Film Dokumenter Skateboard ‘Raba Cakrawala’ Ditayangkan di Yogyakarta

Gelaran penayangan kali ini merupakan yang ketiga kalinya oleh Volcom Indonesia

Oleh
Aksi Mario Palandeng di film dokumenter 'Raba Cakrawala' yang ditayangkan di Tap House, Yogya pada Sabtu (5/8). volcom.co.id

Volcom Indonesia kembali mengadakan sebuah acara penayangan film dokumentarnya baru-baru ini yang bertajuk Raba Cakrawala karya Hasbi Sipahutar di Tap House, Yogyakarta pada Sabtu (5/8) lalu. Film dokumenter gagasan Volcom Indonesia ini menceritakan tentang perjalanan Mario Palandeng dan Sanggoe Dharma duo skateboarder yang menginjakkan kaki di tanah suci dan kelahiran skateboard, Amerika Serikat.

Gelaran penayangan kali ini merupakan yang ketiga kalinya dari seluruh rangkaian yang digelar. Sebelumnya, Juli lalu, Volcom Indonesia menghelat penayangannya di dua tempat, yaitu Skatepark Kalijodo, Jakarta dan Bad and Arrow, Padang.

Pada gelaran pertamanya di Jakarta lalu, acara penayangan bertajuk Volcom: Road to Cakrawala ini mengadakan sebuah perlombaan kecil trick skate bersama para pengunjung dan mengundang beberapa empat band termasuk Billfold, Saint Loco, Gugun Blues Shelter, dan So What. Acara tersebut disambut dengan antusias para skateboarder lain dan warga sekitar.

Sementara itu, gelarannya di Padang lalu, Volcom Indonesia membuat sebuah pesta perayaan menyambut penayangan film dokumeter gagasannya tersebut. Walaupun tidak sebesar di Jakarta, acara kali itu tetap menarik para penonton untuk menghadirinya.

Setelah kedua acara tersebut dilangsungkan, kali ini pihak penggagas menghelat acaranya Kota Pendidikan. Di tengah suasana asri kota tersebut, para pengunjung yang hadir ternyata cukup ramai. Pengunjung yang datang berasal dari berbagai kelompok, baik dari skateboarder dan beberapa komunitas setempat dan penikmat musik.

Acara dimulai pada pukul 8 waktu setempat, mengundang pula Mario dan Sanggoe untuk sedikit menceritakan pengalaman dan memberikan beberapa motivasi bermain skate. "Buat gue rasanya nggak main skate sehari aja itu sudah kayak ada yang kurang," cerita Mario. "Untuk main skate yang penting elo niat dan bersungguh-sungguh," pungkasnya.

Selain mereka berdua, Suri yang merupakan "godfather" skateboarder Indonesia juga ikut memberikan beberapa kalimatnya. "Coba liat Sanggoe, apa Sanggoe pernah bayar sekolah sejak main skate? Nggak pernah," ujarnya.

Setelah beberapa perbincangan, acara berlanjut ke sebuah penayangan film bertajuk Pol gagasan Volcom yang telah dirilis pada 2013 lalu. Raba Cakrawala sendiri ditayangkan di sesi akhir rentetan penayangan film. Para pengunjung yang hadir terlihat menyaksikan film tersebut dengan saksama dan mengakhiri tayangan dengan tepuk tangan yang cukup meriah.

Seusai penayangan film dokumenter utamanya, agenda berlanjut ke sebuah penampilan musik. Sebuah band lokal bernama Jamphe Johnson menjadi penampil bertama, mereka membawakan sejumlah lagu rock dengan set akustik.

Untuk menambah panas atmosfer malam itu, DJ Katerachy tampil dengan set turntable. Sejumlah lagu yang terdaftar dalam mix lagunya memiliki elemen variatif dari mulai musik pop, elektronik, rock, hingga grunge. Pengunjung pun menikmati set musiknya dan berkali-kali bernyanyi bersama.

Selain DJ Katerachy, acara tersebut juga menampilkan DJ Samana dengan set musik yang lebih santai dan antusiasme pengunjung pun tidak mengendor.

Di tengah pesta yang diiringi musik tersebut, Mario dan Sanggoe sering kali ikut heboh dan berbaur berpesta bersama para pengunjung lainnya. Hal tersebut ikut membuat suasana menjadi lebih intim.

Volcom: Road to Cakrawala malam itu terus berlanjut dengan pestanya hingga sekitar pukul tiga pagi waktu setempat.

Penayangan film dokumenter Raba Cakrawala masih menyisakan satu jadwal tur terakhirnya yang juga akan dihelat pada Agustus ini. Menurut perwakilan Volcom Indonesia, Riki Kosasih memberi petunjuk bahwa gelarannya di Pulau Dewata nanti akan terbungkus dalam sebuah festival yang berisikan sejumlah game, musik, dan tentunya penayangan film dokumenter itu.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  2. 10 Album Metal Favorit M. Shadows dari Avenged Sevenfold
  3. Rich Chigga Siap Tur Konser Keliling Amerika Serikat Kedua Kalinya
  4. Kahitna, Slank, hingga Superman Is Dead Siap Ramaikan Synchronize Fest 2017
  5. Lagu "Rock Da Mic" dari Shaggydog Digubah Ulang Menjadi Empat Versi Berbeda

Add a Comment