Live Review: Fun No Drugs (FND) Music Festival

Oleh
John Paul Patton dari KPR saat mengisi FND Music Festival Decky Arrizal

Pesta musik insiatif IMN dan BNN yang mengundang Mocca, OM PMR, KPR, hingga The Sigit

Terlepas dari latar panggung yang amat mengganggu secara estetika visual--hanya bertuliskan nama acara 'Fun No Drugs' tanpa desain atau tata letak yang tergarap, atau mengapa tak menampilkan logo acara saja?--Fun No Drugs (FND) Music Festival di Bintaro Jaya Xchange (BXChange), 22 April silam layak menjadi hiburan alternatif akhir pekan.

Berani ambil risiko menggelar festival musik di tengah hiruk pikuk Record Store Day di seantero Nusantara sungguh bukanlah keputusan yang sembarangan. Salah-salah bisa mengakibatkan jumlah penonton yang tak sesuai ekspektasi. Namun pertunjukan harus tetap berjalan.

Diprakarsai oleh Indonesia Music Network (IMN) yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), FND Music Festival pada akhirnya sukses digelar. Festival musik berskala kecil ini setidaknya berhasil mendatangkan sekitar lima ratus penonton.

Pengisi acara yang dikedepankan adalah Suri, Bedchamber, Low Pink, Kelompok Penerbang Roket, Mocca, Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR), dan The Sigit. Tak ketinggalan beberapa band pembuka yang memenangkan audisi lewat media sosial.

Acara dimulai pukul 14.00 WIB. Namun karena hujan deras mengguyur kawasan Bintaro dan sekitarnya, festival ini sempat dihentikan. Untungnya pengunjung masih terselamatkan oleh sejumlah booth makanan dan minuman serta sesekali bisa menyempatkan mampir ke pusat perbelanjaan BXChange.

Salah satu band pemenang audisi, VOXA, akhirnya melanjutkan estafet panggung pasca rehat Maghrib; menyambung penampilan unit stoner rock Suri yang menggempur panggung dengan nomor-nomor cadas mereka.

Jika sebelumnya barisan penonton masih terlihat sangat lowong, maka Kelompok Penerbang Roket lah yang berhasil menjadi pemicu ratusan penonton untuk maju ke depan. Beberapa kali prosesi berselancar di kerumunan terlihat, ini memang merupakan suguhan yang rutin setiap Kelompok Penerbang Roket manggung.

Kelompok Penerbang Roket langsung menggebrak dengan nomor pembuka andalan: "Anjing Jalanan" dan "Target Operasi". Dua lagu ini terbukti ampuh memanaskan suasana, jika melihat dari gelagat sejumlah penonton yang meliar.

Usai dipanaskan Kelompok Penerbang Roket, ditutup dengan dua lagu pamungkas "Di Mana Merdeka" serta "Mati Muda", FND Music Festival mengajak penonton rileks sejenak dengan menghadirkan Arina (vokal, flute), Riko (gitar), Toma (bas), dan Indra (drum) yang tergabung dalam Mocca.

Arina, yang malam itu memakai setelan gaun putih bermotif kembang dan cardigan hitam, tampil manis membawakan lagu-lagu seperti "I Will Never", "I Love You Anyway", "Secret Admirer", dan "Me and My Boyfriend".

Gimmick mempersilakan ratusan Swinging Friends (sebutan untuk penggemar Mocca) untuk request lagu terbukti ampuh memancing animo. Dari hasil jajak pendapat tersebut, Mocca lantas membawakan "Do What You Wanna Do" dan "Happy"; membuat koor massal makin menjadi pada gelaran ini.

Meski terbilang festival berskala kecil, IMN nampaknya tahu betul bagaimana mengkombinasikan pengisi acara. Usai Mocca yang manis, penonton lantas diajak tertawa bersama OM PMR.

Sejumlah nomor andalan macam "Malam Jumat Kliwon", "Yang Hujan Turun Lagi", "TOPAN (Tato Atau Panu)", hingga "Too Long To Be Alone" selaku karya terbaru mereka yang memarodikan "Terlalu Lama Sendiri" milik Kunto Aji efektif menjadikan suasana semakin riang gembira. Gelak tawa dan teriakan guyonan yang ditujukan kepada Om Jhonny Iskandar beberapa kali mencairkan suasana.

Hingga waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, The Sigit yang bertindak sebagai headliner menuntaskan FND Music Festival dengan menggertak di sepanjang penampilan. "Sudah pada ngantuk belum ini?" tanya Rekti Yoewono, vokalis sekaligus gitaris The Sigit dari atas panggung. "Sok geber saja!"

Deretan komposisi kencang The Sigit, seperti "No Hook", "Let the Right One In", "Tired Eyes", hingga "New Generation" mampu membuat penonton menunda sebentar rasa kantuk mereka. Festival ini kemudian diselesaikan dengan baik lewat pembawaan "Black Amplfier" yang disambut derasnya arus crowd surfing.

Editor's Pick

Add a Comment