We The Fest 2017: That's Entertainment

Hipster dan millenial berkumpul dalam sebuah pesta yang ditujukan bagi mereka di We The Fest yang digelar untuk keempat kalinya. Kali ini digelar di JIExpo Kemayoran, menampilkan Phoenix, Charli XCX, sampai Epik High

Big Sean menjadi salah satu highlight We The Fest 2017. Pramedya Nataprawira

Jika Anda berumur akhir 20 ke atas, akan mudah untuk merasa tua jika datang ke We The Fest. Maklum saja, festival paling hip yang ada sekarang ini dibanjiri banyak musik kekinian sebagai pengisi utamanya. Kalau sudah tidak pernah update musik terbaru, di festival tiga hari ini Anda bisa belajar banyak memperluas cakupan selera. Wajar saja bila penonton yang hadir adalah remaja berusia sekolah dan kuliah. Ini memang pesta yang ditujukan buat mereka.

Sebagai pembuat festival, Ismaya Live sudah khatam dalam urusan mengorganisasi dan menyusun acara. Tahun ini We The Fest masih melanjutkan gaya tahun lalu, terutama urusan menyajikan hiburan di luar musik. Ada dua panggung outdoor, Another Stage dan WTF Stage, dan panggung indoor The Stage is Bananas. Terdapat juga Art Village, di situ disediakan karaoke booth, make up booth, photo booth, dan lain-lain. Banyak lagi booth-booth sponsor yang juga memberikan pengalaman yang berbeda; Go Chill menyediakan pijat, Mizone dengan beragam permainan, dan H&M menyediakan photo box.

Sebagai tambahan, tahun ini WTF menambahkan Cinema Club bertempat di bagian penonton di dalam indoor stage. Sebuah ruangan kecil yang didekorasi seperti serial Stranger Things, dipenuhi bean bag dan satu LCD screen untuk penayangan film independen baik lokal maupun internasional. Berjalan terus selama tiga hari, area ini menjadi alternatif bagi yang sudah terlalu lelah untuk berpesta.

Hari pertama dimeriahkan oleh The Kooks, Zhu, Agrikulture, Shura, Lido, sampai Charli XCX. Shura membawakan tujuh lagu dari album Nothing's Real. Di sela penampilan artis asal Manchester tersebut, penonton dikagetkan oleh kedatangan presiden Joko Widodo.

Untuk kisah selengkapnya silakan baca majalah Rolling Stone Indonesia edisi 149 September 2017.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Live Review: Mocca x Payung Teduh
  3. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  4. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala
  5. Superman is Dead Tolak Permintaan Presiden Jokowi untuk Memakai Lagu Mereka

Add a Comment