10 Hal yang Anda Tidak Ketahui tentang Album ‘Are You Experienced’ dari Jimi Hendrix

Apa maksud sebenarnya dari “Purple Haze”, kenapa Mitch Mitchell hampir didepak dan hal-hal lain yang berhubungan dengan album debut ternama dari sang dewa gitar

Oleh
The Jimi Hendrix Experience.

Beberapa album debut telah mengubah gaya musik rock seperti yang dilakukan oleh Are You Experienced, album penuh dari Jimi Hendrix Experience, pada musim semi 1967. Dirilis pada 50 tahun lalu di Inggris –dirilis ulang di Amerika Serikat dengan pilihan lagu dan urutan yang berbeda tiga bulan kemudian – album ini tidak hanya memamerkan permainan gitar Hendrix yang sangat inventif, namun juga menggabungkan R&B, blues, psikedelik, pop, heavy rock hingga jazz dengan cara yang belum pernah dilakukan (atau bahkan dibayangkan) oleh siapapun sebelumnya.

Are You Experienced juga menunjukkan Hendrix (seorang veteran "chitlin" circuit" yang sebelumnya tidak dikenal oleh penggemar musik rock) sebagai pencipta lagu dengan visi lirik yang unik dan imajinatif, yang bisa melompat dari nafsu bersahaja ke fantasi futuristik hanya dengan segelintir kata.

Memuat lagu-lagu abadi seperti "Foxy Lady," "Fire," "Love or Confusion," "Are You experienced?" dan "Manic Depression," album ini – terutama untuk edisi Amerika Serikat, yang juga menyertakan singles versi Inggris "Hey Joe," "Purple Haze," dan "The Wind Cries Mary" – secara otomatis menjadi album greatest hits.

Bagaimanapun Hendrix baru saja memulai kariernya: pada dua album berikutnya, Axis: Bold As Love (1967) dan Electric Ladyland (1968), ia menggambar sebuah kanvas sonik penuh warna dan detail yang membuat Are You Experienced terdengar kasar dan primitif jika ingin dibandingkan dua album setelahnya. "Are You Experienced adalah salah satu album paling direct yang pernah kami kerjakan," ujar Hendrix kepada Hit Parader pada Januari 1969. "Maksudnya, "Mari kita menembus batasan, kawan, kami ingin Anda untuk menggalinya."" Dan berhasil, mereka sukses membuat Are You Experienced bertengger selama 106 pekan di Billboard 200, yang akhirnya menjual lebih dari lima juta kopi album hanya untuk kawasan AS.

Untuk merayakan ulang tahun kelima puluh album ini, berikut ini adalah fakta yang jarang diketahui tentang Are You Experienced.

1) The Jimi Hendrix Experience terbentuk hanya beberapa minggu sebelum rekaman.

Pada 23 Oktober 1966, Hendrix, Redding dan Mitchel memasuki De Lane Lea studios di London untuk merekam gubahan ulang lagu "Hey Joe" dengan penuh penjiwaan milik Billy Roberts di mana manajer Chas Chandler sebagai produsernya. Dirilis tujuh pekan setelahnya sebagai single, rekaman tersebut – dimuat ke dalam Are You Experienced versi AS – menanjak ke urutan enam di tangga lagu Inggris, membuat Hendrix menjadi bintang baru di tanah Inggris dan Eropa. Hebatnya, Hendrix baru saja tiba di London pada 24 September, bertemu dengan Redding pada tanggal 29, mengaudisi Mitchel pada 4 Oktober; sembilan hari setelah Mitchell bergabung, Jimi Hendrix Experience bermain untuk pertama kalinya di sinema Novelty di Evreux, Perancis, dan melanjutkan empat tanggal untuk tur konsernya sebagai pembuka penampilan penyanyi pop Prancis Johnny Hallyday.

Dengan formasi itu, gubahan ulang "Hey Joe" menjadi tantangan bagi para personelnya, namun secara efektif menjadi contoh yang baik yang menghasilkan Are You Experienced. ""Hey Joe" merupakan lagu yang sangat sulit untuk dimainkan," kenang Redding lewat otobiografinya, Are You Experienced. "Marshall-nya terlalu banyak untuk mikrofon, Chas dan Jimi memasang suaranya sangat nyaring ketika rekaman. Suara "nyaring" dan keras itu hampir tidak mungkin didapat (terutama untuk bass) tanpa distorsi, yang cukup lucu malah menjadi bagian dari musik kami."

2) Meski memiliki 'sound' yang kohesif, 'Are You Experienced' sebenarnya direkam secara menyicil dalam waktu lima bulan.

Dengan uang yang hampir habis, Chandler memesan sesi rekaman untuk The Experience selama jeda singkat antara konser mereka, meskipun preferensi band untuk rekaman dengan volume nyaring sering menyulitkan mereka untuk mendapatkan jadwal studio. "Terdapat sebuah bank di atas [De Lane Lea Studios]," kata Chandler kepada penulis John McDermott, "dan ada satu ketika beberapa komputer baru saja masuk. Setiap kami di studio, kami bermain dengan sangat nyaring yang merusak komputer-komputer di atas. Hasilnya, kami selalu kesulitan untuk bisa masuk studio kapan pun kami mau."

Pada akhirnya dengan "Hey Joe" memasuki tangga lagu Inggris, Chandler meyakinkan Polydor (perusahaan induk dari Track Records) untuk membuka akun atas namanya di Olympic Studios, di mana akhirnya bisa menyelesaikan lagu-lagu yang menjadi Are You Experienced dengan bantuan penata rekam Eddie Kramer. Bagaimanapun ini membutuhkan enam belas sesi (dan sering agak terburu-buru) antara 23 Oktober 1966 hingga 4 April 1967 untuk menyatukan semuanya ke dalam sebuah album.

3) Mitch Mitchell hampir dipecat di era awal album ini.

Dengan memberikan permainan "drum yang memimpin," permainan Mitch Mitchell sebagai seorang drummer di Are You Experienced hampir sama menonjolnya dengan Hendrix sebagai seorang gitaris. Tapi pada Desember 1966, sifat angkuhnya di kehidupan sehari-hari membuatnya hampir dipecat dari The Experience. "Ia sering sekali telat," kenang Noel Redding di Jimi Hendrix and the making of Are You Experienced karya Sean Egan. "Ketika jadwalnya padat untuk rekaman, Mitchell selalu telat."

Ketika Mitchell mengacau di sebuah sesi pada 15 Desember di CBS Studios, London, Hendrix sampai sempat menawarkan pertunjukkan tersebut kepada mantan drummer Merseybeats John Banks. "Hendrix menyukainya," jelas Redding. "Ia tidak seflamboyan Mitchell, tapi ia cocok dengan apa yang kami lakukan." Tapi ketika Banks menolak tawaran tersebut, dan mengaku takut naik pesawat, Hendrix dan manajer Chas Chandler memutuskan untuk tetap bersama Mitchell. "Di satu titik Chandler memotong gaji Mitchell untuk satu pekan," kata Redding, "dan ia tidak pernah telat lagi."

4) Tidak satu pun lagu orisinal di album tersebut pernah dimainkan oleh The Experience sebelum mereka merekamnya – dan mereka banyak latihan sebelum melakukan rekaman untuk pertama kalinya.

Sampul album Jimi Hendrix 'Are You Experienced' versi AS.

Biasanya banyak album debut dari band terdiri dari materi orisinal yang diasah di banyak pertunjukan, Hendrix lebih suka mengajari lagu barunya kepada Redding dan Mitchell sebelum mereka merekamnya. "Tidak ada aturan untuk itu," kenang Mitchell di sebuah wawancara pada 1988. "Banyak hal yang kami lakukan di studio, dibuat di studio, ditulis di studio, dimainkan sekali, dan tidak pernah dimainkan lagi – di panggung atau di mana pun."

Kemampuan The Experience dalam meramu lagu klasik langsung di tempat menghasilkan "The Wind Cries Mary," sebuah balada yang terpengaruh oleh Curtis Mayfield yang Hendrix tulis sebelum bandnya melakukan rekaman di De Lane Lea pada 11 Januari 1967. "Itu direkam di ujung sesi "Fire,"" kata Chandler kepada McDermott. "Kami masih memiliki waktu sekitar dua puluh menit. Saya mengusulkan untuk mengerjakan demo dari "The Wind Cries Mary." Mitch Mitchell dan Noel Redding belum pernah mendengarkannya, jadi mereka mengerjakannya tanpa latihan. Mereka memainkannya sekali [dan Hendrix kemudian menyarankan overdub]. Memasukan empat sampai lima overdub, lagu tersebut pun selesai dalam waktu dua puluh menit. Itu menjadi single ketiga kami."

5) Pedal Octavia, sebuah efek gitar yang memberikan oktaf dua kali lipat, muncul pertama kali di “Purple Haze.”

Lagu pembuka Are You Experienced edisi AS, "Purple Haze" dirilis pertama kali sebagai single AS pada 17 Maret 1967. Selain campuran radikal dari unsur blues, elemen timur dan psikedelik, lagu hard-rock tersebut juga memperkenalkan Octavia kepada dunia, efek gitar terbaru dengan tambahan oktaf dua kali lipat di setiap not solo gitar yang Hendrix mainkan.

Didesain oleh jagoan elektronik asal Inggris Roger Mayer – yang sebelumnya mengerjakan efek fuzz untuk Jeff Beck dan Jimmy Page – efek tersebut akhirnya diperdengarkan pula lewat lagu klasik Hendrix lainnya seperti "Fire," "Little Wing" dan "Machine Gun." Sebagai hasilnya, pedal oktaf menjadi sangat populer bagi pemain gitar elektrik di mana pun, dengan banyak perusahaan yang coba meniru atau membuat ulang efek tersebut dari desain asli Mayer. Bagaimana pun ketika itu suaranya menghasilkan sesuatu yang tidak biasa, ketika Track Records mengirim rekaman akhir dari "Purple Haze" kepada Reprise Records untuk di-master di AS, mereka menyertakan sebuah instruksi berikut: "Distorsi yang dibuat. Jangan diperbaiki."

6) “Purple Haze” tidak hanya menceritakan tentang mabuk LSD

Berkat tema liriknya yang bercerita tentang disorientasi mental dan fisik (dengan kalimatnya yang abadi, "Excuse me while I kiss the sky"), "Purple Haze" sering dideskripsikan sebagai pengalaman psikedelik. Namun orang-orang terdekat Hendrix (termasuk Noel Redding) percaya bahwa ia belum mencoba LSD ketika menulis lagu tersebut; dan ketika Hendrix memberikan beberapa penjelasan tentang lirik lagu tersebut kepada pewawancara dan kerabat, tak ada satu pun dari mereka berhubungan dengan narkotika.

"Saya banyak bermimpi dan saya mewujudkannya menjadi sebuah lagu," katanya lewat sebuah wawancara pada Januari 1967, ketika ia masih mengerjakan lagu tersebut. "Saya menulis lagu yang berjudul "First Look Around the Corner" dan "The Purple Haze," yang bercerita tentang satu mimpi saya yang berjalan di atas laut." Menjadi seorang penggemar fiksi ilmiah, Hendrix sebenarnya menulis lagu tesebut dengan versi yang lebih panjang, di mana beberapa bagian liriknya terinspirasi oleh novel fiksi ilmiah karya Philip Jose Farmer Night of Light: Day of Dreams, "purplish haze" menjadi disorientasi dan mengubah peradaban di planet yang jauh.

7) Hendrix membenci sampul album 'Are You Experienced' edisi Inggris, ia ingin versi AS terlihat lebih seperti sampul album The Hollies.

Sampul album Jimi Hendrix 'Are You Experienced' versi Inggris.

Dengan gambar bulat dan gaya fisheye juga warna pucat yang aneh, sampul album Are You Experienced edisi AS menjadi salah satu sampul album paling ikonik di era psikedelik. Tapi itu tidak akan ada jika Hendrix tidak benar-benar membenci sampul album versi Inggris, yang memperlihatkan foto tiruan sang gitaris yang menyebarkan sebuah jubah, seperti gaya Dracula, di belakang kepala teman-teman bandnya.

"Ia tidak menyukai sampul album versi Inggris, ia bilang, "membuatnya terlihat seperti peri,"" kenang fotografer Karl Ferris pada 2008. Ferris adalah fotografer dan medesain sampul album Evolution yang memabukkan dari The Hollies, dan Hendrix menginginkan sesuatu yang mirip seperti itu untuk sampul album versi AS. Menggunakan lensa fisheye yang spesial dan menggunakan teknik "inframerah" yang ditemukan sendiri, Ferris (yang juga menjadi konsultan untuk pakaian dan gaya rambut para personel band ketika sesi foto) mengambil gambar band ini dengan latar Kew Gardens, London. Hendrix senang dengan hasilnya, mengatakan kepada Ferris, "Anda satu-satunya fotografer yang melakukan fotografi seperti saya melakukannya di musik – menghancurkan batasan dan melampaui jauh keterbatasan itu."

8) “Hey Joe” dan “Purple Haze” tidak berhasil sebagai single di AS.

Meskipun keduanya menembus Top 10 di tangga lagu Inggris, "Hey Joe" dan "Purple Haze" tidak terlalu diterima oleh radio AM ataupun penggemar pop di AS. Rilis pada 1 Mei 1967 lewat Reprise Records, "Hey Joe" gagal untuk masuk tanggal lagu single di AS, sedangkan "Purple Haze – rilis pada 19 Juni, satu hari setelah penampilan legendaris Hendrix di Monterey Pop Festival – hanya berhasil sampai urutan 65 di Billboard Hot 100. Bagaimanapun, penyiar radio FM bawah tanah di San Fransisco dan New York memutar lagu-lagu ini dengan rotasi yang cukup sering, secara tidak langsung ini membantu penjualan Are You Experienced. Seperti lagu-lagu Hendrix lainnya, kedua lagu ini tetap menjadi menu standar untuk radio classic rock hingga hari ini.

9) 'Are You Experienced' menjadi terkenal di kalangan pendengar kulit hitam juga pendengar kulit putih.

Meskipun memiliki akar blues dan R&B yang dalam, musik Hendrix secara signifikan lebih sering diputar oleh radio FM bawah tanah (yang terutama untuk penggemar rock kulit putih) selama masa hidupnya ketimbang dari stasiun radio kulit hitam, dan ia sering frustrasi karena adanya tuduhan bahwa dia mencoba menembus pasar kulit putih. "Kadang-kadang ketika saya datang ke sini [Harlem], orang-orang mengatakan, "dia memainkan musik rock kulit putih untuk orang kulit putih, apa yang dia lakukan di sini?"" Katanya kepada New York Times pada Agustus 1969. "Saya ingin menunjukkan bahwa musik itu universal – bahwa tidak ada rock kulit putih atau rock kulit hitam."

Ketika pengaruh musiknya terhadap orang kulit hitam baru nampak di awal tujuh puluhan – lewat band seperti Funkadelic, Ohio Players dan Isley Brothers, yang sangat tertarik dengan warisan gilanya – klaim yang sering muncul bahwa Hendrix tidak memiliki basis penggemar orang kulit hitam di era enam puluhan ternyata tidak benar. Are You Experienced tidak hanya mencapai urutan lima di Billboard 200 pada musim gugur 1967, tapi juga berhasil menduduki posisi sepuluh untuk tangga lagu Billboard R&B, yang disusun berdasarkan laporan toko musik dengan basis pelanggan utamanya adalah orang kulit hitam. Pada akhirnya Hendrix menempatkan lima album di R&B Top 10, jadi jelas bahwa tidak hanya kaum hippies kulit putih saja yang membeli albumnya.

10) Rolling Stone AS mengupas album tersebut sebagai album yang kurang bagus.

Are You Experienced telah dirilis dua setengah bulan sebelum edisi perdana Rolling Stone dicetak. Tapi karena kesuksesan Hendrix adalah salah satu cerita musik terbesar tahun itu, Jon Landau menuliskan album itu untuk edisi perdana Rolling Stone. Opininya jelas terbelah.

"Meskipun Jimi cemerlang dalam musik dan totalitas presisi dari grupnya," tulis dia, "kualitas lagu-lagunya buruk dan kebanyakan liriknya terlalu gila." Meskipun dia memuji keahlian permainan instrumen band ini, Landau mengritik suara berisik mereka, dengan menyimpulkan bahwa "secara keseluruhan semua ini adalah murni kekerasan. Album ini memuat kekerasan tanpa henti, dan secara lirik, kekerasan tanpa artistik. Pahami jika Anda bisa," ia menyimpulkan, "tapi bagi saya, saya lebih suka mendengar Jimi memainkan musik blues."



Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  3. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala
  4. Yatra, Sebuah Perjalanan ke Nepal Sebelum Bencana
  5. Payung Teduh Memperkenalkan Single Terbaru, "Di Atas Meja"

Editor's Pick

Add a Comment