Jack White Beberkan Rincian Album Soundtrack 'American Epic'

Sang musisi rock membuat serangkaian album pendamping untuk film dokumenter tentang musik dari dekade 1920-an tersebut

Oleh
Jack White. Bill Ebbesen

Jack White dan label rekaman yang didirikannya, Third Man Records, telah membeberkan rincian album soundtrack untuk American Epic, sebuah film dokumenter yang diproduseri oleh White tentang musik era 1920-an di mana terjadilah letupan besar yang mengawali musik populer.

Empat hari sebelum American Epic tayang untuk pertama kalinya pada stasiun televisi PBS 16 Mei mendatang, sepasang soundtrack yang masing-masing bertajuk America Epic: The Soundtrack dan American Epic: The Collection akan dirilis dalam format fisik dan digital.

The Soundtrack menawarkan lima belas lagu antologi dari dokumenter tersebut, dengan lagu-lagu yang telah direstorasi persembahan Memphis Jug Band, The Carter Family, Charley Patton, dan masih banyak lagi. Sementara The Collection mengemas seratus lagu dari era tersebut menjadi lima set CD, dengan setiap lagu "direstorasi ke kualitas yang belum pernah dicapai sebelumnya."

"Ini bukan remastering dalam pengertian normal, tapi lebih kepada restorasi yang biasa dilakukan kepada karya seni murni," kata perwakilan Third Man lewat sebuah pernyataan. "Tujuannya bukan agar orang-orang mengagumi keantikan dari cakram-cakram ini, melainkan untuk mengalaminya sebagai hal yang vital, untuk berbicara langsung kepada kita semua persis seperti apa yang mereka lakukan ketika merekamnya--bukan hanya sebagai seni yang luar biasa pada zamannya, tetapi seni yang luar biasa untuk semua zaman."

Legacy juga akan merilis album pendamping yang didedikasikan untuk musisi tertentu dari tahun 1920: American Epic: The Carter Family, American Epic: Memphis Jug band, American Epic: Mississippi John Hurt, American Epic: Blind Willie Johnson, American Epic: Lead Belly. Ada juga koleksi tematis yang antara lain adalah American Epic: Blues dan American Epic: Country.

Pada 9 Juni, White dan produser T Bone Burnett akan merilis American Epic: The Sessions. Untuk album pendamping yang ini, White, Burnett, dan penata rekam Nicholas Bergh "memasang kembali sistem perekam suara elektrik pertama dari tahun 1920-an" dan merekrut dua puluh seniman kontemporer untuk merekam dengan keadaan yang sama seperti penyanyi dari era itu.

"Para musisi hanya memiliki waktu sekitar tiga menit untuk merekam lagu mereka langsung ke sebuah cakram," tulis Third Man. "Pada 1920-an, mereka menyebutnya 'catching lighting in a bottle'. Semua pertunjukan musik di dalam film ini adalah live. Suara yang Anda dengar dalam soundtrack diambil langsung dari cakram yang direkam, tanpa penyuntingan atau penyempurnaan."

Ada pun seniman kontemporer yang berpartisipasi adalah Alabama Shakes, The Americans, Ana Gabriel, Ashley Monroe, The Avett Brothers, Beck, Bettye LaVette, Bobby Ingano, Elton John, Frank Fairfield, Jerron "Blind Boy" Paxton, Los Lobos, Lost Bayou Ramblers, Nas, Pokey LaFarge, Raphael Saadiq, Rhiannon Giddens, Steve Martin dan Edie Brickell, Taj Mahal, Willie Nelson dan Merle Haggard, juga Jack White sendiri.

Setiap album sudah tersedia secara pra-pesan dalam format piringan hitam lewat situs resmi Third Man.

"Pada 1920-an, saat radio mengambil alih bisnis musik pop, perusahaan rekaman dipaksa untuk meninggalkan studio mereka di kota-kota besar untuk mencari gaya dan pasar baru. Mulai dari pegunungan, padang rumput, desa-desa, dan kawasan ghetto Amerika, mereka menemukan banyak bakat tak terduga," jelas Third Man tentang filmya yang tayang pertama kali pada festival film Sundance 2016.

"Rekaman yang mereka buat dari semua etnik Amerika mendemokratisasikan negara dan memberi semua orang kesempatan untuk bersuara. Penyanyi country di Appalachians, para gitaris blues di Delta Mississippi, pengkhotbah injil dari kawasan selatan, penggesek biola Cajun di Louisiana, grup Tejano dari perbatasan Texas Meksiko, para drummer pribumi Amerika di Arizona, hingga musisi-musisi dari Hawaii; semuanya direkam. Untuk pertama kalinya pemikiran dan perasaan seorang perempuan pemetik kapas di Mississippi, seorang penambang batu bara di Virginia, atau petani tembakau di Tennessee diperdengarkan lewat sebuah rekaman yang dimainkan di ruang keluarga seantero negeri. Ini adalah kali pertama Amerika mendengarkannya sendiri." (prm/rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. 10 Film Indonesia Terbaik 2016
  3. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  4. Harry Styles: Superstar Pop Dunia
  5. Saksikan Video Musik Terbaru Monita Tahalea, “Hai”

Add a Comment