghargai membeli CD asli. Belum lagi banyak band baru yang lagi naik daun mematok harga murah untuk show mereka. Tentu ini membuat persaingan yang tak sehat. Band lama yang sudha punya patokan harga akan dipaksa mengikut harga band baru. Alasan yang mengundang: "Band yang RBT lagi top saja murah. kok ini band yang udah nggak ngetop harga mahal!"

Ini tentu saja bukan tugas enteng. Hanya DPR atau SK Presiden yang bisa mengatur regulasi seperti ini. Kemarin RUU Film bisa dibuat. Seharusnya peraturan untuk musik juga bisa dibuat. Bagaimana regulasi pertunjukan, penampilan di TV, dan sebagainya. Akan mencoba membawa hal ini ke pemerintah. Di edisi Oktober dan November Mentri Perdagangan Mari Elka Pangestu menulis di Rolling Stone Indonesia tentang CETAK BIRU INDUSTRI MUSIK NASIONAL. Tahun 2009 - 2014 beliau terpilih kembali. Semoga ada angin baik dari semua keruwetan ini.

Selamat Berdiskusi,



Adib Hidayat

setuju banget mari kita tagih janji para politisi, oh iyah tentang penyanyi dangdut saya juga miris denger kabar tentang TPI... menyedihkan...

saya harap ada SNL versi indonesia \m/


Music washes away from the soul the dust of everyday life
 
Read November 26, 2009, 12:51:09 AM #22
rambat

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

huft...lagi2 rating
lagi2 atas nama pasar...
gerah euy jadinya..
RS...
selamatkan telinga kami...
 
Read November 28, 2009, 10:34:36 PM #23
scarlet

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

acara MTV Studio tuh lumayan.. ya paling nggak kalo dibandingin ama acara2 musik yang ada sekarang
 
Read December 01, 2009, 04:46:25 PM #24
ankusnanto

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

metro tv lewat kick andy beberapa edisi yg lalu sudah memulai,
bisa dilanjutkan barangkali...
karena sepertinya hanya metrolah yg tidak rating minded...
 
Read December 30, 2009, 12:19:39 PM #25
agusmantoyib

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???


bosen tiap pagi nonton tivi, format acara musiknya seragam....

mimpi banget ada acara 'chart music' yg berkelas, baik format maupun content-nya

Rollingstone Indonesia, sebagai majalah musik berkelas, kapan dong mendobrak 'kedunguan' yg selama ini membelenggu kita?

mungkin gak kalo chart yg selama ini ada di RollingStone diangkat menjadi sebuah acara tivi yg berisi tangga lagu yg bener2 bermutu ( tidak hanya berdasar  titipan label besar ), ditaburi live perform band2 berkelas, diimbuhi dengan wawancara nara sumber- nara sumber yg tentunya juga berkelas..

mas Adib dkk brani gak?








Satuju pisan tuh sekarang nih ehem band yang tampil diacara2 gituan bisa dikatakan band kelas 2 ehem sorry itu kenyataannya hehe

setubuuuh...seharusnya ada acara bulanan tetap yang isinya band2 indie berkualitas.
dulu di prambors ada riot on air sekarang udah ga ada lagi. SadSad
 
Read January 27, 2010, 08:01:53 PM #26
Andri Kwan

Re: Inbox, Dasyat, Dering, Mantab..apalagi???

klo menurut gw...acara kyk gtu dah memang harus terjadi, mengingat industri musik "instan" sedang terjadi saat ini. Dan nanti ada saatnya juga pasar "Lelah" dengan musik2 seperti sekarang ini, cuma masalah waktu...

Nah sekarang...Gmn caranya agar Industri musik tidak memegang kendali atas selera pasar???
karena selama ini menurut gw...selera pasar dikendalikan oleh industri...bukannya industri yang mengikuti selera pasar...Aneh!!!
 
Pages: 1 [2]
Jump to:  

© Copyright 2009 Rolling Stone Indonesia