Andien Gambarkan Perubahan Hidupnya Lewat Album Baru, 'Metamorfosa'

Digarap dan dirilis secara mandiri

Oleh
Andien Bayu Adhitya

Andien telah meluncurkan album teranyarnya yang diberi tajuk Metamorfosa pada Rabu (4/10) lalu di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.

Selain menjadi albumnya yang ketujuh, Metamorfosa juga menjadi penanda tujuh belas tahun Andien berkarier sebagai penyanyi. Sebelumnya, ia terakhir merilis album dengan tajuk Let It Be My Way pada 2014 silam.

Andien menggarap dan merilis Metamorfosa secara mandiri. Hal ini bukanlah yang pertama baginya, dikarenakan ia merilis album perdana Bisikan Hati (2000) juga dengan metode independen.

Proses pembuatan album memakan waktu lebih kurang satu tahun, dimulai ketika Andien sedang mengandung anak pertamanya, hingga mencapai tahap distribusi dalam bentuk cakram padat dan digital. Nikita Dompas, juga dikenal sebagai gitaris Tomorrow People Ensemble, yang sudah lama menjadi kolaborator Andien ditunjuk sebagai produser.

"Album ini membawa saya kembali ke warna musik saya pada awal-awal karier; tentu saja dengan segala pendewasaan atas proses yang sudah saya jalani selama ini, baik di musik maupun di luar," tutur Andien seperti dikutip dari siaran persnya. "Saya banyak mengeksplorasi dan bereksperimen dengan musik yang membuat album ini terasa berbeda dengan album sebelumnya. Selain berkolaborasi dengan banyak musisi, album ini juga kolaborasi saya dengan Kawa (anak pertamanya) yang sudah menemani sejak masih dalam kandungan."

Metamorfosa diakui Andien sebagai album yang begitu personal. Judul album yang dipilih pun selaras dengan apa yang ia ingin gambarkan dalam albumnya, yakni perubahan kehidupan yang menyandang berbagai peran dalam setiap fasenya.

Dua lagu yang ditunjuk sebagai single dan sudah dirilis sebelumnya adalah "Belahan Jantungku" dan "Indahnya Dunia". Lagu "Belahan Jantungku" ditulis oleh Tulus dan menceritakan kebahagiaan Andien sebagai seorang ibu. Sementara pada "Indahnya Dunia" yang sudah memiliki video musik, Andien menggambarkan rasa bersyukur atas nikmatnya keindahan yang ditangkap oleh mata dan perasaan. (rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Live Review: Mocca x Payung Teduh
  3. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  4. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala
  5. Superman is Dead Tolak Permintaan Presiden Jokowi untuk Memakai Lagu Mereka

Add a Comment