Kisah di Balik Kehadiran Presiden Jokowi di We The Fest 2017

Presiden Republik Indonesia ke-7 ini berharap ekonomi kreatif semakin tumbuh berkembang di tanah air

Oleh
Presiden Joko Widodo (membelakangi kamera) saat hadir di hari pertama We The Fest 2017 yang diadakan di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta pada Jumat (11/8) lalu Adib Hidayat

Kehadiran Presiden Joko Widodo di festival musik We The Fest 2017 di area JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, pada 11 Agustus lalu membuat gempar ribuan penonton yang memadati arena festival, yang di hari pertamanya menyajikan deretan pengisi seperti The Kooks, Kodaline, Charli XCX, Yuna, Shura, The Sigit, Rendy Pandugo, Scaller, dan masih banyak nama lainnya.

Pada hari itu di pukul 17.42 telepon saya berdering. Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Teten Masduki memberi tahu saya bahwa Presiden Joko Widodo berkenan hadir di We The Fest 2017. Festival musik tahunan ini digagas oleh Ismaya Live. Posisi saya saat itu masih di Kemang. Segera saya menghubungi Christian Rijanto, bos Ismaya Live, dan memberitahukan rencana kedatangan presiden yang dikenal menyukai jenis musik metal ini ke arena We The Fest 2017.

Christian kaget! Siapa mengira Presiden Joko Widodo ingin menyaksikan festival musik ini, berbaur dengan para penonton. Namun tim Ismaya dengan cekatan mempersiapkan semuanya. "Aman semua," kata Christian ketika pada pukul 19.00 WIB saya sampai di lokasi We The Fest 2017 setelah membelah jalanan Jakarta.

"Bapak pakai batik ke We The Fest tidak apa-apa?" kata Teten Masduki lewat pesan pendek kepada saya. Namun saya membayangkan pasti gerah, apalagi kalau nanti Presiden Joko Widodo hendak ke tengah penonton menyapa mereka yang hadir.

Saya mengusulkan Presiden berganti kaus saja, lebih santai. Ditemani Armand dan Bram dari Ismaya, kami memilih kaus lengan panjang yang akan dipakai Jokowi, warna abu-abu dan hitam jenis raglan. Foto kaus saya kirim ke Teten, supaya tahu apakah aman untuk dipakai. "Aman," balas Teten pendek.

Pada hari itu di lokasi yang sama Presiden Joko Widodo kebetulan ada acara Silaturahmi Nasioal II Relawan Pendukung Jokowi 2017 dengan ribuan relawan hadir. Dari jadwal yang ada, memang tidak ada kunjungan menghadiri We The Fest 2017. Bahkan ketika acara Silaturahmi Nasioal II Relawan Pendukung Jokowi 2017 berakhir sempat terlihat rombongan mobil kepresidenan meninggalkan lokasi JIEXPO. Berarti batal, atau Jokowi tidak jadi hadir menyaksikan We The Fest 2017. Namun beberapa petugas paspampres terlihat masih berada di lokasi, walau tampak raut wajah yang bingung di antara mereka. Seakan bertanya-tanya, jadi apa tidak Presiden Joko Widodo ke We The Fest?

Tepat pukul 20.55 WIB telepon saya berdering kembali. "Bapak menuju ke situ ya, nanti Adib temani dan jelaskan siapa saja yang tampil di We The Fest ini," kata Teten. Benar saja, beberapa menit kemudian Paspampres datang memasuki pintu samping dekat arena media dan panggung. Rupanya Presiden Joko Widodo yang awalnya hendak pulang kembali lagi menuju area We The Fest 2017.

"Bapak jadi mau ganti kaus, carikan ruang ganti ya," kata Teten begitu saya ikut menyambut Presiden Joko Widodo di pintu depan bersama Christian Rijanto, Bram, dan Armand dari Ismaya. Ruang media mendadak dipakai untuk ganti baju. Saya diminta masuk terlebih dahulu menemui presiden setelah ganti baju. Terlihat pria asli Solo ini akan menggulung kaus We The Fest.

"Jangan digulung, Pak, terlihat santai dibiarkan saja. Rileks," kata saya kepada Presiden Joko Widodo. "Oh ya, jangan digulung ya?" kata Joko Widodo sebelum berjalan menuju This Stage Is Banana tempat Shura tengah tampil.

Penonton Shura langsung heboh. Mereka sejenak lupa akan Shura dan merangsek untuk foto bersama Presiden Joko Widodo. Puluhan penonton bergantian swafoto dan berteriak histeris, kaget karena Presiden Joko Widodo hadir di We The Fest. "Wow! Pak Jokowi nonton We The Fest! Selera musiknya oke banget, Pak," teriak salah seorang penonton. Shura juga menyapa Jokowi dari atas panggung.

Beberapa menit menyaksikan Shura, Presiden Joko Widodo berbaur keluar menyaksikan Charli XCX di WTF! Stage. "Apa kabar Rolling Stone Indonesia?" kata Presiden Joko Widodo saat kami berjalan menuju lokasi panggung utama. "Baik, Pak. Masih menunggu jadwal khusus wawancara dengan Bapak. Kita bahas dunia kreatif saja, bahas musik, tidak usah politik," kata saya. "Ayo, coba diatur saja sama Teten Masduki ya," janji Presiden Joko Widodo kepada saya.

Butuh waktu sekitar 30 menit untuk Presiden Joko Widodo berjalan dari This Is Banana Stage menuju WTF! Stage. Ajakan swafoto dari ratusan penonton yang histeris menyebut nama Jokowi membuat para petugas paspampres sedikit kewalahan. "Jokowi, I love you!" kata penonton histeris. Terlihat penonton dari luar Indonesia juga ikut berlomba maju mendekati Jokowi untuk berswafoto.

Akhirnya presiden tiba di ruang VIP, tepat berada di samping panggung utama WTF saat Charli XCX tengah menyelesaikan set yang membuat penonton bergemuruh. Saat lagu penutup "Boom Clap!" dari Charli XCX berlangsung, presiden tampak berdiri dan menikmati musik sambil tak henti bergantian bersalaman atau foto bersama dengan beberapa penonton yang diperbolehkan foto secara bergantian di ruang VIP WTF.

Presiden Jokowi saat menyaksikan penampilan Charli XCX di We The Fest 2017. (Adib Hidayat)

Dalam jeda waktu sebelum Kodaline tampil, saya sempat bertanya apakah hobi mendengarkan musik masih kerap dilakukan Jokowi, juga kapan terakhir ia menyaksikan konser musik.

"Tiap pagi saya punya waktu satu jam dari Istana Bogor ke Istana Negara di Jakarta untuk mendengar lagu-lagu yang saya suka dari dulu, mulai Led Zeppelin, Deep Purple, The Police, Judas Priest, Metallica, Phil Collins, dan Nazareth. Kalau datang ke festival musik saya sudah lama juga absen. Setelah nonton Guns N" Roses dan Metallica di Jakarta, paling nonton Lamb of God dan Judas Priest di Singapura. Saya ingat pas nonton Lamb of God, Kaesang malah mau keluar. "Nggak suka musiknya", kata dia. Juga saat nonton Linkin Park di GBK yang kita ketemu," tutur Presiden Jokowi.

Saya lantas mengajak Jokowi menyaksikan Festival JogjaRockKarta yang akan menghadirkan Dream Theater, God Bless, Power Metal, Death Vomit, dan Kelompok Penerbang Roket di Yogyakarta, 29 September 2017. Juga ada festival musik Soundrenaline di Bali pada 9 dan 10 September 2017. "Wah, menarik. Apa namanya JogjaRockArta dan Soundrenaline? Coba diatur waktunya," kata Jokowi ke Teten Masduki.

"Ekonomi kreatif makin tumbuh berkembang di Indonesia. Sektor musik salah satunya banyak melahirkan musik dari musisi berbagai daerah di Indonesia dengan musik-musik yang tidak kalah dengan musik-musik dari luar negeri. Festival We The Fest, salah satu festival utama saat ini, adalah tempat muara bertemunya musisi Indonesia dan luar negeri. Musisi yang sedang menjadi idola generasi millenials. Interaksi ini bagus. Saling belajar. Untuk jadi bahan perbandingan yang akhirnya musik dari musisi Indonesia juga dinikmati musisi dan penonton dari luar negeri. Kita bisa lihat band Indonesia seperti The Sigit, Stars & Rabbit, The Hydrants, Scaller, Elephant Kind, Rendy Pandugo, Lightcraft, Goodnight Electric, Danilla, Jason Ranti, Mocca, dan Barasuara dengan musikalitas yang luar biasa. Saya harap musik, film, fashion, dan sektor-sektor kreatif lain dari anak bangsa Indonesia ini mendunia. Membuat harum nama bangsa. Memperkaya dunia kreatif internasional dengan kekayaan seni yang kita miliki," ujar Presiden Joko Widodo.

Saat Kodaline memulai setnya pada pukul 22.30 WIB, Presiden Joko Widodo pamit meninggalkan area VIP dan turun ke tengah ribuan penonton yang tengah terlena dengan komposisi yang dibawakan Kodaline. "Seperti The Police ya, Pak, sekilas musik Kodaline?" kata saya mencoba memancing dengan referensi musik yang disukai Presiden Jokowi saat berjalan membelah lautan penonton We The Fest. "Iya, betul juga. Bagus, ada aroma musik rock new wave, The Police ya?" katanya sambil tersenyum.

Waktu mendekati pukul 23.00 WIB saat Presiden Joko Widodo saya antarkan menuju rombongan mobil kepresidenan yang akan membawanya pulang ke Istana Bogor. "Besok saya mau ke Jember, ada Festival Jember. Nanti kasih tahu lagi ya kalau ada acara-acara seperti ini. Kasih tahu ke Teten Masduki saja, ini saja dadakan saya dikasih tahu Teten tadi. Acaranya bagus sekali. Terima kasih sudah ditemani ya," kata Presiden Joko Widodo dengan hangat sambil memegang bahu saya.

Gestur yang sama persis ketika pada 21 September 2011 saya bertemu Jokowi untuk pertama kali di gerai Rolling Stone Indonesia di Stadion GBK, saat hendak menyaksikan konser Linkin Park. Saat itu Jokowi masih menjadi Walikota Solo. Musik akhirnya mempertemukan kami kembali.

Presiden Jokowi dan Editor in Chief Rolling Stone Indonesia Adib Hidayat saat berada di arena We The Fest 2017.

Editor's Pick

Add a Comment