Facebook Mengembangkan Layanan Pesan untuk Remaja, ‘Talk’

Platform media sosial ini dikabarkan terus menjangkau pengguna dengan demografis lebih muda

Oleh
Facebook. Pixabay

Facebook baru-baru ini membuat gebrakan dengan menampilkan diri mereka sebagai platform media sosial yang relevan di tengah ketatnya persaingan dari gangguan trend-trend terbaru, termasuk fidget spinners dan trend filter Snapchat. Sebagian tim Facebook menciptakan cara-cara baru dalam berkomunikasi melalui aplikasi, dan dibuat secara khusus untuk para remaja.

"Kode di dalam aplikasi utama Facebook merujuk ke sebuah aplikasi baru untuk remaja yang disebut "Talk", yang sebelumnya belum pernah diberitakan sama sekali," tulis The Information.

"Kode-kode itu menunjukkan tanda-tanda kontrol baru yang akan mengatur aplikasi tersebut agar terpisah dari aplikasi Facebook Messenger yang sudah ada. Sebagai contoh, yang menjadi referensi dari fitur terbaru ini, coba tulislah sebuah pesan teks dalam kode, 'katakan,"Talk adalah aplikasi pesan dimana Anda dapat mengatur kontak sepenuhnya." Maka perintah lainnya menyatakan, "Anak Anda menggunakan aplikasi Talk untuk dapat berbicara kepada Anda dengan Messenger."

Berdasarkan situs terkait, aplikasi ini tak bisa digunakan oleh pengguna berusia 13 tahun ke atas, dan para remaja tidak akan membutuhkan profil Facebook mereka sendiri untuk dapat mengakses aplikasi. Mungkin yang tak kalah penting, para remaja yang menggunakan Talk tidak akan secara terbuka dapat dicari di mesin pencari, suatu tindakan pencegahan keselamatan yang dapat membantu mengurangi bahaya didekatinya para remaja dengan orang-orang asing melalui daring.

Aplikasi ini sendiri memang belum diumumkan, meskipun kelihatannya ini tak sejalan dengan layanan terkini Facebook yang dapat memahami pengguna muda mereka lebih baik lagi. Seperti diketahui, bulan lalu, Facebook memberi tahu para pengiklan bagaimana caranya agar dapat memantau konten dan foto-foto yang diperoleh secara real-time untuk menentukan perasaan terkini para penggunanya, apakah "stress,"merasa kalah", "terbebani", "cemas", "gugup", "bodoh", "konyol", "tidak berguna," dan "gagal".

Dalam dokumen berisi 23 halaman yang bocor (pertama dilaporkan oleh The Australian), Facebook mengklaim bahwa aplikasi tersebut dapat membantu para pengiklan menunjukkan "saat-saat anak muda membutuhkan dorongan kepercayaan diri." Sementara bagian lainnya dari dokumen tersebut berfokus kepada citra tubuh dan penurunan berat badan, yang mana cara-cara ini digunakan sebagai alat pengenalan-citra pada Instagram dan Facebook. Laporan tersebut, yang ditulis oleh karyawan Facebook Andy Sinn dan David Fernandez, mendapatkan kritik, dan beberapa respons, yang dirilis Facebook dalam bentuk pernyataan.

"Pada 1 Mei 2017, The Australian mengunggah sebuah kisah terkait penelitian yang tengah dikerjakan Facebook dan secara bertahap dibagi kepada para pengiklan," ucap pernyataan itu.

"Premis artikel itu menyesatkan. Facebook tidak menawarkan alat untuk menargetkan orang berdasarkan keadaan emosional mereka. Analisa yang dilakukan oleh seorang peneliti Australia dimaksudkan untuk membantu para pemasar memahami bagaimana orang mengekspresikan diri mereka di Facebook. Ini tidak pernah digunakan untuk menarget iklan dan berdasarkan data yang bersifat anonim dan campuran."

Editor's Pick

Add a Comment