Bassist Sekaligus Pendiri Can, Holger Czukay, Meninggal Dunia

Pionir teknik sampling ini ditemukan tak bernyawa di studio Inner Space milik bandnya

Oleh
Holger Czukay meninggal dunia pada usia 79 tahun. Facebook Can - Spoon Records

Holger Czukay, bassist dan salah satu pendiri unit krautrock Can asal Jerman, meninggal dunia pada Selasa (5/9) lalu, seperti dilaporkan oleh surat kabar lokal kota Koln, Kölner Stadt-Anzeiger. Ia meninggal dunia pada usia 79 tahun.

Czukay ditemukan di studio milik Can bernama Inner Space di Weilerswist, Jerman di mana ia diduga tinggal. Pekerja konstruksi sekitar tidak melihat Czukay dalam beberapa hari dan kemudian tetangga menemukannya di apartemen. Penyebab kematian belum diketahui.

Czukay mendirikan Can pada 1968 bersama keyboardist Irmin Schmidt, drummer Jaki Liebezeit, dan gitaris Michael Karoli. Sebelum membentuk grup musik itu, ia belajar dengan komposer garda depan Karlheinz Stockhausen dan sempat bekerja sebagai guru musik. Meski awalnya Czukay tidak memiliki ketertarikan terhadap musik rock & roll, minatnya mulai timbul pasca mendengarkan lagu "I Am the Walrus" dari The Beatles, yang kemudian menggiringnya untuk mendengarkan The Velvet Underground, Frank Zappa, dan Jimi Hendrix.

Bersama Can, Czukay mengawinkan pengaruh-pengaruh yang tampak berbeda ini menjadi suatu gaya baru. Can bergantung kepada gaya penulisan lagu improvisasi (metode yang disebut "komposisi instan") dan meleburkan elemen jazz, rock, psychedelia, serta avant-garde yang nantinya memiliki pengaruh bagi musisi-musisi new wave, techno, trance, dan masih banyak lagi. Sebagai bassist band tersebut, Czukay bekerja dekat dengan Liebezeit--dikenal atas gaya bermain drumnya yang motorik--untuk menghasilkan irama ajek dan berdaya yang menjadi pusat dari musik Can.

Pasca pembentukannya, Can merekam koleksi lagu yang sering dibajak yang kemudian muncul dalam album kompilasi Delay 1968 rilisan tahun 1981. Album perdana mereka yang resmi, Monster Movie, hadir pada 1969. Selain sebagai bassist, Czukay juga merekam dan menjadi teknisi untuk kebanyakan album Can hingga ia cabut dari band setelah album Saw Delight tahun 1977. Saat itu, ia hanya membantu menambahkan efek suara dan pita rekaman setelah masuknya mantan bassist Traffic yang bernama Rosko Gee.

Czukay dengan cepat memulai karier solo yang berhasil, merilis album penuh bertajuk Movies pada 1979. Sebagai musisi solo, ia bereksperimen dengan efek suara, menyambungkan pita rekaman yang berujung kepada bentuk awal teknik sampling (ia juga sering meniup french horn). Czukay juga memanfaatkan radio gelombang pendek, merekam potongan-potongan audio dan menggabungkannya jadi komposisi, sebuah metode yang ia sebut "radio painting."

Selain kesibukannya sebagai artis solo, Czukay juga berkolaborasi dengan beragam artis antara lain Brian Eno, U.N.K.L.E., Eurythmics, Jah Wobble, dan sebuah band Jerman bernama Trio. Czukay merilis album solo terakhirnya, Eleven Years Innerspace, pada 2015. (aby/rn)

Editor's Pick

Most Viewed

  1. Seni Musik Keras di Rock In Borneo 2017
  2. Maliq & D’Essentials, The Sigit, Stars and Rabbit Siap Ramaikan Pizza e Birra Oktobeerfeast, Jakarta
  3. Film 'Turah' Dipilih untuk Mewakili Indonesia pada Oscars 2018
  4. Konferensi Musik Indonesia, Archipelago Festival, Siap Diselenggarakan Oktober Mendatang
  5. 10 Kolaborasi Seru yang Terjadi di Soundrenaline 2017

Add a Comment