5 Band Emo yang Tengah Mencuri Perhatian Kancah Musik Lokal

Distorsi kencang dan lirik penyayat hati kembali muncul ke permukaan

Oleh
Salah satu band lokal terkini yang mengusung musik emo, Eleventwelfth.

Ada masanya ketika musik emo (post-hardcore, indie rock, pop punk) merambat subur di selera remaja tanah air. Pada tahun 2000 hingga 2010, kancah musik lokal diramaikan oleh banyak band yang memainkan musik dengan raungan distorsi kencang, dilarutkan dengan lirik-lirik yang menyayat hati. Setelah itu musik emo seperti menyerah oleh keadaan karena para pelaku dan pendengarnya bertransformasi dalam bermusik. Akan tetapi sejatinya emo tidak pernah mereka tinggalkan sepenuhnya.

Berikut adalah lima band emo yang tengah mencuri perhatian kancah musik lokal belakangan ini:

Vague

Trio post-hardcore asal Jakarta yang mengantongi musikalitas mumpuni. Vague beranggotakan Yudhistira (vokal/gitar), Gary (vokal/bas), dan Januar Kristianto (drum). Mereka baru saja merilis single bertajuk "Sajak Pucat Pasi" sebagai lagu pertama Vague yang menggunakan lirik bahasa Indonesia.

Beeswax

Beeswax adalah salah satu daya pembangkit emo dalam dua tahun belakangan. Mereka lahir di Malang dan sudah mengantongi dua album yang masing-masing berjudul First Step (2014) dan Growing Up Late (2015). Pada tahun ini mereka memperkenalkan single "The Loaded Ashtray" sebagai salah satu materi dari album selanjutnya.

Eleventwelfth

Nama Eleventwelfth mulai gencar dibicarakan di kancah musik lokal setelah melepas single bertajuk "Your Head As My Favorite Bookstore" pada awal 2017. Lagu itu memuat kontribusi vokal dari Asteriska, salah satu penyanyi Barasuara. Eleventwelfth sudah merilis album pendek perdana yang memiliki judul sama dengan nama band.

Dandy Gilang

Dandy Gilang tidak hanya menyumbangkan identitas emo-nya melalui alunan musik akustik, tetapi ia juga memperkuat dua band Malang sekaligus yaitu Much dan Write the Future. Pada awal 2017 Dandy bersama Much merilis video musik untuk lagu "Uneven". Kemudian di tahun ini pula ia dan Write the Future merilis album penuh Changing Pace.

Rekah

Grup post-hardcore gelap asal ibu kota yang baru saja melepas album mini Berbagi Kamar lewat label rekaman Royal Yawns. Mereka sempat merilis satu video musik yang memuat dua lagu sekaligus, “Tentang Badai” dan “Belajar Tenggelam”.

Jika kalian terinspirasi dari kelima band emo di atas dan ingin melihat karya-karya musik lainnya, kalian bisa datang ke acara Go Ahead Challenge Festival; sebuah festival seni kreatif untuk mengapresiasi para seniman-seniman di Indonesia.

Selain musik, kalian juga dapat melihat para seniman di bidang visual art, photography dan style menguji kreatifitas mereka di sini. Jangan lupa, Go Ahead Challenge Festival terdekat akan dilaksanakan di Lapangan Saburai, Lampung pada tanggal 16 November 2017.

Ingin tahu lebih lanjut? Yuk buruan klik di sini! Mari bersama meramaikan Go Ahead Challenge Festival 2017 edisi Lampung!



Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. Inilah Para Pemenang AMI Awards 2017
  3. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  4. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  5. Eddie Van Halen: 'Ibu Saya Orang Indonesia, Rangkasbitung'

Editor's Pick

Add a Comment