Rick Wakeman tentang Pidatonya di Rock and Roll Hall Fame: ‘Saya Hanya Ingin Bersenang-senang’

Sang keyboardist membicarakan latar belakang komedi dalam dirinya, arti sebenarnya dari prog dan mengapa reuni Yes tidak akan pernah terjadi lagi

Oleh
Rick Wakeman. Monika Baus

Sudah jelas Pearl Jam menjadi favorit para penonton di acara pelantikan Rock and Roll Hall of Fame, akan tetapi tidak ada pidato yang mendapat respons lebih besar ketimbang yang diperoleh Rick Wakeman. Sang pemain keyboards dari Yes – dalam tur tahun ini bersama personel Jon Anderson dan Trevor Rabin – melewatkan kesempatan untuk menyampaikan catatan terima kasih dan malah melakukan stand-up mini, di mana ia dengan bijaksana berbicara tentang kehilangan keperjakaannya, bertemu dengan ayahnya di kelab penari telanjang, dan ujian prostatnya belakangan ini. Kami bertemu dengan Wakeman di belakang panggung setelah pidatonya yang lucu, untuk berbicara latar belakang komedi dalam dirinya, arti sebenarnya dari prog dan mengapa ia tidak akan pernah lagi satu panggung bersama mantan personel Yes, Steve Howe.

Berapa lama Anda menulis pidato tersebut? Apa yang membuat Anda mengambil sudut pandang tersebut?

Sebenarnya saya punya banyak hal yang bisa diceritakan karena saya bekerja di banyak tempat… saya banyak melakukan program televisi di Inggris. Saya banyak melakukan komedi. Jadi saya punya kolam yang berisikan banyak cerita dan saya bisa mengubahnya menjadi apa yang saya mau. Saya tidak suka memuja diri seperti "Oh, betapa besar band tersebut" dan semacamnya karena orang-orang sangat baik. Orang-orang sudah mengatakan itu, di mana itu sangat baik. Jadi saya hanya ingin sedikit bersenang-senang, sungguh.

Jadi ini seperti pidato terbaik Anda?

Ini jauh dari terbaik. Ini hanya… Saya adalah bagian dari acara komedi besar di Inggris bernama Grumpy Old Men. Saya di sana selama lebih kurang tujuh tahun. … Saya banyak melucu – setengah stand-up dan setengah musik, dan saya menikmatinya. Untuk acara seperti ini saya rasa cukup lama dan sulit: Apakah saya harus melanjutkan dan berterima kasih kepada banyak orang yang pernah satu band dengan saya? Orang-orang akan mengucapkan itu. Itu akan mudah dipahami jadi saya hanya ingin sedikit bersenang-senang, tapi saya tidak pernah sedih. Saya tidak pernah melakukan itu.

Apakah sebelumnya personel lain tahu pidato Anda akan seperti itu?

Tidak, mereka tidak tahu apa yang akan saya ucapkan, tapi mereka tahu apa yang saya lakukan. Kami pernah mengalami gangguan di tur konser ARW, jadi Jon menyerahkan microphone, kemudian saya melakukan stand-up selama lima belas menit. Jadi mereka tahu apa yang saya lakukan.

Jadi apa rasanya resmi dilantik masuk Hall of Fame?

Ini luar biasa. Ini sangat-sangat bagus. Maksud saya untuk musiknya. Musik Yes lah yang telah dilantik. Saya tahu fakta bahwa, bersyukur, musik Yes telah menginspirasi banyak band dan banyak orang, dan jika orang lain menciptakan musik mereka sendiri dan kami sedikit membantu mereka dengan memberi inspirasi, itu adalah intinya. Begitu lah caranya musik berkembang. Jadi rasanya sangat senang telah dilantik. Saya punya anak perempuan yang tinggal di Cleveland jadi saya punya alasan lain untuk datang.

Rush sudah dilantik Hall of Fame, sekarang giliran kalian. Apakah Anda pikir prog akhirnya sudah mencapai tujuannya?

Anda tahu yang saya ucapkan bertahun-tahun bahwa Prog adalah bagaimana mengetahui peraturan kemudian merusaknya. Prog merusak formatnya. Maksud saya ketika prog dimulai, 90 persen dari rekaman musik dibuat sudah dalam formatnya. Anda tahu, intro, verse, chorus, chorus, solo, intro out, verse out, dan seterusnya. Apa yang telah dilakukan oleh prog merusak patokan itu dan berkata, "tidak, ini tidak boleh berjalan seperti itu". Hal menarik dan sangat indah yang saya pikirkan adalah ketika Anda bisa diterima di banyak kota dan ketika mendengarkan rekamannya belum ada dari mereka yang menggunakan format tersebut; mereka mempunyai gaya sendiri dan di situlah prog datang membongkar patokannya dan berkata, "Kalian tidak perlu melakukan itu. Lakukan apa pun yang ada di hati dan otak musik Anda. Jangan lakukan karena formatnya seperti itu." Jadi ketika itu saya rasa sulit mendengarkan rekaman di radio atau ditampilkan secara langsung yang tidak memiliki presentasi kecil – bahkan untuk dua atau tiga persen – di mana memiliki prog di dalamnya.

Tentu saja. Itu menjadi insprasi yang besar.

Iya. Saya rasa ini menjadi cocok di masa sekarang. Maksud saya kita semua di band-band prog dituding berlebihan atau terlalu sombong atau semacamnya, di mana kami memang seperti itu, tapi sebenarnya karena kami ingin mencoba bereksplorasi terus untuk melihat seberapa jauh kami bisa berkembang. Dan ketika sampai di situ, saya tidak ingin bilang ini telah menemukan akhirnya tapi sedang mendekati bagian akhir dari perjalanan seperti, "OK, kami telah membawa prog ke tahap dan teknologi ini sejauh yang kami bisa," kemudian Anda melihat kebelakang dan berkata, "OK, ini merupakan momentum-momentum penting dari karier bermusik sebuah band." Tapi Anda tidak dapat mengetahuinya sampai Anda sudah sampai di sana dan melakukannya.

Jadi apa rasanya bermain kembali bersama para teman lama?

Sebenarnya saya bermain bersama Trevor dan Jon dalam waktu yang lama jadi …

Kapan terakhir Anda tampil bersama Steve?

Oh, saya sudah tidak tampil bersama Steven selama dua belas tahun. Saya sibuk bermain musik. Jadi saya tidak berlatih cukup banyak.

Saya baru ingin menanyakannya, apakah ada latihan sebelumnya?

Tidak, ada sedikit latihan tapi tidak banyak. Namun karena permainan Jon, Trevor, dan saya bersama Lou [Molino, drum] dan Lee [Pomeroy], kami bermain cukup berbeda dengan apa yang dilakukan para mantan personel. … Jadi kami tidak terlalu ingin memikirkan hal ini. Ini hanya terjadi satu kali. Tidak akan pernah lagi.

Satu pertanyaan terakhir: Bagaimana keadaan album Anda bersama Trevor dan Jon?

Oh, berjalan dengan baik. Kami punya tiga materi yang sedang kami garap dan kami senang dengan apa yang sedang kami kerjakan. Saya harap pada musim panas nanti kami bisa merilisnya. Tapi kami tidak ingin terburu-buru – kami ingin hasil materi tersebut sebagus mungkin sesuai dengan apa yang bisa kami kerjakan. Itu adalah hal yang krusial.

Saksikan kisah dari band rock progresif legendaris, Yes, dalam video animasi berdurasi tujuh menit. (prm/wnz)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Iko Uwais Melawan Alien di Candi Prambanan dalam Trailer 'Beyond Skyline'
  2. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  3. Prambanan Jazz Festival 2017: Paduan Seni, Musik, dan Budaya
  4. Kahitna, Slank, hingga Superman Is Dead Siap Ramaikan Synchronize Fest 2017
  5. We The Fest 2017 (Hari ke-3)

Add a Comment