Bassist Pertama Koes Plus, Totok AR, Meninggal Dunia

Personel formasi awal yang terlupakan

Oleh
Sampul album 'Dheg Dheg Plas' milik Koes Plus yang menjadi bukti keterlibatan Totok AR dalam era awal band ini. Totok ada di kiri.

Bassist pertama Koes Plus, Totok AR, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (4/5) lalu. Menurut informasi yang didapatkan dari Lies AR selaku kakaknya, Totok kemungkinan meninggal karena serangan jantung.

Totok AR atau bernama asli Adji Kartono merupakan personel formasi awal yang terlupakan dalam karier Koes Plus. Sebagai bassist, ia turut serta menyumbangkan isian pada lagu-lagu dalam album legendaris Dheg Dheg Plas (1969). Ia juga merupakan adik Lies AR dan Titiek AR, dua gitaris Dara Puspita. Pada masa mudanya, Totok sering membantu Dara Puspita ketika tur.

Totok AR diapit kedua kakaknya, Lies AR dan Titiek AR, yang merupakan personel Dara Puspita. (nadatjerita.wordpress.com)

Totok masuk Koes Plus ketika band ini sedang mengalami masa peralihan dan pergantian nama dari Koes Bersaudara. Ia bukan orang asing bagi personel band karena ikut tinggal bersama di markas Jalan Sungai Pawan No. 1. Ia pulalah yang merekomendasikan drummer Murry untuk bergabung.

Kehadiran Totok AR jarang dibahas dalam sejarah Koes Plus dan lantas jadi polemik ketika jurnalis Manunggal K. Wardaya pertama kali memberitakannya pada 2013. Hal ini dikarenakan selama puluhan tahun narasi tentang Koes Plus hanya bersumber dari penulisan sejarah Remy Sylado yang tak pernah menyebut nama Totok AR.

Dalam wawancara bersama Manunggal, Totok AR adalah figur yang terlupakan dalam sejarah Koes Plus. "Selama ini hanya Murry yang dianggap Plus dalam Koes. Padahal pada formasi awal Koes Plus, dia juga Plus. Menurut penuturannya kepada saya, justru dialah yang lebih dahulu bergabung dengan Koes Plus," jelas Manunggal saat dihubungi Rolling Stone.

Sebagai bukti kesahihannya, Manunggal mewawancarai langsung Totok AR mengenai keberadaannya di Koes Plus. Pada album Dheg Dheg Plas, meskipun tidak ada penulisan nama personel, wajah Totok AR terpampang pada sampul album bersama personel lain Koestono, Koesjono, dan Kasmuri. Selain itu, Totok juga mendapatkan kredit untuk penulisan lagu "Bergembira".

Keberadaan Totok AR di Koes Plus hanya bertahan setahun sampai ia digantikan oleh Koesrojo, bassist yang sebelumnya bermain untuk Koes Bersaudara. Setelahnya, ia lebih akrab menggeluti karier sebagai session player untuk rekaman artis Indonesia.

Ketika Dheg Dheg Plas dirilis ulang, ada kekecewaan dari Totok AR karena dia tidak dilibatkan. Lies AR menceritakan, "Hubungan dengan Yon Koes sampai saat itu kurang baik. Tapi di akhir hidupnya, saya dengar mereka bertemu kembali dan melupakan persoalan. Dia merasa terlupakan saja."

Lies kemudian bercerita kalau semua anak Koes dekat dengan Totok karena dari remaja sudah bergaul sama-sama. "Bahkan ketika Yok Koes mau bermusik bareng Koes Plus, Tonny Koeswoyo maunya Totok nggak usah pergi. Koes Plus dijadikan berlima saja," jelas Lies. Namun Totok menolak pilihan ini dan keluar dari band.

Kini Totok AR telah berpulang dan dunia musik Indonesia kembali berduka kehilangan salah satu seniman terbaiknya. (rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. 10 Film Indonesia Terbaik 2016
  3. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  4. Narasi Musik Metal Indonesia di Kancah Dunia
  5. Harry Styles: Superstar Pop Dunia

Add a Comment