Film Dokumenter tentang Pulau Banda akan Dirilis 3 Agustus Mendatang

Menyoroti sejarah Pulau Banda dari sejak masa penjajahan hingga kini

Oleh

Jay Subiakto menyutradarai film dokumenter tentang pulau Banda bertajuk Banda: The Dark Forgotten Trail. Film berdurasi 94 menit ini merupakan film pertama dari Jay yang selama ini dikenal sebagai sutradara video musik dan pertunjukan.

Banda: The Dark Forgotten Trail mengikuti kisah panjang pulau Banda yang rempahnya diperebutkan oleh penjajah asing, kemudian menjadi tempat tinggal para cendekiawan yang diasingkan sampai hingga kini menjadi pulau yang tidak terurus dengan baik. Menurut Jay dalam rilis pers, "Film ini penting karena melupakan masa lalu, adalah sama dengan mematikan masa depan bangsa."

Film dokumenter ini digarap dengan modern, penyuntingan yang dinamis dan scoring yang menggelegar membuat film ini tak membosankan. Naskah ditulis oleh Irfan Ramli. Sedangkan alih suara Indonesia oleh Reza Rahadian dan bahasa Inggris oleh Ario Bayu.

Dari segi sinematografi diisi oleh para kelas berat, sinematografer utama Ipung Rachmat Syaiful, ICS lalu kamera unit kedua Davy Linggar dan Oscar Motuloh. Musik diisi oleh Indra Perkasa Lie dan soundtrack oleh Barasuara dengan lagu "Nyala Suara".

Selain menelusuri sejarah sebelum kemerdekaan, film ini juga menyoroti konflik antar agama yang terjadi dan dampak setelahnya. Film ini juga menceritakan tentang pala yang merupakan keunggulan utama pulau tersebut dan kini sudah ditinggalkan.

Lifelike Pictures memproduksi film Banda: The Dark Forgotten Trail. Sheila Timothy selaku produser film ini berharap, "Semoga film ini dapat dinikmati oleh seluruh pencinta film nasional, dan sejarah Banda dapat kembali diingat untuk dijadikan semangat dan harapan untuk Indonesia di masa depan."

Selain film dirilis pula komik Bara, The Dark Age of Banda yang menyorot sejarah kelam Banda dalam bentuk fantasi sejarah. Komik ini diproduksi oleh Kosmik. Ockto Barimbing bertindak sebagai penulis.

Editor's Pick

Add a Comment