7 Kolaborasi Seru antara Musik dan Seni

Ketika musik dan seni bertemu

Oleh
Tulus bersama Ria Papermoon.

Bagi banyak musisi, musik saja belum cukup untuk merepresentasikan karya. Mereka menganggap perlu bantuan lain untuk menjelaskan pesan yang ingin disampaikan. Mereka pun kemudian mengundang seniman dari lintas bidang lainnya untuk memperkaya wacana.

Perkawinan antara musik dengan seni lain sebenarnya sudah lama terjadi. Hasilnya kebanyakan menarik karena bisa berjalan dengan sinergi yang baik. Seni dalam bentuk rupa maupun video kehadirannya memperkuat musik. Jadilah satu kemasan yang memanjakan siapa saja yang mengonsumsinya.

Belakangan praktik ini makin terlihat jelas di kancah musik. Musisi beragam jenis menyambangi rekannya di luar lingkaran untuk bekerja sama. Inilah beberapa yang cocok bersanding:

Tulus x Papermoon Puppet Theatre

Penyanyi pop Tulus melakukan kolaborasi bersama Papermoon Puppet Theatre untuk video musik "Manusia Kuat". Papermoon Puppet Theatre merupakan kolektif seniman boneka asal Yogyakarta yang telah keliling dunia. Dalam video musik "Manusia Kuat", kolektif tersebut 'berperan' sebagai bintang utama dengan peragaan boneka yang bercerita.

The Sigit x Syagini

Untuk album penuh keduanya, The Sigit mengajak seniman Syagini Ratna Wulan untuk mengonsep sampul album. Didominasi warna ungu, sampul album tersebut diisi orang-orang dengan penutup kepala tinggi yang mengingatkan kepada karakter-karakter film Alejandro Jodorowsky. Namun dalam salah satu wawancara, The Sigit mengungkapkan kalau sampul album ini ternyata diilhami oleh karya-karya Storm Thorgerson.

Sigmun x Kendra Ahimsa x Reska Dwi Addry

Sigmun mengajak dua seniman muda untuk menggarap sampul album perdana Crimson Eyes. Kendra Ahimsa yang dikenal atas karya-karya berwarna meriah mendesainnya dengan dominasi warna merah. Sedangkan Reska Dwi Addry membuat patung yang kemudian difoto dan disunting ulang oleh Kendra. Hasilnya dipasang sebagai sampul album, sementara patung aslinya sempat dipajang pada konser peluncuran album.

Kelompok Penerbang Roket x Anton Ismael

Grup musik rock yang sedang naik daun Kelompok Penerbang Roket melakukan kolaborasi bersama fotografer dan videografer senior Anton Ismael. Kolaborasi ini menghasilkan tiga video musik sekaligus yang dijahit menjadi suatu kesatuan. Lagu yang dijadikan video musik adalah "Tanda Tanya", "Beringin Tua", dan "Target Operasi". Hasilnya adalah eksperimentasi yang tak tertebak dan seru.

Elephant Kind x Jordan Marzuki

Jordan Marzuki, sutradara muda yang telah mengerjakan beberapa video musik dan film pendek, bertemu dengan Elephant Kind dalam "True Love". Single terbaru Elephant Kind ini diinterpretasikan sebagai cerita pertemanan yang berubah menjadi thriller. Kemasannya sederhana namun membuat penonton terjerat sampai akhir.

Rega Ayundya x Vague

Grup musik post-hardcore Vague mengajak seniman Rega Ayundya Putri untuk ilustrasi album Footsteps. Kemudian dilanjutkan desain sampul piringan hitam tujuh inci 23/Nothing serta merchandise berupa kaus.

Pandai Besi x Fluxcup

Seniman video yang terkenal karena karya yang terkesan asal-asalan tapi mengundang tawa, Fluxcup, bertemu dengan band Pandai Besi. Hasilnya adalah penabrakkan ide konyol dan koreografi tari yang bermakna dalam.

Untuk kalian yang hobi mengekspresikan diri lewat musik dan visual, sekarang adalah saatnya untuk menggabungkan skill tersebut dengan mengikuti proyek Fantasy Guitar. Di sini kalian ditantang untuk mendesain sebuah gitar Telecaster menggunakan ilustrasi visual sesuai dengan karakter kalian. Untuk info yang lebih lanjut lagi bisa mengakses situs ini.



Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Live Review: Mocca x Payung Teduh
  3. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala
  4. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  5. Superman is Dead Tolak Permintaan Presiden Jokowi untuk Memakai Lagu Mereka

Editor's Pick

Add a Comment