CD Review: Naif - '7 Bidadari'

Oleh

Kembali mengangkat cinta sebagai tema besar, namun kali ini musisi lain yang memolesnya

Sepertinya menjadi terlalu naif untuk mengharapkan Naif dapat kembali menggunakan sudut pandang berkarya yang unik semacam "Rumah Yang Yahud", "Safari Menuju Laut", "Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia", hingga "Televisi".

Sejak album Planet Cinta (2011), kebanyakan materi musiknya berkisah tentang perasaan-perasaan di dalam hubungan percintaan antar manusia. Ternyata cara itu masih dipercaya oleh David Bayu, Emil Hussein, Fajar Endra, dan Franki Indrasmoro untuk diterapkan ke dalam album terbaru berjudul 7 Bidadari.

Lirik-lirik lagunya masih sederhana, seperti "Aku tak lagi pernah merasa sepi karena ada dia di hatiku," untuk lagu "Selama Ada Cinta". Terdapat pula contoh lain, "Entah, entah sampai kapan aku begini/Ku berubah kau pun berubah" di "Berubah". Jika Planet Cinta hanya memiliki nomor penutup "Pemimpi" sebagai lagu yang bukan bercerita tentang cinta, 7 Bidadari memiliki dua lagu noncinta yang masing-masing berjudul "Alangkah Indahnya Indonesia" dan "Sayang Disayang".

Perkara aransemen musik, para personel Naif sepertinya lebih memilih untuk bersantai dan membiarkan musisi-musisi tamu yang lebih bekerja. "Selama Ada Cinta" menyediakan ruang besar kepada Indra Lesmana untuk bereksplorasi. Lagu-lagu lugu seperti "7 Bidadari", "Berubah", dan "Kenali Dirimu" jadi tidak terdengar mentah berkat kontribusi Sa"Unine Strings Orchestra.

Hal yang cukup menarik di dalam 7 Bidadari datang dari unsur musik Hawaiian dan/atau dangdut yang tidak hanya terdapat di dalam satu lagu, tetapi empat lagu sekaligus: "Sedjak", Kenali Dirimu", "Apa Yang Membuat Dirimu Untuk Terus Di Sini", dan "Sayang Disayang".

Editor's Pick

Add a Comment