Ini Pernyataan Istri Chris Cornell atas Tewasnya Sang Suami

"Ketika kami ngobrol setelah konser, saya perhatikan bicaranya ngaco," kata Vicky Cornell. "Dia berbeda"

Oleh
Chris Cornell bersama istrinya Vicky Cornell saat pemutaran film The Promise di Vatikan awal April lalu. twitter.com/chriscornell

Vicky Cornell, istri vokalis Soundgarden Chris Cornell, mengeluarkan sebuah pernyataan pada Jumat (19/5) pagi untuk mengenang almarhum suaminya yang meninggal dunia Kamis (18/5) pagi pada usia 52 tahun. Ia menduga tindakan bunuh diri Chris adalah dampak terlalu banyak minum obat penenang.

"Kematian Chris adalah sebuah kehilangan besar yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata dan telah menciptakan kekosongan di hati saya yang tak akan pernah terisi lagi. Semua orang yang mengenalnya berkomentar, Chris adalah ayah dan suami yang setia. Dia adalah sahabat terbaik saya," tulis Vicky.

"Dunianya selalu berkisar di sekitar keluarganya terlebih dulu dan, tentu saja, musiknya yang kedua. Ia pulang ke rumah untuk Hari Ibu guna menghabiskan waktu bersama keluarga. Dia terbang lagi Rabu tengah hari, pada hari konser berlangsung, setelah bermain bersama anak-anak. Ketika ngobrol sebelum konser, kami merencanakan liburan pada momen Memorial Day termasuk hal-hal lain yang ingin kami lakukan. "

Namun, setelah konser Soundgarden, Rabu malam, Vicky melihat perubahan dalam sikap suaminya saat mereka ngobrol di telepon setelah pertunjukan berakhir.

"Ketika kami ngobrol setelah konser, saya perhatikan bicaranya ngaco, dia berbeda. Ketika dia mengatakan akan meminum dua atau beberapa Ativan lagi, saya menghubungi pengawalnya dan meminta ia untuk memeriksa keadaan Chris," lanjutnya. "Apa yang kemudian terjadi tak bisa dijelaskan dan saya berharap laporan medis lebih lanjut akan memberikan detail tambahan. Saya tahu bahwa dia sangat mencintai anak-anak kami dan dia tidak akan menyakiti mereka dengan sengaja mencabut nyawanya sendiri."

Seorang pengacara untuk keluarga Cornell, Kirk Pasich, mengulangi pernyataan Vicky bahwa dosis tambahan dari Ativan, obat penenang yang sering digunakan oleh para pecandu, mengganggu kesehatan mental Chris Cornell setelah konser di Detroit. Pasich menambahkan bahwa keluarga Cornell "terganggu dengan kesimpulan bahwa Chris dengan sengaja melakukan bunuh diri."

"Tanpa hasil tes toksikologi, kita tidak tahu apa yang telah terjadi dengan Chris - atau jika ada zat yang berkontribusi pada kematiannya," kata Pasich. "Chris, pecandu yang baru pulih, diberi resep untuk meminum Ativan dan mungkin meminum lebih banyak Ativan diluar dosis yang dianjurkan. Pihak keluarga percaya bahwa jika Chris bunuh diri, ia tidak tahu apa yang sedang dilakukannya, dan obat-obatan atau zat lain mungkin telah memengaruhi tindakannya. "

Pasich menambahkan bahwa efek samping Ativan meliputi "pikiran menjadi paranoid atau bunuh diri, bicara yang tidak jelas dan gangguan terhadap tingkah laku"; Vicky Cornell merujuk ucapan suaminya yang ngaco setelah konser Detroit dalam pernyataannya.

Pasich menambahkan, "Curahan kasih sayang dan dukungan dari penggemarnya, teman serta keluarga sangat besar artinya bagi kami. Terima kasih untuk semuanya, dan semoga kalian memahami betapa sulitnya hal ini bagi kami."

Beberapa jam setelah kematian Cornell di sebuah hotel di Detroit, laporan medis mengkonfirmasi bahwa vokalis tersebut telah tewas karena bunuh diri.

Chris Cornell, vokalis utama Soundgarden, wafat pada usia 52 tahun. Tonton di bawah ini videonya. (wnz)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 10 Kolaborasi Seru yang Terjadi di Soundrenaline 2017
  2. Kuartet Rock Asal Bali, Zat Kimia, Luncurkan Album Perdana
  3. Saksikan Trailer Film ‘Chrisye’ yang Menampilkan Vino G. Bastian
  4. Linkin Park Akan Tampil di Konser Penghormatan Chester Bennington
  5. Dengarkan Lagu Punk dalam Vinil Beyoncé

Add a Comment