Live Review: Sonic Fair 2017

Oleh
Aksi Dead Squad di Sonic Fair 2017 pada Minggu (22/10). Bani Hakiki

Rings of Saturn dan Devourment batal tampil tanpa pernyataan sebelumnya

Sonic Fair menghelat pergelarannya yang ketiga di Kota Kembang, tepatnya di Lapangan Bola Pusdikku Kodiklat TNI AD pada 22 Oktober lalu. Awalnya, festival musik cadas ini direncanakan di Cimahi, kemudian pihak promotor Revision Live mengabarkan perpindahan lokasi sepekan sebelumnya dengan janji kapasitas yang lebih luas. Namun, lokasi yang ditunjuk setelah perubahan tidak menampakkan janji tersebut.

Pintu masuk dibuka pada pukul 11 siang waktu setempat. Di dekat pintu masuk, terpampang spanduk yang bertuliskan jadwal penampil yang tidak sesuai dengan berjalannya acara. Setelah ditelisik, pihak panitia mengaku memang terjadi perubahan jadwal yang mendadak.

Terdapat dua panggung pada gelaran itu, satu panggung utama bertajuk Black Stage dan satu panggung bertajuk Death Stage dengan luas seperempat lebih kecil dari panggung utama. Death Stage diramaikan oleh jejeran bintang musik cadas seperti Hellcity, Kaluman, Jasad, Mesin Tempur, hingga nama besar seperti Devourment didatangkan jauh dari Dallas, Amerika Serikat, dan sejumlah grup lokal lainnya. Di Black Stage sendiri, terdaftar sejumlah aksi cadas yang tidak kalah hebatnya, termasuk Koil, Dead Squad, Revenge The Fate, Seringai, hingga Rings of Saturn dari Bay Area, Amerika Serikat.

Sonic Fair 2017 telah mengecewakan banyak metalheads. Pasalnya, rencana kedatangan Devourment dan Rings of Saturn untuk tampil hanya cerita atau janji belaka. Rings of Saturn sudah sempat hadir, namun hanya mengadakan meet and greet di sebuah hotel dekat lokasi festival yang dihadiri oleh sepuluh orang terpilih. Sementara Devourment, sama sekali tak terlihat batang hidungnya.

Hanya ada tiga hal menarik dan satu hal mengecewakan yang bisa diingat pada gelaran kali itu. Pertama, arena mosh pit yang diselimuti lumpur, banyak orang bilang merasa seakan di Woodstock, tapi jelas dengan kualitas acara yang sangat jauh berbeda. Kedua, ketika Mesin Tempur menggedor distorsi dengan tingkah gilanya di atas panggung, didampingi dua ekor ayam kampung bernama Jakcson dan Celine Dion. Ketiga, penampilan Seringai yang sepi penonton, hanya menyisakan segelintir serigala. Sang vokalis Seringai, Arian13 berceloteh di atas panggung, berkata: "Baru pertama kali saya lihat penonton metal yang takut penyakit. Takut kotor. Yes! Inilah Bandung yang saya harapkan 25 tahun yang lalu!" sambil tertawa. Pada kesempatan itu, Seringai berlokaborasi dengan Ebenz dari Burgerkill membawakan "Dilarang Di Bandung."

Yai Item, Eben 'Burgerkill' dan Sammy saat tampil bersama Seringai di Bandung Sonic Fair 2017. (Bani Hakiki)

Satu hal yang mengecewakan adalah ketika seseorang dari pihak panitia memberi pernyataan dari atas panggung Black Stage sekitar pukul 8 malam, "Ya, Seringai adalah band penutup Sonic Fair 2017, karena waktu yang tidak cukup. Sampai jumpa 2018!" Bahkan sebelumnya, para awak media sempat diajak ke sebuah hotel untuk hidangan makan malam dan konferensi pers saat istirahat adzan maghrib, hal yang janggal. Anehnya lagi, tidak ada konferensi pers resmi yang terjadi dan sejumlah awak media sempat ditelantarkan sebelum akhirnya kembali diantar ke lokasi festival.

Editor's Pick

Add a Comment