7 Fakta Seputar Perjalanan Karier NAIF

Dapat bertahan selama 22 tahun, NAIF merupakan salah satu band pop terbaik yang pernah ada di Indonesia

Oleh
NAIF

NAIF telah menginjak usia 22 tahun. Pada 22 Oktober lalu, mereka mengadakan pesta ulang tahun sekaligus peluncuran album ketujuh yang diberi tajuk 7 Bidadari. Band yang beranggotakan David Bayu (vokalis), Emil Hussein (bas), Fajar 'Jarwo' Taruna (gitar), dan Franki 'Pepeng' Indrasmoro (drum) ini masih bertahan di antara gempuran banyak band baru.

Sebagai band yang telah lama malang melintang, banyak hal dilewati baik itu positif maupun negatif. Mulai dari terbentuk di kampus Institut Kesenian Jakarta, mendapatkan kontrak rekaman, membuat album yang banyak dipuji orang, dibuatkan sebuah album persembahan, hingga berubah konsep. Semuanya dialami secara natural dan terus menguatkan mereka.

Bagaimana kisah singkat perjalanan karier NAIF? Ini dia beberapa faktanya:

1) Para Anggota Awal

NAIF

Sejarah NAIF bisa dilacak terbentuknya dari kampus bernama Institut Kesenian Jakarta (IKJ). David, Pepeng, dan Jarwo adalah sekumpulan mahasiswa tingkat satu dari kelas Pendidikan Dasar Seni Rupa. Pada saat itu, mereka kerap menginap di rumah teman secara bergiliran.

Di suatu malam, bukannya mengerjakan tugas kuliah, mereka malah bernyanyi dan bermain gitar semalaman. Di malam itu pula mereka tiba-tiba membuat sebuah lagu yang kemudian diberi judul "Jauh". Ketiganya pun memutuskan untuk serius menjalani band tersebut. Chandra dan Emil menyusul belakangan.

2) Masuk Dapur Rekaman

NAIF

Tahun 1996, seorang teman yang kemudian jadi seniman tenar Irwan Ahmett mengabarkan kalau Bulletin Records berencana merilis album kompilasi. NAIF pun mengirimkan demo kaset yang telah mereka buat. Mereka tak masuk ke dalam kompilasi tersebut, tapi malah dibikinkan album penuh. Dua tahun setelahnya, album perdana yang diberi judul sama dengan nama band pun dirilis.

3) Keluarnya Chandra dari NAIF

NAIF

Setelah berhasil membuat tiga album yaitu Naif (1998), Jangan Terlalu Naif (2000), dan Titik Cerah (2002), sang keyboardist Chandra memutuskan keluar. Ia dikabarkan ingin fokus kepada karier desainnya. Hingga saat ini, NAIF dibantu additional keyboardist ketika naik panggung.

4) Meninggalkan Konsep Retro

NAIF

NAIF awalnya terkenal karena penampilan dan musik yang dianggap retro. Perpaduan psychedelic pop, rock & roll, dan ballads menjadi musik andalan mereka di empat album pertama. Gaya panggung dan penampilan juga mendukung seperti celana cutbray, kemeja floral, dan bandana. Di tahun 2007, mereka menanggalkan semuanya dan beralih jadi lebih modern. Gaya tersebut dipertahankan hingga kini.

5) Album Penghormatan

Tahun 2007, label rekaman independen Aksara Records merilis album penghormatan untuk NAIF. Meski pada saat itu NAIF baru berusia 12 tahun, namun pengaruh mereka tergolong besar. Mereka juga sering dianggap sebagai band yang mengawali gelombang musik yang berasal dari IKJ.

Total 14 musisi tergabung dalam album bertajuk Mesin Waktu: Teman-teman Menyanyikan Lagu NAIF ini. Mereka adalah White Shoes and the Couples Company, Fable, Karon N Roll, Voyagers of Icarie, The Brandals, Couple, Tika bersama Wrong is the New Right, Cherry Bombshell, Goodnight Electric, Media Distorsi, Superglad, The Monophones, The Adams, dan Sore.

6) Tujuh Album, Satu Album Kumpulan Lagu Terbaik, dan Satu Album Live

NAIF

Hingga kini NAIF sudah merilis tujuh album, terakhir adalah album 7 Bidadari yang dirilis tahun ini. Selain itu, mereka juga sudah mengeluarkan album The Best of dan satu album live yaitu A Night at Schouwburg.

7) Mengadakan Sesi Rekaman Live di Konser Intim Together Whatever Session

Pada 22 September, NAIF mengadakan konser intim dalam rangka Together Whatever Sessions di The Dutch. Konser gratis ini terbuka bagi siapa saja yang mengikuti persyaratan sesuai yang tertera pada akun Instagram Together Whatever. Mereka membawakan total dua belas lagu yang seluruhnya direkam dalam bentuk video dan audio.

Tonton obrolan Rolling Stone Indonesia bersama NAIF soal perjalanan karier mereka dan percakapan tentang album terbaru:

Bagian satu:

Bagian Kedua:



Related

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. Inilah Para Pemenang AMI Awards 2017
  3. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  4. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  5. Eddie Van Halen: 'Ibu Saya Orang Indonesia, Rangkasbitung'

Editor's Pick

Add a Comment